Posted in

Apa Makna Judul Drama Baru Meng Ziyi dan Li Yunrui, Tigers Sniff the Rose?

Bagikan

LayarHijau.com — Drama kostum Tiongkok Tigers Sniff the Rose (尚公主) mulai tayang pada 23 Oktober 2026 secara eksklusif di Tencent Video. Drama 40 episode ini dibintangi Meng Ziyi sebagai Mu Wanyao dan Li Yunrui sebagai Yan Shang. Judul Inggrisnya terdengar puitis, tetapi tidak langsung menggambarkan cerita dan jauh berbeda dari judul aslinya.

Drama ini disutradarai Qin Zhen dan naskahnya ditulis He Fang. Produksinya dikerjakan Tencent Video bersama New Classics Media. Bagi Meng Ziyi dan Li Yunrui, drama ini menjadi kolaborasi ketiga setelah Blossom (九重紫) yang tayang pada akhir 2024.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Mu Wanyao adalah putri sah kaisar dengan gelar Putri Danyang yang menolak pasrah pada nasib. Dalam perjalanan pulang dari Lingnan, wilayah di selatan Tiongkok, kereta Mu Wanyao rusak di jalan pegunungan. Di sana ia bertemu Yan Shang, sarjana miskin yang cerdas. Mu Wanyao lalu membantu Yan Shang meniti karier di pemerintahan. Keduanya kemudian bekerja sama menghadapi ancaman dari dalam dan luar negeri.

Berasal dari novel daring

Drama ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Yi Ren Kui Kui di situs sastra daring Jinjiang Literature City. Judul aslinya, Shang Gong Zhu, secara harfiah berarti ‘menikahi sang putri’.

Kata shang di sini bukan arti sehari-harinya. Dalam istilah Tiongkok kuno, pria yang menikahi seorang putri raja disebut shang gong zhu. Catatan sejarah Shiji (‘Catatan Sejarawan Agung’) memakai istilah yang sama untuk Gong Shu, perdana menteri yang disebut menikahi putri negara Wei. Jadi judul aslinya menyoroti hubungan antartokoh: seorang pria dari kalangan biasa yang kelak menikahi sang putri.

Arti judul bahasa Inggris

Tigers Sniff the Rose berarti ‘harimau-harimau mengendus mawar’. Judul ini bukan terjemahan dari judul aslinya. Ia beralih dari status hubungan ke gambaran sifat.

Gambaran itu merujuk pada orang yang punya sisi garang dan sisi lembut sekaligus. Harimau mewakili keberanian, ketegasan, dan ambisi. Mawar mewakili kepekaan, kelembutan, dan kemampuan menikmati keindahan. Maknanya bukan sekadar punya dua sifat, melainkan dua sifat yang hidup berdampingan dalam satu pribadi.

Ungkapan ini populer di dunia berbahasa Mandarin lewat esai penyair Yu Kwang-chung (Yu Guangzhong). Ia menggambarkan dua sisi manusia lewat gambaran yang konkret. Sisi pertama seperti elang, air terjun, dan kuda yang mengamuk. Sisi kedua seperti burung bulbul, kolam tenang, dan domba jinak. Menurutnya, harimau membuat orang bisa berdiri teguh melawan arus. Mawar membuat orang peka pada hal-hal halus yang tersembunyi. Tanpa mawar, harimau menjadi kasar dan tidak mengenal keindahan. Tanpa harimau, mawar menjadi penakut. Yu menilai kata ‘mengendus’ melambangkan hubungan kedua sisi itu, yaitu selaras dan menyatu. Orang yang memiliki keduanya, tulisnya, bisa bergerak dan diam, tunduk dan tegak, tersenyum dan menangis.

Di Tiongkok, ungkapan ini juga dipakai untuk urusan cinta: orang yang tangguh menjadi lembut ketika jatuh hati, mendekat dengan hati-hati seolah takut mengusik embun di kelopak bunga.

Ungkapan itu diduga berasal dari baris In me the tiger sniffs the rose karya penyair Inggris Siegfried Sassoon. Baris tersebut berasal dari puisinya tentang masa lalu, kini, dan masa depan yang bertemu dalam diri sang penyair. Yu Kwang-chung menerjemahkannya ke bahasa Mandarin dan menyebutnya terjemahan seadanya. Bunyinya xin you meng hu, xi xiu qiang wei (心有猛虎,细嗅蔷薇) ‘di dalam hati ada harimau yang mengendus mawar’. Terjemahan itu kemudian lebih terkenal di Tiongkok daripada puisi aslinya.

Bila dikaitkan dengan ceritanya, kedua sisi itu dapat dibaca pada kedua tokoh utama. Mu Wanyao menolak pasrah pada nasib dan berambisi, sehingga sisi harimau tampak jelas padanya. Yan Shang tampil sebagai sarjana yang lembut, tetapi cerdas dan penuh perhitungan. Pembacaan ini penafsiran LayarHijau.com dari sinopsis, bukan penjelasan resmi.

Hingga artikel ini ditulis, LayarHijau.com belum menemukan pernyataan resmi dari tim produksi atau penulis novel yang menyebut puisi Sassoon sebagai asal judul tersebut. Dugaan ini didasarkan pada kecocokan frasa dan citra yang dipakai dalam promosi.

Citra harimau memang muncul dalam promosi drama ini. Dalam teks promosi yang beredar di Weibo, Mu Wanyao digambarkan sebagai harimau yang menanti waktu, sedangkan Yan Shang sebagai bangau yang berdiri tegak. Pada 17 Oktober, Meng Ziyi mengunggah di Weibo kalimat dalam nada tokohnya: “Di dalam hati ada harimau, binatang yang terpojok pun adalah pemburu; aku Mu Wanyao, dalam kisah ini akulah hukum.” Kalimat itu tidak menyebut mawar, tetapi memakai pembuka yang sama dengan terjemahan Yu Kwang-chung.

Di Weibo, sebuah unggahan penggemar juga memakai tagar yang menyebut terjemahan Inggris judul drama ini adalah ungkapan harimau dan mawar tadi. Ini menunjukkan sebagian penonton Tiongkok memaknai judul itu lewat ungkapan tersebut.

Judul Inggris sering terinspirasi lagu dan puisi

Memakai judul Inggris yang sudah dikenal publik bukan hal baru bagi drama Tiongkok. Contoh yang paling sering disebut adalah Put Your Head on My Shoulder, drama romantis 2019 yang judulnya identik dengan lagu karya Paul Anka tahun 1959. Pola serupa terlihat pada Somewhere Only We Know, drama iQIYI 2019 yang judulnya sama dengan lagu band Inggris Keane. Contoh lain, Stand By Me, drama sejarah Mango TV 2021 yang judulnya sama dengan lagu klasik Ben E. King.

Ketiganya menunjukkan bahwa judul Inggris kerap dipilih lepas dari judul aslinya, dengan frasa yang sudah akrab di telinga penonton internasional. Tigers Sniff the Rose bergerak ke arah yang sama, tetapi sumbernya puisi, bukan lagu. Yang dipinjam adalah satu baris karya Siegfried Sassoon, bukan judul sebuah karya.

LayarHijau.com tidak menemukan pernyataan resmi dari produser mana pun tentang apakah judul-judul tersebut sengaja diambil dari lagu. Karena itu, hubungan antara judul drama dan lagu yang namanya sama sebaiknya ditulis sebagai kesamaan judul, bukan sebagai pengakuan produksi.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *