LayarHijau.com – Film wuxia Blades of the Guardians (镖人) terus mencatatkan performa kuat di box office China. Pada 5 Maret, saat memasuki hari ke-17 penayangannya, total pendapatan film ini telah melampaui 1,2 miliar yuan (sekitar Rp2,6 triliun).
Menurut laporan Sohu Entertainment, jika digabung dengan penjualan tiket prapenjualan, total pendapatan film tersebut bahkan telah melampaui film Avatar 3. Pencapaian ini juga membuat Blades of the Guardians berhasil masuk ke dalam 100 besar daftar film dengan pendapatan box office tertinggi sepanjang sejarah di China daratan.
Performa film ini diperkirakan masih akan terus bertambah. Proyeksi industri menyebutkan total box office akhirnya bisa melampaui 1,4 miliar yuan (sekitar Rp3,08 triliun). Jika angka itu tercapai, film ini berpotensi naik ke sekitar peringkat 75 dalam daftar box office sepanjang masa di China daratan.
Dari total pendapatan yang sudah diraih sejauh ini, pihak investor dilaporkan telah menerima pembagian keuntungan sekitar 427 juta yuan (sekitar Rp939 miliar). Jika total box office benar-benar mencapai 1,4 miliar yuan (sekitar Rp3,08 triliun), maka pembagian keuntungan akhir untuk investor diperkirakan berada di kisaran 500 juta yuan (sekitar Rp1,1 triliun).
Film epik ini tayang perdana pada hari kedua Tahun Baru Imlek 2026. Blades of the Guardians disutradarai oleh koreografer aksi legendaris Yuen Woo-ping, sosok yang dikenal luas lewat berbagai film bela diri klasik. Proyek ini juga menarik perhatian besar karena menghadirkan jajaran pemeran lintas generasi dalam satu produksi berskala besar.
Menurut laporan Beijing News, para aktor yang terlibat dalam film ini secara kolektif telah memerankan 391 karakter aksi sepanjang karier mereka. Angka tersebut membuat film ini terasa seperti perayaan besar bagi sinema aksi China, karena mempertemukan bintang bela diri dari berbagai era di satu layar.
Dari generasi senior yang lahir pada 1960-an, film ini menghadirkan nama besar seperti Jet Li dan Kara Wai. Sementara generasi inti yang lahir pada 1970-an hingga 1980-an diwakili oleh tokoh berpengaruh seperti Wu Jing dan Nicholas Tse.
Di sisi lain, generasi baru menampilkan aktor yang sedang naik daun seperti Ci Sha dan Yu Shi, yang belakangan semakin dikenal lewat berbagai proyek film aksi besar.
Daftar pemain film ini juga diperkuat oleh aktor berpengalaman seperti Tony Leung Ka-fai, Yu Rongguang, Max Zhang, dan Wen Junhui, menciptakan kolaborasi lintas generasi yang jarang terjadi dalam perfilman aksi China modern.
Di antara para aktor senior tersebut, Tony Leung Ka-fai tercatat telah membintangi 46 film aksi sepanjang kariernya, termasuk karya terkenal seperti New Dragon Gate Inn dan Ashes of Time. Sementara itu, Kara Wai menjadi salah satu figur paling produktif di genre ini dengan 83 film aksi, termasuk Swordsman III: The East Is Red dan Iron Monkey.
Dari segi pencapaian komersial, Wu Jing memegang rekor box office tertinggi di antara para pemeran film ini, dengan total pendapatan mencapai 9,802 miliar yuan (sekitar Rp21,5 triliun). Kesuksesan tersebut berasal dari berbagai film populer seperti SPL: Kill Zone, Wolf Warrior, dan The Battle at Lake Changjin.
Blades of the Guardians juga menandai kembalinya Jet Li ke film aksi bela diri berlatar sejarah setelah sekitar 15 tahun. Proyek ini disebut sebagai salah satu film yang ia dukung kuat, terutama untuk memberi ruang bagi generasi aktor aksi yang lebih muda, termasuk Wu Jing.
Dengan Yuen Woo-ping, yang kini berusia 81 tahun, kembali duduk di kursi sutradara, Wu Jing bahkan menyebut film ini berpotensi menjadi “perayaan besar terakhir film bela diri” dalam sinema China. Jika benar demikian, Blades of the Guardians bukan sekadar film aksi biasa, melainkan sebuah proyek yang merangkum puluhan tahun tradisi film bela diri dalam satu produksi epik.










