Drama Korea zombie terbaru Netflix, All of Us Are Dead menduduki posisi pertama tangga 10 besar di platform itu. Tapi drama ini menawarkan kejutan yang tidak disangka. Bukannya menyuguhkan orang-orang dewasa bertarung memperjuangkan hidup mereka melawan zombie, drama Korea itu fokus pada cerita berdarah para anak sekolah dipaksa bertahan hidup dengan segala macam cara yang diperlukan. Yang menarik All of Us Are Dead memakai virus mematikan itu untuk membongkar berbagai masalah sosial yang dihadapi dunia dan Korea Selatan: bullying, perbedaan kelas sosial, kehamilan di luar nikah dan golongan mana yang akhirnya berkuasa untuk menentukan yang benar dan salah.
Ada beberapa spoiler pada penjelasan di bawah.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Saat anak remaja harus belajar kejamnya bertahan hidup
Sebelum drama ini, Netflix mengembangkan drama Korea tentang zombie yang lain seperti Sweet Home dan Kingdom. Tapi, All of Us Are Dead unik karena para karakter utamanya adalah anak-anak remaja. Padahal genre ini umumnya memperlihatkan orang-orang dewasa berjuang mempertahankan hidup mereka dan dipaksa membuat keputusan yang sulit. Tapi dalam K-drama ini, anak-anak remaja tidak bisa lagi bergantung pada orang dewasa dan harus bersandar satu sama lain.
Saat anak-anak SMA ini terjebak di dalam sekolah mereka, mereka dihadapkan pada dilema moral yang lebih besar. Teman-teman terdekat mereka menjadi musuh terburuk. Konsep ini sebenarnya bukanlah konsep yang baru untuk genre ini. Tapi drama ini menyajikan masalah emosional yang berbeda. Lagipula, semua karakter utama di sini hanyalah anak-anak.
Sebagian dari mereka sudah kenal satu sama lain sejak TK. Dalam drama, beberapa karakter mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan teman mereka. Selain itu, drama ini menambahkan elemen asmara di mana beberapa karakter utama saling menyukai. Wabah virus memaksa mereka untuk mengakui perasaan mereka karena takut tidak akan bisa bertemu lagi.
Mereka juga berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup. Uniknya, anak-anak remaja ini menyadari pentingnya memegang moralitas dan kemanusiaan di saat kota mereka dibanjiri zombie. Konsep ini memunculkan karakter yang memang pada dasarnya jahat di dalam dan mereka yang saling peduli hingga berani berkorban nyawa.
Bahas isu sosial: kehamilan, bullying dan penyalahgunaan kekuasaan
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


