Isu Bintang Hanya Bermodal Wajah Tanpa Pengetahuan Menjadi Perdebatan di China

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Ada sebuah contoh nyata, pada awal 2023, aktor Zhang Songwen menjadi sangat populer berkat drama The Knockout. Tapi, Zhang yang berusia 40 tahunan, harus menunggu momen itu selama 20 tahun.

Karena penampilannya kurang menarik, dia gagal dalam 800 audisi dalam tiga tahun setelah lulus dari the Beijing Film Academy. Hal ini diakuinya di media sosial. Sekalipun menghadapi kegagalan, dia tidak pernah menyerah. Kemudian dia menjadi asisten guru akting di akademi dan terus memperoleh peran kecil dalam berbagai produksi.

Zhang Songwen dalam The Knockout

Kapan pun dia memiliki waktu luang, dia akan berbincang dengan masyarakat setempat atau penjual di sekitar untuk belajar kehidupan orang lain sehari-hari.

- Advertisement -

Jadi tidak mengherankan perannya sebagai penjual ikan dalam The Knockout terasa begitu jelas dan berkesan. Hal ini memperlihatkan jika akting yang baik tergantung dari keahlian yang profesional, pengetahuan yang luas dan pengalaman hidup yang berwarna.

Presiden Beijing People’s Art Theater berkata jika para aktor muda sebaiknya tidak bermimpi untuk menjadi terkenal atau kaya. Mereka harusnya fokus pada mengasah akting mereka dan bukan menjadi seorang bintang.

Sebagai aktor veteran dan ternama, Feng juga mengusulkan jika para mahasiswa seni pertunjukkan perlu dites kemampuan aktingnya dan pengetahuan akademisnya.

- Advertisement -

Mereka yang kekurangan pengetahuan umum harus menutupi kekurangan ini dengan belajar lagi dengan mengambil kelas khusus. Jika tidak, mereka mengecewakan masyarakat.

Sementara itu, para sutradara juga harus memilih aktor berdasarkan kemampuan mereka dan pengetahuan mereka juga dan bukan hanya mengandalkan penampilan dan jumlah penggemar. Feng juga menambahkan jika para penggemar harus lebih sadar untuk mengawasi idola mereka bukan mengikuti idola mereka secara membabi buta.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments