LayarHijau.com— Keberhasilan luar biasa drama romansa sejarah Pursuit of Jade (逐玉) tidak hanya membawa kesuksesan bagi para pemeran utamanya, Zhang Linghe dan Tian Xiwei, tetapi juga menjadi panggung bagi sebuah momen bersejarah di industri hiburan Tiongkok. Drama yang menceritakan kisah cinta penuh rintangan ini berhasil menyatukan chemistry luar biasa di layar, yang ternyata harus dijalani di tengah ketegangan nyata antara tim manajemen kedua bintang tersebut. Pada acara perayaan kemenangan drama tersebut yang digelar 13 April 2026, sebuah pemandangan yang tak terduga akhirnya terjadi, menandai babak baru dalam hubungan profesional di balik layar.
Dalam acara tersebut, manajer Zhang Linghe, Xu Yiruo, terlihat berdiri berdampingan dan bersulang dengan manajer Tian Xiwei, Gong Yuhan. Interaksi yang oleh netizen dijuluki sebagai “Rekonsiliasi Abad Ini” tersebut seketika meledak di media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Senyuman alami dan gerakan serasi saat mereka mengangkat gelas seolah menghapus bayang-bayang permusuhan panjang yang selama hampir satu dekade menjadi rahasia umum di kalangan industri hiburan, membuktikan bahwa kepentingan bisnis mampu melunakkan ego yang paling keras sekalipun.

Perseteruan ini berakar sejak sembilan tahun lalu, tepatnya pada tahun 2017 saat drama Blossom in Heart (海棠经雨胭脂透) diproduksi. Saat itu, Li Yitong yang berada di bawah naungan Xu Yiruo kehilangan posisi top billing yang diambil alih oleh Deng Lun, artis asuhan Gong Yuhan. Ketegangan semakin memuncak pada 2018 ketika peran dalam drama Dear Missy (了不起的女孩) yang seharusnya dimainkan oleh Li Qin dikabarkan direbut oleh Li Yitong. Konflik ini mencapai titik didih pada tahun 2020 ketika penulis skenario Yu Zheng secara terbuka memihak Xu Yiruo dan menuding Gong Yuhan melakukan tekanan terhadap artis tertentu.

Selama bertahun-tahun, permusuhan antar manajer ini memaksa Zhang Linghe dan Tian Xiwei untuk saling menjaga jarak demi menghindari konflik. Mereka sering terlihat menghindari kontak mata di karpet merah, duduk berjauhan dalam acara resmi, bahkan jarang berfoto bersama di lokasi syuting. Tian Xiwei pernah berseloroh dalam sebuah siaran langsung dengan mengatakan, “Kami dan manajer kami memang memiliki takdir yang unik,” yang sempat membuat Zhang Linghe terkejut dan bertanya, “Apa yang kau katakan?” menunjukkan betapa sensitifnya hubungan tim mereka di masa lalu.
Namun, kesuksesan masif Pursuit of Jade menjadi kunci utama mencairnya kebekuan ini. Dengan perolehan indeks popularitas yang menembus angka 40.000 di platform Tencent dan iQIYI, serta total penayangan global melampaui 3,3 miliar di Netflix, tekanan pasar dan modal akhirnya memaksa kedua tim untuk berdamai. Zhang Linghe bahkan tidak dapat menahan emosinya saat memberikan pidato di perayaan tersebut. Sambil terisak, ia menyatakan, “Di tengah masa sulit bagi industri ini, kita membutuhkan kepercayaan yang diberikan oleh pasar drama panjang seperti ini,” sambil menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh tim dan penonton.
Kini, setelah generasi pertama yang berseteru telah berdamai, para penggemar mulai menyuarakan harapan agar Zhang Linghe dan Tian Xiwei dapat segera bekerja sama kembali dalam proyek baru. Meskipun ada keraguan bahwa perdamaian ini hanyalah formalitas demi kepentingan komersial, banyak pihak menilai bahwa profesionalisme yang ditunjukkan oleh kedua aktor—termasuk adegan mesra yang improvisatif di dalam drama—adalah bukti bahwa mereka mampu melampaui konflik manajerial. Momen ini menjadi pengingat bagi industri bahwa di balik persaingan yang sengit, kolaborasi yang sukses tetap merupakan tujuan utama bagi semua pihak yang terlibat.










