Ayah Dilraba Dilmurat Mendadak Viral, Ternyata Seniman Legendaris Xinjiang

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Nama aktris populer Dilraba Dilmurat kembali menjadi sorotan publik. Selain kabar tentang proyek dramanya yang belum tayang tetapi sudah ramai diperbincangkan, perhatian netizen juga tertuju pada sosok ayahnya yang baru-baru ini mendadak viral di internet.

Banyak orang sebelumnya tidak menyadari bahwa ayah Dilraba bukanlah orang biasa. Sosok yang selama ini hidup relatif jauh dari sorotan publik itu ternyata merupakan seniman kelas atas yang telah lama berkarya di dunia seni.

- Advertisement -

Ayah Dilraba bernama Dilimulati·Aibaidula. Ia merupakan aktor tingkat nasional kelas satu di Xinjiang Song and Dance Troupe sekaligus penyanyi terkenal yang menerima tunjangan khusus dari Dewan Negara China. Pada masa mudanya, ia pernah menempuh pendidikan di China Conservatory of Music dan selama puluhan tahun mendedikasikan diri untuk mengembangkan musik etnis Xinjiang.

Salah satu karya yang paling dikenal dari sang ayah adalah lagu klasik berjudul Grassland Night. Lagu tersebut sangat populer di kalangan masyarakat dan bahkan dianggap sebagai salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan karier seninya.

- Advertisement -

Sosoknya mulai kembali menarik perhatian publik setelah tampil di panggung Gala Festival Musim Semi Kekedala 2026. Dalam acara tersebut, ia membawakan lagu Grassland Night dengan teknik vokal yang stabil dan kuat. Penampilannya dipuji oleh banyak netizen karena dianggap memiliki kualitas “sekelas buku pelajaran”, dengan nada tinggi yang jernih, kontrol napas yang baik, serta penghayatan emosi yang mendalam.

Video penampilannya kemudian menyebar luas di internet dan menjadi viral. Banyak orang baru menyadari bahwa bakat seni yang dimiliki Dilraba kemungkinan besar juga berasal dari warisan genetik keluarganya.

- Advertisement -

Perjalanan karier Dilraba sendiri memang tidak lepas dari pengaruh lingkungan seni di keluarganya. Ia diketahui sudah masuk akademi tari profesional pada usia sembilan tahun. Ketika berusia 15 tahun, ia bahkan sempat bergabung dengan Xinjiang Song and Dance Troupe.

Sejak kecil ia terbiasa melihat sang ayah tampil di atas panggung. Pengalaman itu secara tidak langsung membentuk sikap disiplin dan profesional dalam dirinya.

Hal ini juga terlihat dalam pekerjaannya sebagai aktris. Dalam banyak proyek drama dan film, Dilraba dikenal berusaha melakukan sendiri berbagai adegan sulit tanpa menggunakan pemeran pengganti. Ia juga terkenal sangat teliti dalam mempersiapkan detail karakter yang diperankannya.

Menariknya, baik ayah maupun putrinya sama-sama dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Meski memiliki reputasi tinggi di dunia seni Xinjiang—bahkan patung sang ayah pernah dipamerkan di museum Xinjiang—keduanya tidak pernah memanfaatkan latar belakang keluarga untuk mencari sensasi atau publisitas.

Karena itulah, setelah penampilan sang ayah viral, banyak netizen yang justru merasa semakin menghargai perjalanan karier Dilraba. Mereka menilai bahwa kesuksesan aktris tersebut tidak hanya datang dari popularitas, tetapi juga dari tradisi seni yang telah lama mengakar di keluarganya.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments