Posted in

Drama Pendek AI Meledak! Modal Beberapa Juta Rupiah Bisa Tembus Ratusan Juta Views Tanpa Bayar Aktor

Bagikan

LayarHijau.com – Drama pendek berbasis AI (artificial intelligence/ kecerdasan buatan) kini menjadi fenomena baru di industri konten digital China. Dalam beberapa bulan terakhir, genre ini mengalami lonjakan popularitas yang signifikan dan disebut sebagai salah satu jalur pertumbuhan tercepat di industri drama pendek.

Salah satu judul yang mencuri perhatian adalah Doomsday Cold Wave: I Have a Mobile Fortress (末日寒潮我有移动堡垒我怕谁). Drama pendek AI bergaya realistis ini mencatat kenaikan penayangan hingga 230 juta dan berhasil menempati posisi teratas kategori terkait. Tak kalah mencolok, Immortal Execution Platform AI Live Action (斩仙台AI真人版) hanya dalam dua hari sejak tayang langsung memuncaki daftar tontonan populer, dan dalam enam hari penayangannya menembus 100 juta views.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Fenomena ini membuat perusahaan teknologi besar seperti ByteDance dan Tencent ikut mempercepat langkah mereka dalam mengembangkan lini produksi drama pendek berbasis AI. AI drama pendek, khususnya yang menampilkan karakter virtual menyerupai manusia nyata, kini dipandang sebagai sumber trafik baru yang sangat potensial.

Jumlah Produksi Melonjak Sepanjang 2025

Data pasar menunjukkan bahwa sepanjang 2025, jumlah drama pendek yang sepenuhnya dihasilkan AI tumbuh pesat. Pada Januari, hanya terdapat 4 judul yang masuk daftar peringkat. Namun pada November, jumlah tersebut melonjak menjadi 217 judul.

Lonjakan ini tidak lepas dari kemampuan teknologi AI memangkas biaya produksi secara drastis.

Berbeda dengan drama pendek konvensional yang membutuhkan aktor, kru lapangan, lokasi syuting, tata rias, kostum, hingga akomodasi, drama pendek AI tidak memerlukan pemain sungguhan. Kreator cukup memasukkan kata kunci terkait tampilan karakter, gaya visual, dan latar cerita ke dalam sistem AI. Dalam waktu singkat, sistem dapat menghasilkan aktor virtual yang bisa disesuaikan untuk genre kostum sejarah, modern, misteri, hingga fantasi.

Honor pemain, biaya lokasi, hingga pengeluaran logistik menjadi tidak relevan.

Estimasi Biaya Produksi Sekitar Rp4–5 Jutaan

Dialog dapat dibuat melalui alat pengisi suara AI yang memungkinkan pengaturan nada dan tempo tanpa perlu rekaman ulang berulang kali. Latar tempat dan properti dihasilkan secara digital, sehingga tidak perlu membangun set fisik atau menyewa peralatan mahal. Bahkan penulisan naskah sederhana pun dapat dibantu AI.

Inilah yang memunculkan narasi “modal beberapa ribu yuan bisa menghasilkan ratusan juta views.”

Sebagai gambaran, biaya produksi proyek AI berdurasi sekitar 90 menit disebut dapat ditekan hingga sekitar 2.000 yuan. Dengan asumsi 1 yuan berkisar Rp2.200–Rp2.300, angka tersebut setara kurang lebih Rp4,4–Rp4,6 juta. Sebelumnya, proyek dengan durasi serupa bisa menghabiskan lebih dari 10.000 yuan atau sekitar Rp22 juta.

Contoh lain adalah drama AI realistis The King of Feng Shui (风水之王) yang dilaporkan meraih total 370 juta penayangan setelah dirilis. Pendapatannya disebut mencapai 1,7 juta yuan. Jika dikonversi, jumlah tersebut setara sekitar Rp3,7 miliar.

Struktur tim produksinya pun sangat ramping. Satu proyek drama pendek AI berkualitas disebut cukup ditangani oleh 4–5 orang. Biaya utama biasanya hanya mencakup langganan alat AI, pengembangan naskah, serta penyuntingan akhir.

Teknologi seperti Seedance 2.0 bahkan diklaim mampu meningkatkan tingkat keberhasilan video 15 detik hingga 90 persen, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata industri sebelumnya yang sekitar 20 persen. Hal ini membuat proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien.

Peluang Besar, Tantangan Nyata

AI memang membuka peluang baru bagi kreator kecil untuk masuk ke industri drama pendek. Ritme produksi menjadi lebih cepat dan hambatan modal semakin rendah.

Namun di balik euforia tersebut, tantangan tetap ada. Banyak drama pendek AI dinilai masih terjebak pada pola cerita yang repetitif. Kualitas emosi karakter virtual dan kedalaman narasi juga masih menjadi sorotan. Selain itu, isu orisinalitas dan hak cipta menjadi perhatian penting di tengah pesatnya penggunaan teknologi generatif.

Jika hanya mengandalkan biaya murah dan formula instan, tren ini berisiko menjadi gelombang trafik sesaat. Untuk benar-benar mengubah lanskap industri drama pendek, kualitas cerita, kreativitas visual, dan keberanian bereksperimen tetap menjadi kunci utama.

Catatan editor: judul-judul drama pendek di atas bukan judul resmi melainkan terjemahan Bahasa Inggris kasar/literal.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *