Posted in

Reaksi Para Penonton di China Terhadap Ending The Prisoner of Beauty

Bagikan

LayarHijau.com — Drama populer The Prisoner of Beauty yang dibintangi oleh Song Zuer dan Liu Yuning resmi berakhir hari ini untuk para pengguna VIP di Tencent Video dan WeTV yang membeli paket express.

Para penonton di China yang sudah menonton hingga tamat ramai menuliskan komentar mereka tentang ending drama ini. Apakah The Prisoner of Beauty berakhir sedih (bad ending/sad ending) atau bahagia (happy ending)?

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

⚠️ Disclaimer: Beberapa detail dalam spoiler berikut mungkin tidaklah akurat 100 persen, karena bersumber dari keterangan para penonton dan bisa saja ada perbedaan penafsiran.

Update: Kami menambahkan beberapa detail terkait nasib akhir para karakter dalam drama berdasarkan informasi dari Upmedia.

Spoiler Ending Versi Drama

Berdasarkan komentar pengguna di Weibo, paman Xiao Qiao, yaitu Qiao Yue, memutuskan memihak Liu Yan. Pihak Liu Yan menyandera Da Qiao untuk memaksa Bi Zhi berbalik melawan Wei Shao.

Dia berkata pada Bi Zhu: “Bi Zhu, kamu adalah kekasihku, bukan binatang tempur yang dikendalikan orang lain. Kalau nanti kau mengenang hari ini, ingatlah aku tidak pernah menyesal.”

Setelah berkata demikian, Da Qiao melompat dari tembok kota. Bi Zhu berlari mengejarnya, tetapi terlambat. Dia hanya bisa menyaksikan kekasihnya mati tragis di depannya. Adegan ini membuat banyak penonton menangis karena begitu emosional dan menyayat hati.

Kematian kedua yang mengguncang hati para penonton adalah kematian Wei Liang. Wei Liang (diperankan Wang Chengsi) adalah salah satu pengikut setia Wei Shao. Ia ditugaskan mengawal Qiao Ci (diperankan Ao Ziyi) ke Yanzhou, sekaligus membawa anggrek Yanzhou untuk melamar kekasihnya, Xiao Tao (diperankan Li Xueqin). Namun, rencana itu hancur ketika Qiao Ping, paman Xiao Qiao, diam-diam bersekutu dengan Liu Yan.

Dalam perjalanan, Wei Liang dikejar dan akhirnya tewas karena jumlah musuh yang terlalu banyak. Sebelum mati, ia sempat meminta Qiao Ping untuk menyampaikan anggrek itu pada Xiao Tao. Adegan kesetiaan dan cinta ini membuat hati penonton hancur.

Selain itu, Wei Qu, yang ingin membawa pulang jenazah Wei Liang, terluka parah — tangannya patah sehingga ia kehilangan kemampuan bertarung dengan dua pedang. Meski begitu, dengan satu tangan, ia tetap berhasil membawa pulang Wei Liang ke kampung halaman. Xiao Tao berdiri di depan makam Wei Liang, memegang anggrek, sambil berkata bahwa dia masih bersedia menikah dengannya — adegan yang sangat mengharukan.

Kabupaten Yu, tempat Xiao Qiao berada, diserang oleh kerajaan musuh. Namun, kakak sepupu Wei Shao, Wei Yan, memutuskan membantu Xiao Qiao mempertahankan wilayah itu.

Pada akhirnya, Qiao Yue mati, sementara ayah Xiao Qiao, Qiao Ping, berhasil diselamatkan. Su E Huang juga dikabarkan mati demi melindungi Liu Yan. Namun, nasib Liu Yan sebagai antagonis utama tidak dibocorkan oleh para penonton.

Yang jelas, Xiao Qiao berhasil melahirkan putrinya dengan selamat, dan akhirnya dia serta Wei Shao bisa hidup bahagia bersama. Wei Shao (diperankan Liu Yuning) dan Xiao Qiao (diperankan Song Zuer) akhirnya mencapai kebahagiaan bersama. Sebelumnya, mereka pernah menikmati malam pertama pernikahan mereka, tapi momen itu sempat terganggu karena datangnya berita militer yang mendesak. Kali ini, mereka berhasil melewati semua rintangan.

Dalam adegan penuh kehangatan, Wei Shao memeluk Xiao Qiao sambil berjalan, mereka berciuman penuh gairah, dan di atas ranjang Xiao Qiao berbisik lembut:

“Aku akan memberimu rumah baru, rumah dengan banyak orang.”

Kalimat ini menjadi simbol awal keluarga baru mereka, karena Xiao Qiao kemudian berhasil hamil dan melahirkan seorang putri bernama Fei Fei. Setelah berhasil menenangkan kekacauan di negeri, Wei Shao dan Xiao Qiao secara resmi diangkat sebagai kaisar dan permaisuri. Wei Shao digambarkan sebagai seorang “bapak budak putri” yang sangat menyayangi anaknya. Keluarga kecil mereka pun hidup harmonis dan bahagia — sebuah akhir manis yang membuat penonton lega.

Ending ini menuai pro dan kontra di kalangan penonton. Ada yang menyesalkan kematian Da Qiao dan Wei Liang.

