LayarHijau.com – Drama China Blossoms of Power (百花杀) menjadi salah satu drama kolosal yang menarik perhatian karena menghadirkan kisah tentang politik kerajaan, perebutan kekuasaan, cinta, dan perjalanan seorang perempuan dalam menentukan nasibnya sendiri. Drama yang dibintangi Meng Ziyi sebagai Shen Xihe dan He Yu sebagai Xiao Huayong ini diadaptasi dari novel berjudul After My Flowers Bloom, All Flowers Wither (我花开后百花杀) karya Jin Huang (锦凰).
Peringatan spoiler: Artikel ini membahas bocoran ending novel asli After My Flowers Bloom, All Flowers Wither (我花开后百花杀). Jika kalian ingin menikmati kejutan akhir cerita versi drama, disarankan berhenti membaca sampai di sini. Perlu diketahui bahwa ending novel dan versi drama bisa berbeda karena proses adaptasi. Informasi mengenai akhir cerita dan nasib karakter dalam artikel ini berdasarkan ringkasan serta bocoran pembaca novel yang beredar, bukan konfirmasi resmi dari pihak produksi drama.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Berdasarkan bocoran ending novel After My Flowers Bloom, All Flowers Wither (我花开后百花杀), kisah Shen Xihe menghadirkan akhir cerita yang berbeda dari pola umum drama kolosal romantis. Shen Xihe tidak hanya menjadi perempuan di balik kekuasaan seorang pria, tetapi justru berhasil mencapai posisi tertinggi sebagai penguasa kerajaan.
Novel ini mengisahkan perjalanan Shen Xihe, putri keluarga bangsawan yang memiliki luka besar dari kehidupan masa lalunya. Setelah mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup, ia tidak lagi menerima takdir yang sudah ditentukan dan memilih masuk ke dalam permainan politik kerajaan dengan perhitungan matang.
Shen Xihe Naik Takhta Sebagai Kaisar Perempuan
Dalam ending novel, Shen Xihe akhirnya menggendong putranya yang masih kecil dan naik takhta sebagai kaisar.
Akhir cerita ini menjadi salah satu bagian paling menarik karena Shen Xihe bukan hanya menjadi permaisuri atau ibu suri yang mengendalikan pemerintahan dari belakang layar. Ia secara langsung duduk di kursi kekuasaan dan memimpin kerajaan.

Perjalanan Shen Xihe menuju takhta berkaitan dengan kehidupan sebelumnya sebagai Gu Qingzhi. Pada masa lalu, keluarganya mengalami kehancuran akibat konflik politik kerajaan dan ia menjadi korban permainan kekuasaan.
Setelah terlahir kembali sebagai Shen Xihe, ia memilih menikah dengan Xiao Huayong bukan hanya karena cinta. Awalnya, ia justru melihat pernikahan tersebut sebagai strategi politik karena Xiao Huayong dikenal sebagai putra mahkota yang sakit-sakitan dan diperkirakan tidak akan hidup lama.
Namun, Shen Xihe kemudian menyadari bahwa Xiao Huayong bukanlah pria lemah seperti yang terlihat. Di balik tubuhnya yang sakit, ia ternyata menyimpan kecerdasan, kemampuan politik, dan kekuatan tersembunyi yang membuatnya mampu menjadi pasangan yang sejajar dengannya.
Nasib Xiao Huayong yang Diperankan He Yu
Xiao Huayong menjadi karakter yang paling membuat penasaran karena sejak awal cerita ia digambarkan sebagai putra mahkota yang terkena racun dan diperkirakan tidak memiliki umur panjang.

