Posted in

Beberapa Bioskop di China Diduga Curang dalam Penjualan Tiket Film Kung Fu Soccer, Stephen Chow Unggah Buktinya

Bagikan

LayarHijau.com – Film terbaru Stephen Chow, Kung Fu Soccer, masih memimpin persaingan box office China selama musim liburan musim panas. Dalam tujuh hari sejak dirilis, film tersebut telah meraih pendapatan box office lebih dari 900 juta yuan (sekitar Rp2,04 triliun). Namun, di tengah performa impresif itu, film ini justru diterpa kontroversi dugaan kecurangan dalam penjualan tiket di sejumlah bioskop.

Belakangan ini, sejumlah warganet mengunggah dugaan praktik kecurangan oleh beberapa bioskop. Mereka mengaku menerima tiket tulis tangan, tiket kosong, atau tiket yang tidak diterbitkan melalui sistem distribusi resmi. Praktik tersebut diduga dilakukan dengan tidak mencatat seluruh penjualan tiket melalui sistem resmi sehingga sebagian pendapatan box office diduga digelapkan. Akibatnya, produser film diduga tidak menerima seluruh pendapatan yang seharusnya menjadi hak mereka.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Menanggapi laporan tersebut, akun resmi Kung Fu Soccer pada 13 Juli mengeluarkan pernyataan yang mengajak masyarakat mendukung budaya menonton film yang sehat sekaligus menolak segala bentuk pencurian maupun manipulasi data box office. Pihak film juga membuka saluran pengaduan bagi penonton yang menemukan dugaan pelanggaran serupa.

Pada 16 Juli, Stephen Chow akhirnya ikut menanggapi kontroversi tersebut. Melalui media sosial, ia mengunggah beberapa foto tiket tulis tangan yang diduga berasal dari bioskop yang melakukan pelanggaran. Sutradara sekaligus aktor itu hanya menyertakan tiga tanda tanya (“???”) tanpa komentar lain, tetapi unggahan singkat tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial.

Menanggapi kasus ini, Direktur Firma Hukum Henan Zejin, Fu Jian, menjelaskan bahwa praktik yang di China dikenal sebagai “pencurian box office” biasanya dilakukan dengan menerbitkan tiket tulis tangan, tidak mencetak tiket resmi melalui sistem, atau memalsukan maupun menyembunyikan data penjualan tiket. Akibatnya, sebagian pendapatan yang seharusnya diterima produser film tidak tercatat dalam perolehan box office resmi.

Menurutnya, praktik semacam itu tidak hanya merugikan produser film karena mengurangi pendapatan yang semestinya diterima, tetapi juga berpotensi menjadi bentuk penghindaran pajak dan termasuk pelanggaran yang mengganggu ketertiban industri perfilman.

Fu Jian menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Promosi Industri Film China, bioskop yang terbukti menyembunyikan atau memalsukan pendapatan box office dapat diperintahkan melakukan perbaikan, seluruh keuntungan ilegalnya disita, serta dikenai denda. Dalam kasus yang lebih serius, operasional bioskop dapat dihentikan sementara, bahkan izin usahanya dicabut apabila pelanggaran dinilai sangat berat.

Selain itu, apabila tindakan tersebut juga dikategorikan sebagai penggelapan pajak, pelaku dapat dijerat berdasarkan Undang-Undang Administrasi Pemungutan Pajak China. Otoritas pajak berwenang menagih kekurangan pajak beserta denda keterlambatan, serta menjatuhkan sanksi administratif. Jika nilai kerugiannya memenuhi unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab juga dapat diproses secara hukum.

Fu Jian juga memberikan panduan bagi pihak yang dirugikan. Produser film dapat mengajukan laporan kepada otoritas perfilman maupun Asosiasi Distribusi dan Pemutaran Film China. Sementara itu, penonton yang menerima tiket tulis tangan atau tiket kosong disarankan menolak tiket tersebut, menyimpan bukti pembelian beserta dokumentasi, lalu melaporkannya melalui saluran resmi pihak film, asosiasi terkait, atau platform pengaduan konsumen 12315 di China.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *