LayarHijau.com – Aktris Huang Yang Tiantian kembali jadi sorotan setelah namanya absen dari unggahan promosi terbaru drama Rebirth (冰湖重生) di akun resmi Weibo pada 16 Juli 2025. Absennya nama sang aktris dalam promosi tersebut memicu rumor bahwa perannya akan diganti oleh aktris lain dan beberapa adegannya mungkin akan diulang.
Media Tiongkok Sohu Entertainment mencoba mengonfirmasi isu ini kepada agensi Huang Yang Tiantian. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi. Meski begitu, seorang narasumber dari dalam produksi menyatakan kepada Sohu bahwa tim memang memiliki rencana semacam itu, bahkan menyebut kemungkinan akan terjadi “penggantian wajah”.
Kemunculan rumor ini berbarengan dengan dirilisnya hasil penyidikan resmi terhadap ayah Huang Yang Tiantian, Yang, yang sebelumnya bekerja di Ya’an, Provinsi Sichuan. Laporan tersebut diterbitkan oleh Xinhua News Agency dan disusun oleh Satuan Tugas Gabungan Kota Ya’an (Ya’an Joint Working Group)—sebuah tim lintas lembaga yang dibentuk untuk menangani investigasi kasus-kasus kompleks atau sensitif yang melibatkan pejabat pemerintahan atau viral di ruang publik.
Rilis tersebut muncul menyusul ramainya perhatian publik terhadap latar belakang keluarga sang aktris, terutama terkait dugaan gaya hidup mewah dan penyalahgunaan jabatan sang ayah di masa lalu.
Hasil Penyelidikan Resmi: Tidak Ada Korupsi Dana Bencana, Tapi Ada Pelanggaran Administratif
Berikut inti temuan dari laporan Xinhua:
Menjalankan Bisnis Saat Menjabat Sebagai Pejabat Publik
Yang diketahui menjabat di dua institusi publik di Ya’an dari 2011 hingga 2017. Pada 2015, ia bersama tiga pejabat lain mendirikan perusahaan Ya’an Shangpin Business Service Co., Ltd. menggunakan nama istri dan kerabat sebagai pemegang saham. Yang memiliki 25% saham melalui nama istrinya, Si Mouxia. Selama beroperasi, perusahaan mendapat keuntungan sebesar 120.000 yuan, dan Yang menerima 30.000 yuan berdasarkan porsi kepemilikan. Keuntungan tersebut kini telah disita oleh otoritas karena dianggap sebagai hasil penyalahgunaan jabatan. Karena ia telah mengundurkan diri dan bukan anggota Partai Komunis Tiongkok, ia tidak dijatuhi sanksi administratif lebih lanjut. Tiga pejabat lainnya dikenai sanksi disipliner partai.
Menyembunyikan Kelahiran Anak Kedua secara Ilegal
Saat mendaftar sebagai calon pegawai negeri pada tahun 2010, Yang tidak mengungkapkan bahwa ia dan istrinya telah memiliki anak kedua secara ilegal, lahir pada Januari 2011. Informasi tersebut baru didaftarkan resmi pada 2013. Berdasarkan regulasi saat itu, Yang seharusnya diberhentikan. Namun, karena ia telah mengundurkan diri dan ketentuan soal pelanggaran kelahiran anak kedua telah dihapus dari regulasi, ia tidak dikenai sanksi tambahan.
Anting-Anting Mewah Hanyalah Imitasi
Salah satu kontroversi yang memicu penyelidikan adalah unggahan Huang Yang Tiantian yang mengenakan anting disebut-sebut senilai ratusan ribu yuan. Namun, hasil pengujian laboratorium menunjukkan anting tersebut hanyalah imitasi dari kaca biasa, dan merupakan hadiah dari teman ibunya pada tahun 2016. Tidak ditemukan catatan pembelian perhiasan mahal oleh keluarga tersebut di gerai resmi merek terkait di Tiongkok.
Tidak Terbukti Menyalahgunakan Dana Publik
Investigasi juga menyimpulkan bahwa selama menjabat di Ya’an, Yang tidak menangani proyek rekonstruksi pasca-bencana, dana sosial, maupun donasi. Perusahaan lain yang didirikan keluarga pun tidak aktif secara komersial di Ya’an. Tidak ditemukan keterlibatan langsung dalam pengelolaan dana bencana seperti yang sempat dituduhkan oleh netizen di media sosial.
Laporan resmi ini tampaknya ditujukan untuk meredam spekulasi liar di internet, terutama yang mengaitkan status sosial Huang dengan dugaan penyimpangan ayahnya di masa lalu. Meski beberapa pelanggaran administratif terbukti, pihak berwenang menyatakan bahwa semua langkah hukum telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.










