LayarHijau.com – Film aksi bela diri Blades of the Guardians (鏢人:風起大漠) menunjukkan performa yang semakin kuat selama periode libur Tahun Baru Imlek 2026. Disutradarai oleh maestro laga Yuen Woo-ping dan dibintangi deretan aktor papan atas seperti Wu Jing, Nicholas Tse, Yu Shi, serta Jet Li, film ini sempat memulai langkahnya dengan cukup berat sebelum akhirnya bangkit dan menyalip para pesaingnya.
Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, film ini dibuka dengan pendapatan 132 juta yuan atau sekitar Rp322 miliar (berdasarkan kurs saat ini). Meski angka tersebut tergolong besar, posisinya masih berada di peringkat keempat box office harian, dengan tingkat okupansi kursi yang termasuk rendah dibandingkan lima film besar lainnya yang tayang bersamaan.
Memasuki hari kedua, pendapatan harian sempat turun menjadi 98,59 juta yuan (sekitar Rp240 miliar). Penurunan ini sempat memunculkan kekhawatiran bahwa film tersebut akan kesulitan bersaing di tengah ketatnya persaingan musim liburan.
Namun situasi berubah setelah ulasan positif dari penonton mulai bermunculan. Aksi koreografi pertarungan khas Yuen Woo-ping dan atmosfer epik padang pasir menjadi daya tarik utama yang banyak dipuji.
Pada hari ketiga, pendapatan melonjak ke angka 112 juta yuan (sekitar Rp273 miliar). Kenaikan ini membuatnya berhasil menyalip film animasi Boonie Bears: The Hidden Protector dan naik ke posisi ketiga dalam daftar box office harian.
Momentum tersebut terus berlanjut pada hari keempat. Blades of the Guardians mencatatkan 114 juta yuan (sekitar Rp278 miliar) dan secara resmi menyalip Scare Out untuk menduduki posisi kedua box office harian Imlek.
Melihat tren yang semakin positif, dua platform analisis box office terbesar di China, Maoyan dan Dengta, merevisi proyeksi total pendapatan film ini. Keduanya kini memperkirakan total akhir berada di kisaran 1,24 miliar hingga 1,52 miliar yuan, atau sekitar Rp3 triliun hingga Rp3,7 triliun jika tren ini terus berlanjut.
Kebangkitan bertahap ini menunjukkan bahwa kekuatan promosi dari mulut ke mulut atau rekomendasi penonton menjadi faktor krusial dalam menentukan nasib film di pasar yang sangat kompetitif, terutama selama periode emas seperti Tahun Baru Imlek.










