LayarHijau.com— Suasana di Qingdao Movie Metropolis mendadak riuh saat Xiao Zhan muncul mengenakan jas hujan hitam panjang untuk upacara pemberkatan syuting drama terbaru. Proyek bertajuk The Infinite 10 Days ini merupakan adaptasi dari IP suspense populer yang menggabungkan elemen perulangan waktu dengan permainan psikologis yang intens. Diproduksi oleh Tencent Video dan Linmon Media, drama ini menempatkan Xiao Zhan sebagai pemeran utama bernama Qi Xia, seorang pakar psikologi yang terjebak dalam teka-teki mematikan. Dengan konsep 10 hari hitung mundur, serial ini dijanjikan akan menjadi standar baru dalam genre thriller psikologis di tahun 2026.
Kehadiran Xiao Zhan di lokasi syuting langsung memicu antusiasme global, terutama setelah ia mengucapkan dialog ikonik karakternya. “Nama saya Qi Xia, dan saya akan mulai berbohong,” ucapnya, yang seketika menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Demi mendalami peran yang kompleks ini, Xiao Zhan dikabarkan telah menghabiskan waktu tiga bulan untuk mempelajari buku-buku psikologi kriminal. Ia terlibat diskusi mendalam dengan tim penulis naskah guna memastikan logika karakter Qi Xia tetap tajam, menunjukkan dedikasi tinggi di tengah tren produksi instan yang marak saat ini.
Di kursi penyutradaraan, proyek ambisius ini dipimpin oleh Derek Hui, sutradara berbakat yang dikenal luas melalui kesuksesan drama hit “I Am Nobody”. Reputasi Derek Hui dalam menggarap karya-karya dengan rating tinggi serta kemampuannya menghidupkan karakter yang dinamis menjadi jaminan kualitas untuk serial ini. Ia dipercaya mampu membawakan teknik pengambilan gambar yang imersif guna mendukung narasi tegang yang diangkat dari novel yang telah merajai posisi tiga besar tangga buku suspense Douban selama 47 minggu berturut-turut.
Kekuatan The Infinite 10 Days juga didukung oleh jajaran pemeran pendukung yang luar biasa. Drama ini menampilkan Wei Daxun dan Hu Xianxu sebagai pemeran utama spesial, didukung oleh aktor-aktor berbakat seperti Li Zhiting, Li Zefeng, Vanda Margraf, Qiu Tian, Xing Jiadong, Li Sheng, Zhang Yitong, Liu Jiayi, Mao Xiaohui, Liang Chao, serta Mao Xiaotong dalam penampilan persahabatan. Sinergi antara aktor kawakan dan bintang muda ini diharapkan mampu memberikan kedalaman emosional pada setiap adegan.
Dari sisi produksi teknis, tim artistik dari film blockbuster The Wandering Earth turut bergabung untuk membangun labirin memori yang memadukan realitas dan ilusi. Selain inovasi visual, drama ini juga memperkenalkan terobosan teknologi melalui model pengembangan konten multidimensi. Penonton nantinya tidak hanya sekadar menyaksikan layar, tetapi bisa berinteraksi melalui permainan teka-teki yang dikembangkan melalui program mini di ponsel pintar menggunakan teknologi AR. Inovasi ini terbukti efektif menarik minat pasar, di mana penjualan novel aslinya melonjak hingga 300 persen segera setelah pengumuman produksi.
Di balik ketegangan alurnya, The Infinite 10 Days membawa pesan moral yang mendalam tentang penebusan dosa dan perdamaian dengan diri sendiri. Produser menekankan bahwa setiap karakter akan menghadapi dilema moral yang berat, dengan tema sentral bahwa “kebohongan pada akhirnya akan terungkap, dan hanya kebenaran yang dapat menyembuhkan jiwa.” Langkah produksi ini juga menunjukkan kepedulian pada budaya lokal dengan menyelipkan properti seperti jam pasir memori yang dibuat menggunakan teknik pembuatan kaca tradisional Shandong, membuktikan hiburan modern tetap bisa berjalan beriringan dengan pelestarian nilai budaya.









