The Princess Royal Tandai Pergeseran Tren Dalam Drama Kostum

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com— Bagaimana jika kalian bisa memutar kembali hidup kalian 20 tahun? Bagaimana kalian akan menjalani hidup itu untuk kedua kalinya?

Premis dari novel online populer “The Princess Royal” menarik perhatian produser Yuan Yumei ketika dia pertama kali menemukan cerita tersebut, dan menginspirasinya untuk menciptakan serial TV 40 episode dengan nama yang sama.

Dibintangi oleh Zhao Jinmai sebagai protagonis yang merupakan putri tertua dari kaisar, serial ini mencakup dua dekade yang penuh gejolak dan berkembang saat sang putri diracuni setelah menjalani pernikahan yang dingin dan tanpa cinta dengan seorang pejabat tinggi, yang kemudian dibunuh. Kembali ke masa ketika mereka masih muda, pasangan ini memulai perjalanan untuk mengungkap takdir mereka yang saling terkait dan bekerja sama untuk memecahkan misteri di balik kematian mereka, tulis China Daily.

- Advertisement -

Selama simposium baru-baru ini di Beijing, Yuan mengungkapkan bahwa drama kostum ini bertujuan untuk terhubung dengan penonton kontemporer dengan mendorong mereka untuk menilai kembali hubungan mereka sendiri dan mendorong mereka untuk merenungkan cara-cara memperbaiki ikatan yang rusak.

Sejak ditayangkan di Zhejiang Television dan streaming di Youku awal tahun ini, drama ini telah menjadi sangat populer, seperti yang dibuktikan dengan mencapai lebih dari 18 persen audiens di Youku, dan menduduki puncak daftar program yang paling banyak ditonton di platform online tersebut sebanyak tujuh kali.

Li Jingsheng, wakil kepala Federasi Radio dan Televisi China, mengatakan bahwa The Princess Royal mencerminkan tren baru dalam drama kostum, yang lebih fokus pada cerita yang berlatar belakang sejarah alternatif, sambil tetap mengambil inspirasi dari tradisi berabad-abad yang lalu.

- Advertisement -

Dia menjelaskan bahwa drama ini jelas dipengaruhi oleh estetika dan temperamen Dinasti Selatan dan Utara (420-581), sebagaimana dicontohkan oleh fakta bahwa perjalanan pejabat tersebut melambangkan perjuangan individu dari latar belakang sederhana untuk maju di era yang didominasi oleh keluarga aristokrat.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments