LayarHijau.com – Drama fantasi kostum Whispers of Fate (水龙吟) yang dibintangi Luo Yunxi resmi menayangkan episode terakhirnya. Babak penutup yang penuh tragedi ini memicu kehebohan besar, terutama karena pengorbanan sang tokoh utama, Tang Lici, serta terungkapnya identitas asli dalang terbesar cerita, Yi Que Yin Yang, yang ternyata selama ini menyamar sebagai muridnya sendiri.
Dalam episode ke-40, Tang Lici berlayar seorang diri menuju laut untuk menghadapi Yi Que Yin Yang. Di sana ia akhirnya memahami seluruh teka-teki yang selama ini menimbulkan kecurigaan. Sosok yang ia kenal sebagai Xiao Shi rupanya hanyalah kedok. Dalang sesungguhnya adalah Ye Mo—yang juga menciptakan boneka lainnya, Gui Mudan, untuk menjalankan rencananya.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Ye Mo berasal dari dunia yang sama dengan Tang Lici. Keduanya merupakan “anak suci”, tetapi cara pandang mereka berbeda jauh. Tang Lici tidak tega melihat manusia mengalami penderitaan hidup dan mati, sementara Ye Mo memilih jalan ekstrem: memanfaatkan Pohon-Pohon Perunggu untuk menyerap energi seluruh Shenzhou agar dunianya yang mati dapat hidup kembali.
Tang Lici, yang telah menyaksikan sahabat-sahabat terdekatnya—Fang Zhou, Liu Yan, dan Chi Yun—gugur satu per satu, tidak rela melihat Shenzhou turut hancur. Karena itu ia mengambil keputusan terakhir: mengorbankan hidupnya untuk membalikkan waktu ke masa sebelum Ye Mo muncul.
Pengorbanan itu membuat semua sahabatnya yang tewas hidup kembali, tetapi seluruh ingatan orang tentang Tang Lici menghilang total. Tidak seorang pun di Shenzhou yang masih mengingat keberadaan pahlawan yang telah menyelamatkan dunia itu.
Beberapa tahun kemudian, akhir drama menampilkan seekor rubah putih kecil yang muncul di kaki Gunung Li. Pendekar Xue Xianzi tampak mengenalinya sebagai wujud lain Tang Lici, lalu memanggilnya dengan sebutan lamanya, “rubah kecil”. Beberapa tahun berikutnya, ketika Shenzhou kembali dirundung bencana, seekor naga rubah putih terbang ke angkasa dan menstabilkan keadaan sebelum menghilang tanpa jejak.
Akhir yang tragis ini membuat banyak penonton terpukul karena Tang Lici tidak mendapatkan akhir bahagia yang mereka tunggu. Namun sebagian lain menilai bahwa keputusan tersebut sangat sesuai dengan karakter Tang Lici yang selalu mendahulukan keselamatan dunia di atas dirinya sendiri.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


