LayarHijau.com – Adaptasi live-action One Piece dari Netflix kembali mencuri perhatian setelah musim keduanya meraih skor sempurna di Rotten Tomatoes. Pencapaian ini sekaligus menepis keraguan banyak pihak yang sebelumnya meragukan kemampuan Netflix mengadaptasi manga dan anime legendaris tersebut ke format live-action.
One Piece sendiri diciptakan oleh Eiichiro Oda dan mulai diserialisasikan di majalah Weekly Shōnen Jump pada 1997. Sejak saat itu, kisah petualangan bajak laut ini berkembang menjadi fenomena global di dunia anime dan manga.
Cerita One Piece berfokus pada Monkey D. Luffy, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut. Untuk mencapai mimpinya, ia berlayar mencari harta karun legendaris “One Piece” yang ditinggalkan oleh Gol D. Roger. Dalam perjalanannya, Luffy mengumpulkan kru unik yang kemudian dikenal sebagai Bajak Laut Topi Jerami, termasuk Roronoa Zoro, Nami, Usopp, dan Sanji, untuk menaklukkan lautan berbahaya Grand Line.
Ketika proyek live-action ini pertama kali diumumkan oleh Netflix, banyak penggemar skeptis dan meragukan apakah kisah anime berskala besar seperti One Piece bisa diadaptasi dengan baik. Namun, musim kedua serial ini justru mendapatkan sambutan yang sangat positif.
Serial yang dikembangkan oleh Steven Maeda dan Matt Owens tersebut meraih skor kritikus sempurna 100 persen di Rotten Tomatoes. Sebagai perbandingan, musim pertama sebelumnya memperoleh skor 86 persen dari kritikus dan 95 persen dari penonton, sementara musim kedua mencatat 100 persen dari kritikus dan 99 persen dari penonton.
Kritikus ScreenRant, Merlyn De Souza, bahkan menyebut serial ini sebagai “masterclass dalam adaptasi live-action.” Banyak pengulas di Rotten Tomatoes juga menilai One Piece sebagai salah satu serial original terbaik Netflix sekaligus contoh paling berhasil dalam mengadaptasi manga dan anime shonen ke format live-action.
Kesuksesan One Piece sebenarnya sudah terlihat sejak versi animenya. Serial animasi ini telah melampaui 1000 episode dan menjadi salah satu anime paling populer di dunia. Netflix sendiri melaporkan bahwa lebih dari 1,7 miliar jam tayang dari serial anime One Piece telah ditonton di platform mereka.
Adaptasi live-action-nya juga langsung memuncaki tangga popularitas saat dirilis, bahkan sempat menjadi tontonan nomor satu di 46 negara.
Musim kedua juga memicu banyak pembicaraan di kalangan penggemar karena kemunculan lebih awal karakter populer Bartolomeo. Dalam manga dan anime karya Eiichiro Oda, karakter favorit penggemar tersebut sebenarnya baru muncul jauh lebih belakangan. Kehadirannya lebih cepat di serial Netflix memicu spekulasi bahwa adaptasi live-action ini mungkin akan mengubah atau menata ulang sebagian alur cerita dari versi aslinya.
Di sisi lain, Netflix juga telah mengonfirmasi bahwa produksi untuk musim ketiga sudah dimulai. Para pemeran utama, termasuk Iñaki Godoy sebagai Luffy, Mackenyu sebagai Zoro, Emily Rudd sebagai Nami, Jacob Romero Gibson sebagai Usopp, dan Taz Skylar sebagai Sanji, telah berkumpul di Cape Town, South Africa untuk memulai proses syuting.
Musim ketiga juga akan menghadirkan dua pemeran baru, yakni Xolo Maridueña sebagai Portgas D. Ace dan Cole Escola sebagai Bentham (Bon Clay).
Saat ini, One Piece season 2 sudah tersedia untuk ditonton di Netflix. Sementara itu, musim ketiga belum memiliki tanggal rilis resmi, tetapi diperkirakan akan tayang pada akhir 2027.










