LayarHijau.com – Pada 8 September, seorang blogger mengklaim bahwa aktor Xu Kai kerap terlibat dalam aktivitas judi bersama sekelompok teman dekatnya. Disebutkan bahwa ia memiliki lingkaran pemain poker setia yang secara rutin bertaruh dengan nilai fantastis, bisa menang atau kalah puluhan ribu yuan (setara puluhan juta rupiah) setiap kali bermain, dengan total mencapai jutaan yuan per tahun (setara puluhan miliar rupiah). Vila pribadinya di Hengdian bahkan dituding berubah menjadi “kasino” pribadi. Sebagai bukti, pengunggah turut memperlihatkan tangkapan layar dan video obrolan WeChat yang menampilkan transfer uang.
Hingga kini, pihak Xu Kai belum memberikan tanggapan resmi. Saat wartawan menghubungi Kantor Cabang Hengdian Biro Keamanan Publik Dongyang, Zhejiang, seorang staf menyatakan bahwa detail kasus harus dikonfirmasi lewat departemen politik. Meski begitu, staf dari cabang Hengdian tersebut menegaskan bahwa mereka sudah mengetahui adanya laporan ini.
Nama Xu Kai sebelumnya juga sempat terseret dalam kontroversi lain ketika mantan kekasihnya, Xu Lisha, menuduh dirinya berselingkuh dan menyebut soal transfer uang. Dalam bukti tangkapan layar yang ia bagikan, pada 30 Desember 2021, Xu Kai diduga memenangkan 8.000 yuan (sekitar Rp16,8 juta) saat bermain kartu di Hengdian ketika sedang syuting drama Snow Eagle Lord. Setelah kalah, rekan main pokernya mentransfer 2.000 yuan (sekitar Rp4,2 juta) sebanyak tiga kali kepada Xu Lisha.
Xu Lisha juga mengklaim bahwa Xu Kai pernah mentransfer 6.000 yuan (sekitar Rp12,6 juta) kepadanya selama mereka berpacaran. Ada pula transaksi lain di mana Xu Kai disebut memenangkan 2.000 yuan (sekitar Rp4,2 juta) dari temannya lalu mengirimkan uang itu ke Xu Lisha, tetapi dikembalikan. Bahkan, ketika Xu Lisha mencoba mengembalikan 6.000 yuan (sekitar Rp12,6 juta), Xu Kai menolak menerimanya. Saat itu, menurut Xu Lisha, Xu Kai mengingatkan bahwa perjudian ilegal dan memintanya untuk menjaga kerahasiaan.
Setelah tuduhan baru ini muncul, Xu Lisha kembali membuat pernyataan. Ia menegaskan bahwa permintaan utamanya hanyalah Xu Kai memberikan permintaan maaf terbuka: “Akui fakta telah menipu dan menyakiti perempuan.”
Sementara itu, pihak kepolisian mengingatkan publik mengenai tingginya konsekuensi hukum dari perjudian:
Untuk pelanggaran ringan, pelaku bisa ditahan 1–15 hari dan didenda hingga 3.000 yuan (sekitar Rp6,3 juta). Jika masuk ranah pidana, ancamannya berupa hukuman penjara kurang dari 3 tahun, kurungan, atau pengawasan ditambah denda. Dalam kasus serius, hukuman bisa meningkat menjadi 3–10 tahun penjara plus denda.
Selain sanksi pidana, pejabat publik yang terbukti berjudi juga dapat dikenai sanksi disiplin partai dan pemerintah, hingga pemberhentian dari jabatan maupun pemecatan dari partai.
Catatan kriminal akan melekat seumur hidup, membuat individu yang bersangkutan sulit mengikuti ujian pegawai negeri, masuk militer, bergabung dengan partai, bepergian ke luar negeri, studi luar negeri, maupun imigrasi. Profesi seperti pengacara dan bidang terkait juga akan tertutup. Bila ada tindak kriminal di masa depan, hukuman akan diperberat karena catatan sebelumnya.
Sumber: Sohu Entertainment










