Posted in

Ci Sha Ungkap Dinamika Karakternya dan Ren Min di A Splendid Match: Ketika Keteguhan Bertemu Ketulusan

Bagikan

LayarHijau.com – Aktor China Ci Sha kembali mencuri perhatian lewat perannya dalam drama kostum A Splendid Match (良陈美锦). Setelah sebelumnya dikenal lewat film Creation of the Gods I: Kingdom of Storms dan Blades of the Guardians, ia kini dipuji karena berhasil membawakan karakter pejabat berkuasa Chen Yanyun dengan karisma yang tenang namun penuh lapisan emosi.

Dalam drama tersebut, Ci Sha memerankan Chen Sanye atau Chen Yanyun, kepala kabinet kerajaan yang digambarkan sebagai sosok “berbudaya namun tidak lemah, kuat namun tidak kasar.” Karakter ini disebut penonton sebagai representasi ideal dari figur pejabat berkuasa yang dingin di luar namun memiliki kendali emosi yang sangat dalam.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

A Splendid Match sendiri diadaptasi dari novel karya Shen Xiang Hui Jin. Ceritanya mengikuti perjalanan Gu Jinchao (diperankan Ren Min), seorang perempuan yang hidup kembali setelah mengalami kehancuran keluarga. Di tengah intrik politik istana, ia berusaha membangun kembali hidupnya sambil berhadapan dengan berbagai kekuatan di sekitarnya, termasuk Chen Yanyun, sosok yang perlahan menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Dalam wawancara dengan Yangtse Evening Post, Ci Sha mengungkap bahwa hal yang paling menarik dari Chen Yanyun adalah kestabilan emosionalnya.

“Tidak peduli bagaimana keadaan di luar berubah, dia selalu punya prinsip sendiri. Dia juga mampu menjadi sandaran bagi orang-orang di sekitarnya, baik untuk negara maupun orang yang ia cintai,” ujar Ci Sha.

Untuk membawakan karakter tersebut, Ci Sha memilih pendekatan akting yang menekankan penahanan emosi. Ia bahkan merancang detail kecil seperti ekspresi mata yang bereaksi lebih dulu sebelum ekspresi wajah berubah.

Contohnya, ketika menerima kabar mengejutkan, pupil matanya sedikit bergetar, namun wajahnya tetap tenang dan terkendali. Menurut Ci Sha, pengalaman ini membuatnya semakin memahami bahwa akting yang ditahan justru bisa memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding ekspresi yang berlebihan.

Meski begitu, ada satu adegan yang menjadi pengecualian. Momen itu terjadi ketika Chen Yanyun menyadari bahwa gurunya, Fu Hailian, telah mengkhianati prinsip awalnya. Dalam adegan tersebut, ia meluapkan emosi dengan melempar buku, menggambarkan runtuhnya keyakinan yang selama ini ia pegang.

“Itu satu-satunya adegan di mana saya benar-benar tidak menahan emosi,” ungkapnya.

Selain sisi emosional, kemampuan laga Ci Sha juga kembali mendapat sorotan. Selama proses syuting, ia beberapa kali melakukan improvisasi dalam adegan aksi. Salah satunya adalah gerakan memutar pisau dalam adegan penyelamatan yang melibatkan Gu Jinchao.

Adegan pertunjukan “da tie hua” atau percikan besi panas juga disebut lahir dari kolaborasi spontan antara aktor dan tim produksi di lokasi syuting.

“Selama masih sesuai dengan cerita dan karakter, saya ingin mencoba berbagai pendekatan agar karakter terasa lebih hidup,” katanya.

Hubungan antara Chen Yanyun dan Gu Jinchao juga menjadi sorotan penonton. Banyak yang menilai dinamika keduanya menghadirkan kombinasi antara keteguhan, perlindungan, dan ketulusan emosional yang jarang terlihat dalam drama politik istana.

Menanggapi hal itu, Ci Sha menegaskan bahwa Chen Yanyun bukan sekadar karakter romantis.

Menurutnya, ketertarikan Chen Yanyun pada Gu Jinchao muncul karena ia melihat ketulusan yang jarang ditemukan pada orang lain. Hubungan mereka, kata Ci Sha, dibangun bukan hanya atas dasar romansa, tetapi juga rasa hormat dan saling memahami.

“Chen Yanyun tidak pernah menghakimi orang yang ia cintai. Saat melihat Jinchao, ia memilih untuk memandangnya sebagai sosok yang setara. Ia menyaksikan proses pertumbuhannya, bukan sekadar hubungan satu arah,” jelasnya.

Untuk proyek mendatang, Ci Sha mengungkap bahwa ia sedang mempertimbangkan beberapa naskah baru. Ia juga telah menyelesaikan proses dubbing untuk film Raging Havoc (怒火漫延) dan Mastermind (偵戰).

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membatasi genre maupun jenis karakter tertentu, dan ingin terus menghadirkan interpretasi berbeda dalam setiap peran yang ia mainkan.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *