Chi Wen, Han Ba, hingga Jiu Ying: Penjelasan Mitologi Karakter dalam Veil of Shadows

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama fantasi China Veil of Shadows (月鳞绮纪) merupakan karya sutradara Guo Jingming yang dibintangi Ju Jingyi, Zeng Shunxi, Chen Duling, dan Tian Jiarui. Drama ini tayang di Youku dan mengangkat kisah tentang dunia manusia yang bertabrakan dengan dunia iblis, dewa naga, serta kekuatan kuno yang mengancam keseimbangan.

Ceritanya mengikuti Lu Wuyi, siluman rubah berekor sembilan yang menyusup ke lingkungan manusia untuk menjalankan misi rahasia. Dalam prosesnya, ia terlibat konflik besar yang melibatkan identitas tersembunyi, perebutan kekuatan dewa naga, serta kemunculan makhluk-makhluk kuno dari mitologi. Salah satu elemen penting dalam cerita adalah penyamaran identitas, ketika Chi Wen memerintahkan Ji Ling menyamar sebagai dirinya demi tujuan tertentu.

Chi Wen

Dalam drama, Chi Wen diperankan oleh Wang Duo dan digambarkan sebagai sosok yang berkaitan langsung dengan kekuatan Dewa Naga. Ia menjadi pusat konflik identitas karena memerintahkan Ji Ling menyamar sebagai dirinya, menciptakan lapisan tipu daya dalam cerita.

- Advertisement -

Dalam mitologi, Chi Wen adalah salah satu dari sembilan anak naga (龙生九子). Dalam beberapa versi tradisi, ia sering digambarkan memiliki bentuk paling liar, dengan tubuh menyerupai perpaduan naga dan ikan. Mulutnya besar dan selalu terbuka, seolah siap menelan apa pun di depannya. Ia erat dikaitkan dengan elemen air.

- Advertisement -

Urutan “anak keberapa” dalam sembilan anak naga tidak memiliki standar tunggal karena tiap dinasti dan teks menyusun daftar yang berbeda. Namun, Chi Wen hampir selalu masuk dalam kelompok inti, bersama makhluk lain seperti Bixi dan Pulao. Ia sering ditempatkan sebagai ornamen di bagian atap karena sifatnya yang “menelan” dan kemampuannya mengendalikan air.

Secara asal-usul, sembilan anak naga ini diyakini sebagai keturunan Long, naga dalam mitologi Tiongkok yang melambangkan kekuasaan dan kekuatan alam. Tidak selalu disebutkan siapa “ibu”-nya karena kisah ini lebih bersifat simbolik daripada narasi keluarga yang rinci. Dalam kepercayaan tradisional, Chi Wen melambangkan perlindungan dari kebakaran. Karena itu, ia ditempatkan di ujung atap bangunan istana dan kuil.

Han Ba

Han Ba dalam drama diperankan oleh Chang Huasen dan digambarkan sebagai salah satu kekuatan destruktif yang berbahaya dalam konflik utama.

Dalam mitologi, Han Ba dikenal sebagai makhluk yang membawa kekeringan ekstrem. Ia sering digambarkan memiliki wujud menyeramkan: tubuh kering, panas, dan memancarkan aura yang membuat air menghilang dari sekitarnya. Di mana pun ia muncul, tanah retak, sungai mengering, dan kehidupan perlahan mati.

Asal-usul Han Ba cukup unik. Dalam beberapa legenda, ia bukan makhluk jahat sejak awal, melainkan sosok yang memiliki hubungan dengan dunia langit. Ia pernah membantu Huangdi dalam peperangan melawan musuh, tetapi kemudian tidak bisa kembali ke langit dan akhirnya berubah menjadi makhluk pembawa bencana.

- Advertisement -

Karena sifatnya itu, Han Ba sering dianggap sebagai simbol ketidakseimbangan alam. Dalam banyak cerita rakyat, kehadirannya harus diusir atau ditenangkan agar hujan kembali turun. Versi drama biasanya memanfaatkan latar ini untuk memberi nuansa tragis—bukan sekadar monster, tetapi sosok yang terperangkap dalam takdirnya sendiri.

Bai Ze

Bai Ze diperankan oleh Wu Zhengrong dan menjadi salah satu sosok penting yang terlibat dalam konflik makhluk-makhluk kuat.

Dalam mitologi, Bai Ze adalah makhluk suci yang dikenal karena kecerdasannya yang luar biasa. Ia biasanya digambarkan sebagai hewan putih, sering menyerupai singa atau kambing dengan aura tenang dan agung. Berbeda dari banyak makhluk mitologi lain, Bai Ze tidak diasosiasikan dengan kehancuran, melainkan dengan pengetahuan.

Legenda paling terkenal menyebutkan bahwa Bai Ze pernah bertemu dengan Huangdi dan menjelaskan kepadanya tentang ribuan jenis roh, iblis, dan makhluk gaib, beserta cara menghadapinya. Pengetahuan ini kemudian dipercaya dicatat dalam kitab legendaris “Bai Ze Tu”.

Tidak seperti Chi Wen yang terkait dengan garis keturunan naga, Bai Ze dipandang sebagai makhluk unik tanpa silsilah keluarga yang jelas. Ia lebih berfungsi sebagai simbol kebijaksanaan dan perlindungan, serta sering dianggap sebagai penjaga pengetahuan dunia gaib.

Jiu Ying

Jiu Ying dalam drama menjadi salah satu ancaman besar yang berkaitan dengan kekuatan iblis kuno.

Dalam mitologi, Jiu Ying adalah monster dengan sembilan kepala, yang masing-masing dapat menyerang secara independen. Ia sering dikaitkan dengan elemen api dan air sekaligus, menjadikannya makhluk yang sulit dikalahkan.

Deskripsinya menggambarkan tubuh besar dengan sembilan leher yang menjulur ke berbagai arah, menciptakan kesan kekacauan. Setiap kepalanya dapat menyemburkan kekuatan berbeda, menjadikannya simbol bencana yang tidak terkendali.

Dalam legenda, Jiu Ying akhirnya dikalahkan oleh Hou Yi, pahlawan pemanah legendaris. Kekalahannya melambangkan kemenangan keteraturan atas kekacauan.

Tidak ada silsilah keluarga yang jelas untuk Jiu Ying karena ia lebih dianggap sebagai manifestasi kekuatan destruktif alam. Dalam banyak interpretasi modern, termasuk dalam drama, sosok ini sering dijadikan antagonis tingkat tinggi yang mewakili ancaman terbesar bagi dunia.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments