LayarHijau.com– Tagar #孟子义李昀锐二搭 (#MengZiyiLiYunruiSecondCollaboration) mendadak trending di Weibo pada 10 Juni 2025, memicu spekulasi soal proyek baru yang mempertemukan kembali Meng Ziyi (孟子义 Mèng Zǐyì) dan Li Yunrui (李昀锐 Lǐ Yúnruì). Keduanya dikabarkan akan membintangi drama kostum baru berjudul Tigers Sniff the Rose (尚公主 Shàng Gōngzhǔ, lit. Putri Shang), adaptasi dari novel karya 伊人睽睽 (Yī Rén Kuí Kuí).
Meski sejumlah akun menyebut casting mereka telah diumumkan secara resmi pada 9 Juni, laporan dari Sina News menyebut proyek ini masih dalam tahap rumor dengan sejumlah variabel, dan pengumuman resmi kemungkinan akan dilakukan dalam Tencent Video Merchant Conference pada 23 Juni 2025.
Kolaborasi ini menjadi yang kedua setelah kesuksesan mereka di drama Blossom (九重紫 Jiǔ Chóng Zǐ), yang melambungkan nama pasangan CP “昀牵孟绕” (Yún Qiān Mèng Rào)—paduan dari nama mereka yang berarti “Yun yang mengikat, Meng yang melingkar.”
Sinopsis dan Tim Produksi
Tigers Sniff the Rose mengusung tema politik istana, pernikahan aliansi, dan romansa lintas kelas sosial. Meng Ziyi akan berperan sebagai Putri Mu Wanyao, bangsawan dingin dan tegas, sementara Li Yunrui memerankan Yan Shang, seorang sarjana berbakat dari keluarga sederhana.
Drama ini diproduksi oleh New Classic Media dan Tencent Video dengan konfigurasi S+, menjanjikan kualitas visual dan produksi yang tinggi. Skenario ditulis oleh He Fang (何妨 Hé Fáng), penulis The Legend of Shen Li, dan rumor menyebutkan bahwa sutradara Qin Zhen (秦榛 Qín Zhēn)—yang sebelumnya menangani Lost You Forever (长相思 Cháng Xiāng Sī)—akan mengarahkan proyek ini, meski belum dikonfirmasi secara resmi.
Syuting dijadwalkan mulai Juli 2025, dengan total 40 episode dan durasi produksi sekitar 2 tahun.
Pro dan Kontra: Perang “Fānwèi” Meletus
Meski banyak penggemar menyambut gembira kembalinya CP “昀牵孟绕” yang terkenal lewat “estetika sad ending” dan interaksi natural mereka di balik layar, kontroversi justru muncul dari masalah urutan nama di poster (番位 fānwèi).


Perdebatan ini mencuat setelah tagar tentang rumor kolaborasi trending dan beberapa penggemar menyebarkan poster fan made yang menampilkan nama Meng Ziyi dan Li Yunrui sejajar. Poster ini, yang kemungkinan diyakini sebagai materi resmi oleh sebagian netizen, mengandung tulisan-tulisan yang menyiratkan bahwa kedua aktor berada dalam status setara. Inilah yang kemudian memicu ketegangan di antara para fanbase.
Fans Meng Ziyi memprotes, menilai aktris mereka yang sudah dikenal sebagai “大女主” (dà nǚ zhǔ) atau aktris utama besar, mengalami penurunan status jika diposisikan sejajar dengan Li Yunrui. Mereka mengklaim bahwa karena judul drama ini dalam bahasa Mandarin adalah 尚公主 (Shàng Gōngzhǔ) yang berarti Putri Shang, maka tokoh utama wanita seharusnya menjadi pusat cerita dan menempati posisi first-billed dalam kredit maupun materi promosi.
Menurut mereka, keberadaan kata “Putri” dalam judul merupakan penegasan bahwa narasi berpusat pada tokoh wanita, sehingga tidak pantas jika status Meng Ziyi “disejajarkan” dalam pemasaran awal—meskipun poster yang memicu perdebatan itu tidak berasal dari sumber resmi.
Di sisi lain, fans Li Yunrui membalas dengan menyebut label “menantu tempelan” sebagai bentuk penghinaan. Mereka menyoroti peningkatan popularitas Li Yunrui pasca Love Like the Galaxy dan The Last Immortal, serta rumor perubahan judul naskah ke Legenda Yan Shang (言尚传 Yán Shàng Zhuàn) sebagai bukti kekuatan karakter laki-laki dalam cerita.
Konflik ini juga mencerminkan polarisasi antara CP粉 (CP fěn)—penggemar pasangan, dan 唯粉 (wéi fěn)—penggemar setia salah satu aktor saja. Sejumlah pengamat industri menyebut pertikaian ini berpotensi menguras energi promosi bahkan sebelum syuting dimulai.
Tantangan dan Harapan
Meskipun didukung oleh konfigurasi besar dan tim produksi solid, Tigers Sniff the Rose menghadapi risiko besar:
- Plot novel aslinya dianggap kurang kuat dalam politik, sehingga dikhawatirkan hanya menjadi kisah romansa berlatar istana tanpa kedalaman.
- Jadwal Li Yunrui yang sedang syuting Dazzling (耀眼 Yàoyǎn) juga bisa menimbulkan konflik waktu.
- Isu fānwèi mencerminkan kondisi industri hiburan saat ini, di mana ukuran font, posisi di poster, hingga durasi di trailer menjadi negosiasi penting dalam kontrak.
Namun, banyak penggemar tetap optimistis bahwa dengan penanganan yang bijak, baik dari agensi maupun platform penyiaran, drama ini bisa menghindari jebakan fan war dan klise naratif. Jika berhasil, Tigers Sniff the Rose berpotensi menjadi salah satu drama kostum paling diperbincangkan di tahun 2026.










