Horizontal Scroll Menu
Home » Selebritis » Pembunuh Streamer Game Cantik Ku Xuan Bukan Top Spender? Sang Streamer Digagahi Sebelum Meninggal?

Pembunuh Streamer Game Cantik Ku Xuan Bukan Top Spender? Sang Streamer Digagahi Sebelum Meninggal?


Check Out Our English Version! Go to English Version

Terakhir diperbarui pada 22/12/2024 oleh Timotius Ari

LayarHijau.com–Pada 18 Desember, kepolisian Shang Hai mengungkapkan kasus pembunuhan streamer game cantik dengan nama Ku Xuan, berusia 25 tahun. Dia adalah seorang host di sebuah platform streaming di China.

Berita sebelumnya yang dikutip LayarHijau mengungkapkan jika pelaku pembunuhan bernama Xu berusia 27 tahun diduga sebagai top spendernya.

Namun menurut pemberitaan terbaru Sohu, hal ini diklaim sebagai informasi yang salah. Pelaku ternyata bukanlah top spender Ku Xuan. Dia hanya menghabiskan uang sebesar 30.000 hingga 40.000 yuan (Rp66,5 juta hingga Rp88,1 juta) untuk host tersebut. Jadi dia tidak masuk daftar top spender.

Kabarnya niat pria itu memberikan gift atau hadiah adalah untuk mendekati wanita itu dan menjalin hubungan asmara. Tapi keinginannya ditolak, karena dendam dan merasa dirugikan secara finansial maka dia ingin menyakiti wanita itu.

Ku Xuan yang berusia 25 tahun memiliki nama Xu dan berasal dari Guangdong. Dia menjadi streamer game di Chongqing dan Shanghai selama dua hingga tiga tahun.

Dia biasanya livestreaming dari pukul 9:00 hingga pukul 17:00 setiap harinya. Dengan kecantikannya, dia dengan mudah menarik perhatian para penonton yang didominasi para pria. Kabarnya para top spender bisa memberikan hadiah hingga lebih dari 400.000 yuan (Rp886 juta). Dilihat dari status akun Ku Xuan dan level para top spendernya, dia diperkirakan memperoleh penghasilan yang besar selama dua hingga tiga tahun.

Dilihat dari jumlah hadiah yang bisa diberikan top spender, jumlah hadiah yang diberikan oleh Xu jauh lebih kecil. Masuk akal jika Ku Xuan tidak meresponi pengakuan cinta pria itu.

Xu dikatakan menyamar sebagai kurir paket saat berusaha masuk ke apartemen Ku Xuan pada 13 Desember pukul 16:00.

Orang dalam mengungkapkan jika keduanya sempat bertengkar setelah Ku Xuan tahu jika pria itu bukan kurir. Bahkan wanita cantik itu sempat berteriak jika dia akan memanggil polisi.

Kini beredar rumor di internet jika sebelum meninggal, dia sempat digagahi oleh Xu. Namun dugaan ini tidak dicantumkan dalam laporan polisi. Jadi kebenaran informasi ini belum bisa dipastikan.

Pada hari itu, Ku Xuan masih melakukan siaran langsung. Beberapa penonton mendengar suara pertengkaran dan serangan. Polisi memperoleh laporan dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 19:00. Saat ditangkap, Xu berusaha mengakhiri hidupnya sendiri. Tapi sepertinya dia berubah pikiran karena takut dengan rasa sakit.

Beberapa netizen di China membagikan tangkapan layar seorang pria muncul dari samping belakang Ku Xuan saat siaran langsung. Tapi pria dalam tangkapan layar terlihat memakai piyama. Jadi belum bisa dipastikan apakah pria itu Xu.

Kasus ini memicu diskusi panas di antara para netizen terkait fenomena pemberian hadiah dalam siaran langsung dan kondisi psikologis para penonton.

Para host streamer pria dan wanita melakukan livestreaming demi mencari uang. Penghasilan mereka bergantung pada hadiah yang diberikan oleh para penonton dan penggemar.

Untuk menjaga hubungan baik dengan penonton, tentunya para streamer harus bersikap baik dan kadang memberikan perhatian yang lebih untuk mereka yang memberi hadiah dalam jumlah besar (top spender).

Jadi para netizen merasa tidak normal untuk seseorang merasa atau berharap jika streamer atau host favorit untuk menjalin hubungan asmara hanya karena para streamer itu bersikap baik dan perhatian. Lagipula para streamer dan penonton mereka pada dasarnya hanyalah orang asing yang bertemu di dunia maya.


StatCounter - Free Web Tracker and Counter