LayarHijau.com – Drama Republik China Overdo (这一秒过火) yang dibintangi Zhang Linghe dan Wang Churan mengawali penayangannya dengan sederet pencapaian impresif. Sebelum tayang, drama ini dilaporkan telah meraup sekitar 120 juta yuan atau sekitar Rp273 miliar dari kerja sama sponsor, mencatat lebih dari 10 juta reservasi, serta langsung memuncaki berbagai tangga popularitas setelah resmi dirilis.
Kurang dari setengah hari setelah penayangan perdana, Overdo berhasil menduduki peringkat pertama daftar popularitas drama China versi Maoyan. Drama ini juga mencatat performa kuat di iQIYI dan Tencent Video, sehingga menjadi salah satu drama yang paling banyak diperbincangkan pada musim panas tahun ini.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Namun, besarnya antusiasme sebelum tayang berbanding lurus dengan derasnya kritik setelah drama tersebut dirilis. Jika sebelumnya Overdo digadang-gadang bakal meraih kesuksesan dari sisi popularitas maupun ulasan berkat adaptasi IP populer dan jajaran pemeran utamanya yang memiliki daya tarik visual tinggi, respons penonton setelah lima episode pertama tayang justru terbelah. Sutradara Yi Jun pun menjadi sasaran utama kritik.
Banyak penonton menilai Overdo memiliki kualitas visual yang lebih menyerupai drama pendek murahan daripada drama seri reguler. Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah penggunaan filter yang membuat gambar tampak terlalu pucat, dipadukan dengan efek penghalus kulit yang berlebihan. Menurut mereka, hal itu menghilangkan nuansa khas era Republik China sekaligus mengurangi kedalaman visual yang seharusnya dimiliki drama berlatar periode tersebut.
Teknik pengambilan gambar juga tak luput dari sorotan. Penonton mengkritik penggunaan framing yang terlalu sering hanya menampilkan wajah para pemain, dipadukan dengan pengambilan gambar close-up dari jarak sangat dekat yang identik dengan drama pendek. Mereka menilai pendekatan tersebut terlalu berfokus pada ketampanan dan kecantikan para pemain, tetapi justru gagal menampilkan proporsi tubuh serta kekuatan visual Zhang Linghe dan Wang Churan. Selain itu, komposisi adegan dianggap monoton dan kaku sehingga kurang menghadirkan gaya bertutur visual yang lazim ditemukan dalam drama panjang.
Kritik juga diarahkan pada opening title sequence drama yang dibuat menggunakan teknologi AI. Banyak penonton menilai hasilnya terlihat kasar dan terasa tidak selaras dengan kualitas produksi secara keseluruhan. Di sisi lain, ritme cerita dinilai terlalu tergesa-gesa, pengembangan emosinya kurang matang, sementara berbagai unsur melodrama dianggap ditumpuk begitu saja tanpa fondasi cerita yang kuat. Berbagai persoalan tersebut membuat ekspektasi tinggi penonton berubah menjadi kekecewaan, sementara topik mengenai Yi Jun terus menjadi perdebatan hangat di media sosial Tiongkok.
Di kalangan fandom, tak sedikit penggemar yang menilai Yi Jun menggarap Overdo secara kurang maksimal sehingga menyia-nyiakan potensi para pemainnya. Meski demikian, Wang Churan dan Zhang Linghe masih dikabarkan akan kembali bekerja sama dengan sang sutradara dalam proyek-proyek berikutnya.
Salah satunya adalah Tales of the Floating World (浮生), drama fantasi romantis yang dibintangi Chen Zheyuan dan Wang Churan. Drama yang diadaptasi dari novel Fu Sheng Wu Yu (浮生物语) karya Sha Luo Shuang Shu itu mengisahkan Sha Luo, roh pohon berusia ribuan tahun yang berwujud sebagai pemilik kedai, dan Ao Chi, seorang panglima muda manusia dengan latar belakang misterius. Pertemuan mereka dalam sebuah kasus supranatural membawa keduanya menjalani perjalanan melintasi ruang dan waktu. Di sepanjang perjalanan tersebut, mereka mengungkap berbagai kasus yang masing-masing menyimpan kisah tentang cinta, kebebasan, dan penebusan.
Selain itu, Yi Jun juga dikabarkan akan menyutradarai Ci Tang (刺棠). Menurut rumor yang beredar, drama produksi Lemon Pictures tersebut akan dibintangi Zhang Linghe sebagai pemeran utama. Lu Yuxiao, yang berada di agensi yang sama dengan Zhang Linghe, disebut-sebut akan menjadi pemeran utama wanita, meski hingga kini proyek tersebut belum diumumkan secara resmi.
Kabar kolaborasi beruntun tersebut pun memunculkan kekhawatiran di kalangan sebagian penggemar yang kecewa dengan hasil Overdo. Mereka berharap Yi Jun dapat menjawab kritik melalui kualitas penyutradaraan yang lebih baik pada proyek-proyek berikutnya.
Pada akhirnya, perdebatan seputar Overdo menunjukkan bahwa pencapaian komersial dan tingginya popularitas tidak selalu sejalan dengan penerimaan penonton terhadap kualitas sebuah drama. Di mata banyak penonton, kualitas produksi, estetika sinematografi, dan kekuatan penceritaan tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah drama dalam jangka panjang. Kini, perhatian pun tertuju pada apakah Tales of the Floating World dan Ci Tang mampu membalikkan kritik yang kini membayangi karya-karya Yi Jun.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


