LayarHijau.com– Pernah hidup susah di kamar sempit yang dingin dan dipenuhi kecoa, penyanyi IU kini membuktikan bahwa roda kehidupan bisa berputar lewat kerja keras. Namanya kini jadi perbincangan setelah membeli apartemen mewah Eterno Cheongdam seharga 130 miliar won (sekitar Rp150 miliar).
Menariknya, IU membeli aset tersebut secara tunai tanpa cicilan bank. Ini bukan sekadar pamer kekayaan, melainkan bukti nyata keberhasilannya membungkam orang-orang yang dulu meremehkannya.
Mengubah Sakit Hati Menjadi Motivasi
Masa kecil IU jauh dari kata mewah. Akibat bisnis orang tuanya bangkrut, ia harus tinggal bersama neneknya dalam kondisi serba kekurangan. Neneknya hanya mengandalkan jualan jepit rambut di pasar untuk bertahan hidup. Di saat itulah, IU sering dicibir oleh kerabatnya sendiri.
“Memangnya sembarang orang bisa jadi artis? Kalau kamu bisa, saya juga pasti bisa,” begitu kira-kira hinaan yang pernah diterima IU.
Bagi IU, kekayaan yang ia miliki sekarang bukan cuma buat foya-foya. Itu adalah “bukti nyata” untuk membalas mereka yang dulu memandang sebelah mata. Ia membuktikan bahwa bakatnya bisa menjadi modal besar untuk mengubah nasib.
Membangun Kerajaan Bisnis Sendiri
IU dikenal sangat mandiri dalam mengelola keuangannya. Ia tidak suka mengambil risiko dengan utang bank yang menumpuk. Beberapa aset properti yang ia miliki saat ini punya tujuan yang jelas:
Gedung di Gwacheon: Awalnya dikira buat investasi gelap (spekulasi), tapi IU membuktikan gedung itu dipakai untuk tempat latihan gratis bagi artis-artis juniornya.
Rumah di Yangpyeong: Sebuah tempat tinggal yang ia beli khusus agar keluarganya yang dulu sempat terpecah karena utang bisa berkumpul kembali.
Apartemen Eterno Cheongdam: Aset termahalnya saat ini yang nilainya dikabarkan sudah naik dua kali lipat sejak dibeli.
Kaya Raya Tapi Tetap Rendah Hati
Yang membuat publik Indonesia atau luar negeri kagum dengan IU bukan cuma rumah mewahnya, tapi sifat dermawannya. Setiap kali ia berhasil membeli aset baru, IU hampir selalu mengeluarkan donasi besar.
Hingga saat ini, total uang yang ia sumbangkan mencapai lebih dari 50 miliar won (sekitar Rp570 miliar). Karena pernah merasakan kedinginan dan kelaparan saat kecil, ia rutin menyumbang biaya penghangat ruangan dan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu.
Bagi IU, uang miliaran rupiah itu adalah cara paling elegan untuk berpamitan dengan masa lalunya yang pahit. Ia tidak membalas hinaan dengan kata-kata kasar, melainkan dengan angka-angka nyata dan aksi sosial yang nyata. Kini, orang tidak lagi iri melihat kekayaannya, karena semua tahu itu adalah hasil dari kerja keras yang luar biasa jujur.