Banyak pembaca sempat menduga Xiao Huayong akan meninggal karena beberapa petunjuk dalam promosi drama memperlihatkan Shen Xihe membawa seorang anak kecil menuju takhta. Hal tersebut membuat muncul spekulasi bahwa Xiao Huayong meninggalkan Shen Xihe bersama pewaris kerajaan.
Namun, berdasarkan bocoran ending novel, Xiao Huayong ternyata tidak meninggal.
Saat terjadi konflik besar di istana, Xiao Huayong memalsukan kematiannya dan pergi mencari cara untuk menyembuhkan racun dalam tubuhnya. Ia meninggalkan kerajaan selama delapan tahun untuk menjalani pengobatan.
Setelah racunnya berhasil disembuhkan, Xiao Huayong kembali. Saat itu, putra mereka, Xiao Junshu, sudah tumbuh dan menjadi penguasa muda.
Dalam bocoran yang beredar, Xiao Huayong akhirnya kembali kepada Shen Xihe dan keduanya menjalani kehidupan bersama sebagai keluarga. Versi drama disebut kemungkinan memberikan perubahan dengan membuat Xiao Huayong lebih aktif mendukung Shen Xihe dalam pemerintahannya setelah ia sembuh.
Nasib Para Pangeran Dalam Ending Novel dan Perkembangan Versi Drama
Selain Xiao Huayong, Shen Xihe memiliki beberapa kandidat pasangan dari keluarga kerajaan. Namun, masing-masing pangeran memiliki jalan cerita berbeda.
Dalam versi drama, proses pemilihan pasangan Shen Xihe diperlihatkan lebih jelas. Beberapa pangeran mulai kehilangan peluang karena hubungan pribadi maupun pilihan hidup mereka. Namun, karena drama masih berjalan, nasib akhir mereka belum dapat dipastikan.
Xiao Changmin (Pangeran Kedua)
Dalam novel, Xiao Changmin bukan pilihan akhir Shen Xihe karena ia lebih melihat hubungan tersebut sebagai kepentingan politik. Ia tertarik pada keuntungan yang bisa diperoleh dari kekuatan militer keluarga Shen.

Dalam versi drama, kisah Xiao Changmin dibuat lebih rumit. Ia awalnya menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan Shen Xihe, tetapi kemudian terlibat hubungan dengan Shen Yingruo, adik tiri Shen Xihe.

Shen Yingruo sebenarnya pernah memiliki perasaan terhadap Xiao Changmin. Namun, ia menyimpan kekecewaan karena Xiao Changmin tidak membantunya ketika keluarganya mengalami masalah.
Ketika Xiao Changmin kemudian mendekatinya, Shen Yingruo menolak karena tidak ingin kebahagiaannya dibangun di atas penderitaan Shen Xihe.
Hubungan tersebut membuat posisi Xiao Changmin sebagai kandidat pasangan Shen Xihe semakin sulit. Hingga akhir informasi novel yang beredar, belum ada keterangan jelas mengenai apakah Xiao Changmin hidup atau meninggal.
Xiao Changqing (Pangeran Kelima)
Xiao Changqing memiliki hubungan paling kompleks dengan Shen Xihe karena keterkaitan mereka dengan kehidupan masa lalu.

Dalam novel, ia merupakan sosok yang memiliki hubungan emosional kuat dengan Shen Xihe, tetapi luka masa lalu membuat keduanya tidak dapat kembali seperti sebelumnya.
Dalam versi drama, Xiao Changqing juga menjadi karakter dengan konflik emosional besar. Ia memahami sisi lain Shen Xihe, tetapi harus menerima bahwa Shen Xihe telah berubah menjadi perempuan dengan ambisi dan tujuan sendiri.
Dalam ending novel yang beredar, Xiao Changqing tetap hidup, tetapi mengalami tragedi besar dalam konflik terakhir kerajaan.
Ia terkena teknik pengendalian jiwa yang membuatnya kehilangan kendali dan hampir menyerang Shen Xihe. Situasi tersebut akhirnya berakhir setelah pengorbanan adiknya, Xiao Changying.
Xiao Changyu (Pangeran Keenam)
Dalam novel, Xiao Changyu adalah pangeran yang tidak terlalu tertarik dengan perebutan takhta.
Setelah konflik keluarganya, terutama setelah ibunya Liang Fei keluar dari cerita, Xiao Changyu memilih meninggalkan persaingan politik dan pergi menjaga makam leluhur.

Ia tidak disebut meninggal dalam ending novel.
Dalam versi drama, kisah Xiao Changyu dibuat lebih kompleks. Ia memiliki hubungan dengan Bian Xianyi, seorang penari yang ternyata memiliki rahasia besar.
Hubungan tersebut membuat Xiao Changyu berada dalam konflik antara perasaan pribadi dan kepentingan kerajaan. Ia bukan hanya menghadapi masalah sebagai seorang pangeran, tetapi juga harus berhadapan dengan konsekuensi dari pilihan cintanya.
Xiao Changying (Pangeran Kesembilan)
Xiao Changying menjadi salah satu karakter dengan akhir paling tragis dalam novel.
Sebagai Pangeran Kesembilan, Xiao Changying dikenal sebagai sosok yang tumbuh di medan perang dan menjadi seorang jenderal muda. Ia pernah membantu Shen Xihe ketika perempuan itu baru datang ke ibu kota dan diam-diam memiliki perasaan terhadapnya.

