Pendapatan Ju Jingyi Disorot, 3 Foto Senilai Rp660 Juta, Praktisi Industri Hiburan China Ungkap “Penghasilan Tersembunyi” Artis

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Sebuah rincian pendapatan artis China Ju Jingyi yang beredar di dunia maya memicu perbincangan luas di kalangan netizen. Data yang belum terverifikasi secara resmi itu mengungkap total pemasukan yang disebut telah melampaui 50 juta yuan, atau sekitar Rp110 miliar (dengan asumsi kurs ±Rp2.200 per yuan).

Rincian tersebut mencakup berbagai sumber penghasilan, mulai dari proyek akting, kerja sama komersial, hingga aktivitas di dunia fashion dan media sosial. Dalam dokumen yang beredar, pendapatan Ju Jingyi dibagi ke dalam empat kategori utama.

Honor Drama hingga Endorsement Jadi Sumber Utama

Di sektor akting, bayaran dari drama menjadi sumber utama. Untuk proyek drama Veil of Shadows, ia disebut menerima honor sebesar 16 juta yuan, setara sekitar Rp35 miliar. Angka ini langsung menjadi salah satu topik paling ramai diperbincangkan.

- Advertisement -

Sementara itu, kerja sama bisnis dan endorsement memberikan kontribusi terbesar. Dari berbagai kontrak brand, promosi, hingga status sebagai duta merek tahunan, total pendapatan dari sektor ini disebut melampaui 20 juta yuan, atau sekitar Rp44 miliar.

Pendapatan dari acara dan event juga tidak kalah signifikan. Ju Jingyi dikabarkan rutin tampil di berbagai gala, acara televisi, dan festival industri, dengan bayaran per acara berkisar antara 300 ribu hingga 1,5 juta yuan, atau sekitar Rp660 juta hingga Rp3,3 miliar.

- Advertisement -

Selain itu, kerja sama dengan majalah fashion dan aktivitas khusus lainnya turut menyumbang pemasukan hingga jutaan yuan, atau miliaran rupiah.

3 Foto Dibayar Rp660 Juta, Iklan Terselubung Jadi Sorotan

Salah satu poin yang paling menarik perhatian publik adalah klaim bahwa satu unggahan iklan di media sosial—berisi tiga foto—dapat menghasilkan bayaran sebesar 300 ribu yuan, atau sekitar Rp660 juta. Bahkan, kerja sama dengan majalah disebut-sebut bisa memberikan pembagian keuntungan hingga mendekati 10 juta yuan (sekitar Rp22 miliar), meskipun angka ini masih diperdebatkan dan belum dikonfirmasi.

Praktisi Ungkap “Penghasilan Tersembunyi” Artis

Seorang sumber dari industri hiburan China yang disebut sebagai Cheng Cheng mengungkap bahwa di luar pendapatan utama, artis sebenarnya memiliki banyak “penghasilan tersembunyi” yang sering luput dari perhatian publik. Salah satu yang paling umum adalah promosi terselubung di media sosial.

Menurutnya, unggahan yang menyisipkan produk tertentu bisa menghasilkan bayaran puluhan hingga ratusan ribu yuan per postingan, atau sekitar Rp200 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. Untuk artis papan atas, tarif ini bahkan bisa mencapai 600 ribu hingga 700 ribu yuan (sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar) untuk satu konten.

Promosi ini tidak selalu berupa iklan terang-terangan. Artis sering memasukkan produk dalam unggahan sehari-hari, seperti foto outfit, tas, kosmetik, video unboxing, hingga gaya berpakaian di bandara. Menariknya, jumlah bayaran biasanya tidak terlalu bergantung pada jumlah foto, melainkan pada popularitas artis dan platform yang digunakan.

- Advertisement -

Cheng Cheng juga menyebut bahwa artis perempuan cenderung memiliki pemasukan tersembunyi lebih tinggi dibandingkan artis pria. Hal ini disebabkan oleh variasi produk yang lebih luas serta kecenderungan artis perempuan yang lebih aktif menerima kerja sama promosi.

Fakta di Balik Karpet Merah dan Majalah

Terkait acara karpet merah, ia mengungkap bahwa umumnya tidak ada bayaran kehadiran. Penyelenggara hanya menanggung biaya makeup dan styling. Namun, dalam beberapa kasus, studio pribadi artis bisa menaikkan laporan biaya untuk mendapatkan selisih keuntungan, praktik yang disebut lebih sering terjadi pada agensi kecil.

Soal kontroversi pembagian keuntungan majalah, Cheng Cheng menjelaskan bahwa sistem tersebut memang ada, tetapi tidak umum. Majalah cetak biasanya tidak memberikan bagi hasil, sementara majalah digital terkadang menawarkan pembagian penjualan jika melibatkan artis dengan popularitas tinggi.

Ia bahkan mengungkap bahwa seorang aktor pria yang baru naik daun baru-baru ini bisa meraup hampir 10 juta yuan (sekitar Rp22 miliar) hanya dari kerja sama majalah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dengan berkembangnya media sosial, struktur pendapatan artis kini semakin beragam. Sumber penghasilan yang terlihat sederhana di permukaan ternyata menyimpan nilai ekonomi besar, sekaligus mencerminkan kompleksitas industri hiburan modern dan pentingnya pengawasan yang lebih ketat.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments