LayarHijau.com – Setelah drama Shadow Love (与晋长安) yang dibintanginya bersama Song Yi dan Bi Wenjun berakhir beberapa waktu lalu, nama Cheng Lei justru semakin banyak dibicarakan. Dalam wawancara eksklusif bersama Sohu Entertainment, sang aktor menunjukkan sisi pribadi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar pesona di depan kamera. Di balik ketenangan wajah dan tutur katanya yang halus, tersimpan sosok yang reflektif, artistik, dan sedikit melankolis. Berikut delapan fakta menarik tentang dirinya yang terungkap di luar pembahasan soal drama.
Ia adalah pelukis yang gemar memberi karyanya untuk teman
Di luar dunia akting, Cheng Lei menemukan ketenangan dalam melukis. Menariknya, hampir semua karyanya kini tidak lagi berada di tangannya sendiri. “Aku dulu sering kasih lukisanku ke teman,” ujarnya sambil tertawa. “Sekarang malah aku nggak punya satu pun di rumah.”
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Salah satu yang beruntung menerima karyanya adalah aktor Joseph Zeng Shunxi. “Dia bilang dinding rumahnya kayaknya kurang sesuatu. Aku tahu maksudnya, jadi akhirnya aku lukis buat dia.”
Ia punya filosofi unik soal fotografi dan waktu
Cheng Lei juga suka memotret dan bermimpi membuat buku foto sendiri suatu hari nanti.
Kalau rencana ini terwujud, ia ingin menulis kutipan dari In Search of Lost Time karya Proust di halaman pembuka. “Proust itu menulis seperti slide memori—lembut, satu frame ke frame lain,” jelasnya. “Aku ingin fotoku juga seperti itu, bukan gambar mati, tapi potongan waktu yang masih hidup.”
Motor adalah pelarian emosionalnya
Sejak kecil, Cheng Lei sudah terpesona pada motor sport miniatur. Kini, ia benar-benar menyalurkan hobinya itu di waktu luang. “Kadang aku naik motor malam-malam sendirian di jalan kosong,” katanya.
“Getarannya, suaranya, itu temanku. Waktu dunia sunyi, cuma aku dan motor itu yang saling memahami. Rasanya tenang sekali.” Baginya, menyalakan mesin bukan sekadar gaya, tapi cara untuk menenangkan diri dari tekanan syuting.
Ia punya grup motor di Hengdian—tanpa nama, hanya emoji
Saat ditanya tentang komunitas motornya, Cheng Lei tersenyum lebar. “Ada beberapa grup,” ujarnya. “Nama grupnya? Cuma emoji-emoji motor.” Ia mengaku grup itu berisi teman-teman yang sering riding bareng di sekitar lokasi syuting. “Kita semua pakai helm, nggak ada yang tahu siapa siapa. Ya biar seru aja.”
Soal fashion, ia memilih kenyamanan di atas segalanya
Meski kerap tampil modis di publik, Cheng Lei justru tidak memusingkan gaya berpakaian.
“Prinsipku sederhana: nyaman dulu,” katanya. “Aku suka yang polos, yang nggak ribet. Tapi aku tetap punya beberapa setelan jas, siapa tahu suatu saat dibutuhkan.”
Ketika pewawancara bercanda bahwa banyak penggemar ingin memakaikan bajunya ke pacar mereka, Cheng Lei menjawab ringan, “Kalau pacarnya nyaman, silakan. Aku nyaman pakai bajuku, tapi pacarnya belum tentu.”
Ia sempat gugup saat diminta menyanyikan OST drama
Cheng Lei juga menunjukkan sisi rendah hatinya ketika mengaku terkejut saat ditawari menyanyikan OST Shadow Love. “Awalnya aku pikir, ‘Serius? Bisa nggak ya?’” katanya. “Tapi guru vokal sabar sekali. Setelah latihan, ternyata hasilnya lumayan.” Ia juga menyebut ingin belajar dari penyanyi seperti Liu Yuning, tapi menahan diri agar tidak mengganggu. “Mereka sibuk, aku belajar sendiri dulu deh. Nanti kalau udah siap baru minta bimbingan.”
Ia suka travelling dan pernah jadi pemandu wisata sungguhan
Dalam wawancara itu, Cheng Lei mengaku bisa membayangkan dirinya sebagai travel blogger. “Aku ingin keliling dunia dan bisa menjelaskan sejarah tiap tempat dari sudut pandangku,” ucapnya. “Seperti belajar sambil jalan.”
Ia bahkan sudah pernah merasakan jadi “pemandu wisata” lewat program Random Tour (旅行任意门). “Capek tapi seru. Cuma waktunya pendek banget, padahal aku ingin lebih lama di tiap kota.”
Di balik sikap tenangnya, ia punya jiwa reflektif dan puitis
Setiap kali bicara, Cheng Lei menunjukkan kedalaman berpikir yang jarang dimiliki aktor muda seusianya. Ia memandang hobi dan pekerjaannya sebagai ruang untuk memahami diri sendiri.
“Banyak hal yang aku suka, semuanya akhirnya jadi teman emosional,” katanya pelan. “Melukis, foto, motor—semuanya kayak cara untuk bicara sama diri sendiri.”
Dengan caranya yang lembut, jujur, dan penuh imajinasi, Cheng Lei menampilkan sosok seniman yang tak terjebak dalam citra “aktor tampan”. Ia mencintai detail kecil dalam hidup—cahaya, gerak, suara mesin, atau bahkan momen diam—semuanya ia rangkul sebagai bagian dari dirinya. Dan mungkin, justru di sanalah letak pesonanya yang paling nyata.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