Namun, ia mengetahui bahwa Shen Xihe memilih Xiao Huayong.
Meski begitu, Xiao Changying tetap membantu Shen Xihe secara diam-diam. Ia juga menghadapi konflik keluarga setelah mengetahui rahasia besar mengenai ibunya, Rong Guifei, dan hubungannya dengan kakaknya, Xiao Changqing.
Dalam konflik terakhir istana, Cheng Taihou melakukan perlawanan dan menggunakan teknik pengendalian jiwa terhadap Xiao Changqing. Dalam kondisi tidak sadar, Xiao Changqing hampir membunuh Shen Xihe.
Xiao Changying menyadari bahwa ia tidak memiliki cukup waktu untuk menghentikan kakaknya. Ia juga takut jika Xiao Changqing sadar setelah membunuh Shen Xihe, kakaknya akan hidup dalam penyesalan sepanjang hidup.
Akhirnya, Xiao Changying memilih mengorbankan dirinya sendiri. Ia menusukkan pedang ke lehernya dan meminta istrinya, You Wenkun, membawa kepalanya kepada Xiao Changqing agar kejutan tersebut dapat mematahkan pengaruh teknik pengendalian jiwa.
Pengorbanan Xiao Changying berhasil membuat Xiao Changqing sadar. Berdasarkan bocoran novel yang beredar, Xiao Changying meninggal dalam konflik tersebut.
Sementara itu, versi drama disebut melakukan perubahan yang lebih ringan terhadap karakternya. Beberapa informasi menyebutkan bahwa drama kemungkinan membuat Xiao Changying tetap hidup dan pergi menjaga wilayah perbatasan utara.
Bagaimana Akhir Konflik Kudeta Dalam Novel?
Konflik terbesar menjelang akhir cerita terjadi ketika pihak istana melakukan perlawanan terakhir terhadap Shen Xihe.
Setelah Xiao Huayong memalsukan kematiannya dan pergi mencari cara untuk menyembuhkan racun dalam tubuhnya, Shen Xihe harus menghadapi situasi politik yang sangat berbahaya seorang diri. Namun, dengan kecerdasan dan kemampuannya membaca permainan politik, ia berhasil mengendalikan keadaan dan membawa putranya, Xiao Junshu, menuju takhta.
Perlawanan terakhir Cheng Taihou akhirnya gagal setelah pengorbanan Xiao Changying membuat Xiao Changqing sadar dan menghentikan konflik tersebut. Setelah semua krisis berlalu, Shen Xihe secara resmi menjadi kaisar perempuan, sementara Xiao Huayong kembali setelah berhasil menyembuhkan racunnya. Putra mereka, Xiao Junshu, kemudian dipersiapkan sebagai pewaris kerajaan, dan negeri itu memasuki masa stabil di bawah pemerintahan Shen Xihe.
Apakah Ending Drama Akan Sama Dengan Novel?
Drama Blossoms of Power (百花杀) tampaknya mempertahankan beberapa elemen utama dari novel, termasuk kisah Shen Xihe sebagai perempuan yang menentukan jalan hidupnya sendiri.
Namun, versi drama tetap melakukan perubahan pada beberapa karakter dan alur cerita. Hubungan Shen Xihe dan Xiao Huayong dibuat lebih romantis, sementara beberapa konflik politik kemungkinan disederhanakan untuk menyesuaikan format televisi.
Karena drama masih berjalan, penonton tetap perlu mengikuti episode berikutnya untuk mengetahui apakah nasib para pangeran, terutama Xiao Changying, Xiao Changqing, dan Xiao Huayong, akan mengikuti versi novel atau mendapatkan perubahan baru.
Dengan menghadirkan kisah seorang perempuan yang tidak hanya mengejar cinta tetapi juga kekuasaan dan tanggung jawab, Blossoms of Power menawarkan cerita yang berbeda dari banyak drama kolosal romantis lainnya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