“Aku begitu marah hingga hanya bisa tertawa,” tulis seorang pengguna.
“Bisakah kita semua minta endingnya dibuat ulang?” sindir yang lain.
“Sekalipun aku sudah membaca naskahnya sejak lama, aku tetap tidak bisa berkata-kata. Ending bahagia itu tidak cukup, beberapa orang harus mati. Tidak perlu menyiksa (penonton) hanya demi penyiksaan itu sendiri,” kritik seorang pengguna lain.

Sebagian penonton juga melontarkan komentar pedas kepada penulis naskah:

“Penulis naskahnya sudah gila,” tulis seorang pengguna.
“Aku pikir ada lubang di otaknya,” celetuk yang lain.
“Kenapa mereka harus membunuh Da Qiao dan Wei Liang? Penulis naskah, keluarlah sebentar, aku ingin bicara,” sindir seorang pengguna.

Namun, ada juga penonton yang merasa ending ini tetap masuk akal:

“Akhir yang kalian lihat itu nyata! Aku suka The Prisoner of Beauty versi ini. Aku suka semua karakternya dan setiap kisahnya. Penuh darah dan daging,” bela seorang pengguna.

Beda Ending Versi Drama dengan Novel

Dalam novel, Xiao Qiao membujuk ayahnya, Qiao Ping, serta adiknya, Qiao Ci, untuk memperkuat militer keluarga Qiao supaya mereka bisa berdiri sendiri tanpa bergantung pada keluarga Wei.

Qiao Ping dan Qiao Ci menerima saran ini dan mulai merekrut bakat dari berbagai wilayah. Qiao Yue — yang saat itu adalah gubernur Yanzhou — merasa terancam dengan langkah adiknya karena mengira sang adik ingin melengserkan dirinya dan merebut kekuasaan. Karena itulah, dia memutuskan memihak Liu Yan.

Saat itu Wei Shao tengah menghadapi perang besar melawan musuh. Qiao Yue dan beberapa pihak lain beranggapan Wei Shao akan kalah. Ketika Qiao Yue memihak Liu Yan, secara otomatis wilayah Yanzhou jatuh ke tangan Liu Yan. Wei Shao yang belum tahu kondisi ini mengirim Wei Liang ke Yanzhou sambil membawa hadiah. Namun, Wei Liang dan pasukannya disergap oleh tentara Liu Yan di dalam kota hingga terluka parah.

Peristiwa ini membuat Wei Shao murka. Dia menganggap keluarga Qiao telah mengkhianati aliansi yang mereka bentuk, sehingga memutuskan menyerang Yanzhou. Ketika Yanzhou terkepung, penasihat Qiao Yue membunuhnya lalu menyerahkan jasadnya kepada Wei Shao demi menyelamatkan diri.

Intrik licik Liu Yan yang berhasil mengadu domba keluarga Qiao dan Wei membuat hubungan antara Wei Shao dan Xiao Qiao merenggang. Namun, dalam novel, Wei Liang berhasil selamat meskipun sempat sekarat. Ia tidak dendam kepada keluarga Qiao dan bahkan membawa Qiao Ci untuk melatihnya supaya dia lebih berpengalaman di medan perang.

Cerita setelah itu cukup panjang dan rumit. Intinya, Xiao Qiao serta penduduk Kabupaten Yu selamat setelah Qiao Ci dan pasukannya datang membantu. Wei Shao yang mendengar kabar bahwa istri dan neneknya terancam segera bergerak menuju Kabupaten Yu bersama pasukannya, tiba tepat waktu untuk menyelamatkan mereka.

Dalam pertempuran terakhir melawan Liu Yan, pasukan Liu Yan akhirnya kalah melawan pasukan Wei. Tidak ada cerita tentang Da Qiao disandera oleh Liu Yan untuk memaksa Bi Zhi melawan Wei Shao, sehingga di novel Da Qiao tidak melompat dan mati.

Da Qiao dan Bi Zhi bahkan memiliki seorang putera yang usianya beberapa tahun lebih tua dari Fei Fei, putri Xiao Qiao. Di salah satu adegan menjelang akhir, Wei Shao yang telah berhasil mengalahkan Liu Yan dan menghukum Su E Huang bergegas kembali untuk bertemu keluarganya.

Saat itu, Da Qiao, Bi Zhi, Xiao Qiao, serta kedua anak mereka sedang berada di kuil. Di sanalah Wei Shao bertemu kembali dengan Xiao Qiao setelah lama berpisah karena perang. Bisa dikatakan, ending novel benar-benar bahagia. Satu-satunya yang meninggal dari pihak protagonis adalah Qiao Yue karena kesalahannya sendiri, sementara para antagonis menerima hukuman sesuai dengan perbuatan mereka.

Poster Prisoner of Beauty

The Prisoner of Beauty

RomansaHistorisPolitik

Tanggal Rilis: 13 Mei 2025

Sutradara: Deng Kei, Gao Cong Kai

Penulis: Nan Zhen

Pemeran

Liu Yuning
Song Zuer
Xuan Lu
Liu Duan Duan

Platform

WeTV, Netflix, Tencent Video

🔎 Lihat Info Lengkap

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *