LayarHijau.com – Fan club resmi Yang Zi menjadi sorotan setelah rangkaian kontroversi dalam tiga hari terakhir memicu kemarahan luas penggemar. Kasus ini bermula dari kesalahan aktivitas akun, melebar ke konflik antar fandom, hingga memunculkan dugaan masalah keuangan sebelum akhirnya berujung pada pembubaran dan restrukturisasi total.
Peristiwa ini pertama kali terungkap pada 14 April 2026, ketika netizen menemukan bahwa akun fan club resmi Yang Zi di Weibo menyukai (like) unggahan berisi konten negatif tentang sang aktris. Temuan tersebut langsung viral dan memicu kemarahan besar.

Pada 15 April dini hari, fan club resmi tersebut merilis pernyataan permintaan maaf. Mereka menjelaskan bahwa insiden itu terjadi karena kesalahan teknis saat memblokir konten, dengan menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan “误触” atau salah tekan. Mereka juga menyatakan bahwa pihak yang terkait dengan unggahan tidak pantas telah ditindak dan berjanji akan memperketat pengelolaan akun.
Namun, permintaan maaf ini tidak meredakan situasi. Sejumlah penggemar justru semakin kecewa dan mulai menyerukan pembubaran serta restrukturisasi fan club resmi.

Masih pada 15 April, setelah pernyataan tersebut dirilis, netizen menemukan bahwa akun fan club resmi Yang Zi mengikuti (follow) super topik milik Dilraba Dilmurat. Temuan ini langsung memperluas kontroversi.

Situasi semakin memanas setelah terungkap bahwa fan club tersebut juga membuat unggahan menggunakan tagar terkait, dengan pernyataan langsung: “Memangnya kamu juga pantas untuk di-follow?”
Pernyataan ini memicu kemarahan penggemar Dilraba yang menuntut permintaan maaf terbuka. Di sisi lain, sebagian netizen menilai langkah tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kontroversi utama sebelumnya, yakni insiden “like” terhadap konten negatif.

Pada 16 April 2026, fan club resmi Yang Zi akhirnya mengumumkan pengunduran diri kolektif dan pembubaran organisasi. Dalam pernyataan resminya, mereka menulis: “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan toleransi dari para penggemar selama ini. Kami meminta maaf kepada Yang Zi dan para penggemar karena belum bisa melakukan yang terbaik. Ke depan, kami berharap Yang Zi dan komunitas penggemarnya bisa semakin baik.”
Mereka juga mengakui berbagai kekurangan dalam operasional, dengan menyatakan, “Kami sangat menyadari bahwa sebagai jembatan antara Yang Zi dan para penggemar, kami seharusnya bisa melakukan yang lebih baik. Namun sayangnya, kami belum memenuhi harapan semua pihak.”
Fan club menegaskan bahwa pembubaran ini bukan bentuk lepas tanggung jawab, melainkan langkah untuk membangun ulang tim yang lebih profesional.
Di tengah kontroversi ini, muncul pula sorotan terhadap dugaan masalah transparansi dana penggemar. Setelah pengumuman pembubaran, media China kemudian menyoroti aspek hukum dan mewawancarai pengacara hiburan dari Shanghai, Li Zhenwu.
Ia menjelaskan, “Ketika penggemar menyerahkan dana kepada fan club untuk kegiatan dukungan, dalam praktik hukum hubungan ini dapat dikategorikan sebagai hubungan perdata.” Ia menambahkan, “Fan club memiliki kewajiban untuk mempublikasikan penggunaan dana serta rincian pemasukan dan pengeluaran.”
Lebih lanjut, ia menegaskan, “Jika terjadi penyalahgunaan dana atau laporan yang tidak jelas, hal itu dapat dianggap sebagai pelanggaran, dan penggemar berhak menuntut ganti rugi.” Ia juga memperingatkan bahwa “jika terjadi kelalaian dalam pengelolaan, terutama yang berkaitan dengan dana, maka risiko hukum yang dihadapi sangat tinggi.”
Hingga saat ini, pihak studio resmi Yang Zi belum memberikan tanggapan atas tuntutan penggemar. Sementara itu, perbincangan di media sosial masih terus berlangsung, dengan perhatian tertuju pada apakah restrukturisasi ini benar-benar mampu memulihkan kepercayaan yang telah runtuh.









