Posted in

Kontroversi Ciuman Tak Halangi Be Passionately in Love Raih Pujian

Bagikan

LayarHijau.com – Meski sempat menuai kritik akibat penolakan Liu Haocun untuk melakukan adegan ciuman, drama Be Passionately in Love (陷入我们的热恋) justru memperoleh respons yang cukup positif dari penonton. Drama yang juga dibintangi Wang Anyu ini meraih skor 6,5 di Douban, mengungguli drama The Prisoner of Beauty (只此江湖梦) yang hanya mendapat nilai 6,4.

Sejumlah penonton memuji drama ini sebagai kisah cinta manis yang ringan dan penuh nuansa nostalgia. Chemistry antara Liu Haocun dan Wang Anyu dianggap menyenangkan, sementara alur cerita yang setia terhadap novel karya Er Dong Tuzi diapresiasi oleh para pembaca setia. “Chemistry antara pemeran utama sangat manis, dan saya menyukai bagaimana drama ini setia pada novel aslinya. Rasanya seperti perjalanan nostalgia yang hangat ke masa remaja,” tulis salah satu pengguna Douban.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Karakter Xu Zhi juga dianggap menyegarkan karena tidak mengikuti pola umum tokoh remaja perempuan dalam drama sejenis. “Karakter Xu Zhi terasa menyegarkan—bukan gadis remaja yang mabuk cinta seperti biasanya, melainkan sosok yang berpikiran jernih dan dewasa. Adegan-adegan bersama neneknya menambah pesona dan humor pada cerita,” tulis komentar lainnya. Drama ini disebut cocok untuk penonton yang menyukai romansa ringan yang sederhana namun menghangatkan hati.

Namun di sisi lain, kritik juga muncul, terutama dari penonton yang memberikan penilaian rendah. Beberapa menganggap akting pemeran utama kurang meyakinkan. “Aktingnya terasa agak kaku, terutama dari kedua pemeran utama. Kadang-kadang seperti hanya bergaya di depan kamera, bukan benar-benar menunjukkan emosi,” tulis seorang pengguna.

Alur cerita juga mendapat sorotan karena dianggap terlalu lambat dan kurang menggugah. “Ceritanya terlalu lambat dan mudah ditebak. Seperti versi kehidupan remaja yang dilapisi gula tanpa kedalaman atau tantangan nyata, sehingga saya cepat kehilangan minat,” ungkap komentar lain. Ada juga yang merasa bahwa romansa dalam drama ini terlalu dimaniskan sehingga terasa tidak realistis: “Para karakter tampak lebih seperti versi yang diidealkan, bukan seperti manusia sungguhan.”

Selain itu, meski drama ini dinilai setia terhadap novel, beberapa penonton menilai bahwa adaptasinya kehilangan kedalaman emosional yang ada di karya asli. “Meskipun setia pada novel, adaptasinya kurang memiliki kedalaman emosional yang sama. Beberapa bagian terasa hambar dan dipaksakan.” Beberapa dialog pun dinilai kurang natural dan membuat interaksi antartokoh terasa canggung.

Meski demikian, Be Passionately in Love tetap menemukan tempat di hati penonton yang menyukai kisah cinta remaja yang manis dan penuh nuansa ‘pure love’. Dengan gaya penyutradaraan yang fokus pada kesederhanaan dan kehangatan, drama ini mampu menarik segmen penonton tersendiri, meski di tengah berbagai kritik yang mengiringinya.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *