Studio Wang Churan Trending Usai Rilis Video “Paris Bukan untuk Transit”, Picu Pro dan Kontra

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Studio aktris China Wang Churan menjadi trending di media sosial setelah merilis video di balik layar (dokumentasi persiapan) keberangkatannya ke Paris untuk menghadiri peragaan busana Dior dalam ajang Paris Fashion Week. Video tersebut memicu pro dan kontra karena kalimat pembukanya dinilai sebagian warganet menyinggung situasi yang dialami Dilraba Dilmurat.

Seperti diketahui, Dior mengundang Wang Churan dan Dilraba untuk menghadiri peragaan busana mereka di Paris. Namun pada akhirnya, hanya Wang Churan yang tampil di lokasi. Dilraba terpaksa absen setelah penerbangannya terdampak situasi konflik di kawasan Timur Tengah, sehingga ia harus transit di Dubai dan gagal tiba tepat waktu.

- Advertisement -

Di tengah situasi tersebut, studio Wang Churan merilis video di balik layar yang memperlihatkan proses persiapan sang aktris sebelum berangkat. Kalimat pertama dalam video itu berbunyi dalam bahasa Mandarin yang jika diterjemahkan berarti, “Paris bukan untuk transit.” Kalimat ini merujuk pada dialog terkenal dari film Sabrina yang dibintangi Audrey Hepburn.

Dalam film tersebut, karakter Sabrina mengucapkan dialog lengkap: “I have learned how to live… how to be in love in Paris. Paris is not for changing planes.” Jika diterjemahkan secara bebas, kalimat itu berarti, “Aku belajar bagaimana menjalani hidup… bagaimana jatuh cinta di Paris. Paris bukan untuk transit.”

- Advertisement -

Pemilihan kutipan inilah yang kemudian memicu perdebatan. Sejumlah penggemar Dilraba menilai penggunaan kalimat tersebut kurang sensitif, mengingat sang aktris memang gagal hadir karena harus transit dan akhirnya tertahan. Mereka menduga ada unsur sindiran dalam konsep video yang dirilis.

Namun, penggemar Wang Churan memberikan pembelaan. Mereka menilai kutipan itu adalah referensi klasik yang relevan dengan tema Paris dan dunia mode, serta tidak seharusnya dikaitkan dengan situasi siapa pun. Menurut mereka, konflik ini terlalu dibesar-besarkan oleh pihak luar.

Di sisi lain, banyak netizen umum mencoba bersikap lebih objektif. Mereka berpendapat bahwa jika memang ada pihak yang dianggap kurang sensitif, maka yang patut dikritik adalah tim atau studio sebagai pihak yang menyusun konsep dan narasi video, bukan Wang Churan sebagai artis yang tampil. “Konsep konten pasti dibuat tim. Artis belum tentu menentukan kalimat pembuka,” tulis salah satu komentar yang ramai mendapat dukungan.

Sementara itu, absennya Dilraba juga dikaitkan dengan kabar berakhirnya kontraknya bersama Jay Walk Studio setelah 13 tahun kerja sama. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai status tersebut, rumor ini ikut memperbesar perhatian publik terhadap setiap perkembangan yang berkaitan dengan dirinya.

- Advertisement -

Terlepas dari polemik yang muncul, Wang Churan tetap tampil sendiri di peragaan busana Dior dan menuai pujian atas penampilannya. Foto-fotonya di acara tersebut beredar luas di media sosial dan mendapat respons positif.

Perdebatan mengenai satu kalimat dalam video promosi ini menunjukkan bagaimana detail kecil bisa memicu tafsir berbeda di tengah situasi yang sensitif. Hingga kini, studio Wang Churan belum memberikan klarifikasi tambahan terkait maksud penggunaan kutipan tersebut, sementara diskusi di dunia maya masih terus berlangsung.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments