Posted in

Kenapa Creation of the Gods II Belum Tayang di Netflix? Ini Analisis yang Banyak Dibahas di China

Bagikan

LayarHijau.com – Creation of the Gods II: Demon Force (封神第二部:战火西岐) telah tayang di bioskop China sejak 29 Januari 2025 dan kemudian diputar di sejumlah negara dan wilayah di luar China.

Namun, hingga kini, film fantasi epik garapan sutradara Wuershan itu masih belum tersedia di platform streaming, baik di China seperti Tencent Video, iQIYI, dan Youku maupun di layanan internasional seperti Netflix.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Jika film ini sudah lolos sensor dan sempat tayang di bioskop, mengapa hingga sekarang belum juga hadir di platform streaming?

Belum ada penjelasan resmi dari Beijing Culture maupun platform streaming mengenai penyebabnya. Namun, berdasarkan berbagai laporan media dan analisis industri perfilman di China, keterlambatan tersebut diduga merupakan gabungan beberapa faktor yang saling berkaitan.

Filmnya Lolos Bioskop Sebelum Kontroversi Muncul

Salah satu penjelasan yang paling sering dikemukakan analis industri adalah faktor waktu.

Creation of the Gods II telah menyelesaikan produksi, memperoleh izin edar, dan memulai penayangan di bioskop sebelum kontroversi yang melibatkan salah satu pemeran utamanya mencuat ke publik. Sementara itu, penjualan hak siar digital biasanya baru dinegosiasikan setelah atau menjelang berakhirnya masa tayang di bioskop.

Artinya, film ini sudah lebih dulu beredar di bioskop ketika situasi di sekitar salah satu pemerannya berubah. Saat memasuki tahap distribusi digital, platform streaming menghadapi kondisi yang berbeda dibanding ketika film pertama kali dirilis di bioskop.

Bagaimana Kontroversi Na’er Naxi Bermula?

Salah satu faktor yang paling banyak dibahas media dan analis industri di China adalah kontroversi yang melibatkan aktris Na’er Naxi, pemeran Deng Chanyu.

Kontroversi bermula setelah Na’er Naxi mengungkap dalam sebuah wawancara bahwa ia diterima di Shanghai Theatre Academy melalui program pendidikan yang didanai pemerintah daerah. Dalam program tersebut, mahasiswa umumnya diwajibkan kembali bekerja di daerah asal setelah lulus.

Pengakuan itu mendorong warganet menelusuri kembali riwayat pendidikannya. Mereka mempertanyakan bagaimana Na’er Naxi dapat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi nasional China (Gaokao) di Daerah Otonom Inner Mongolia, padahal berbagai informasi yang beredar menyebut ia menghabiskan masa SMP dan SMA di Beijing.

Dari situ muncul dugaan gaokao migration, yaitu praktik memanfaatkan domisili atau status administratif di provinsi lain agar dapat mengikuti Gaokao di wilayah yang dianggap memiliki persaingan lebih rendah atau peluang masuk perguruan tinggi yang lebih besar.

Namun, hasil penyelidikan pemerintah Daerah Otonom Inner Mongolia justru mengarah pada dugaan pelanggaran yang berbeda. Otoritas menyatakan Na’er Naxi tercatat mendaftar Gaokao pada 2008 sebagai lulusan salah satu SMA di Hohhot, padahal ia tidak pernah bersekolah maupun memiliki status siswa di sekolah tersebut. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyelidikan atas dugaan pemalsuan dokumen pendaftaran Gaokao.

Sejumlah media dan pengamat industri menilai ketidakpastian mengenai kasus tersebut membuat platform streaming lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait hak siar film.

Negosiasi Hak Siar Dinilai Ikut Tersendat

Selain kontroversi pemeran, performa komersial film juga disebut memengaruhi proses negosiasi.

Meski berhasil meraih pendapatan box office lebih dari 1 miliar yuan, sejumlah analis menilai hasil tersebut masih berada di bawah ekspektasi untuk proyek trilogi yang disebut memiliki anggaran produksi sangat besar.

Kondisi itu dinilai membuat posisi tawar pihak studio melemah. Platform streaming diperkirakan berusaha memperoleh hak siar dengan harga yang lebih rendah karena melihat adanya risiko bisnis, sementara pihak produksi diyakini enggan melepas aset tersebut dengan nilai yang dianggap tidak sepadan.

Perbedaan kepentingan itu diduga membuat negosiasi berjalan lebih lambat dibandingkan film-film lain.

Kenapa Tidak Menghapus Adegan atau Mengganti Wajah dengan AI?

Pertanyaan itu juga banyak muncul di kalangan warganet China. Jika persoalan utamanya berkaitan dengan kontroversi salah satu pemeran, mengapa studio tidak menghapus adegannya atau mengganti wajahnya menggunakan teknologi AI?

Hingga kini, Beijing Culture maupun sutradara Wuershan belum pernah mengumumkan rencana untuk menyunting ulang Creation of the Gods II menggunakan AI atau teknologi penggantian wajah digital.

Meski demikian, sejumlah pengamat industri menilai langkah tersebut tidak mudah dilakukan. Na’er Naxi memerankan Deng Chanyu, salah satu karakter utama yang muncul dalam banyak adegan penting sepanjang film. Menghapus sebagian besar penampilannya berpotensi mengubah alur cerita secara signifikan.

Penggantian wajah secara digital juga diperkirakan membutuhkan proses pascaproduksi yang rumit dan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk film yang mengandalkan banyak efek visual seperti Creation of the Gods II.

Sejumlah analis juga menilai pertimbangan ekonomi kemungkinan menjadi salah satu faktor. Dengan performa box office yang dinilai belum memenuhi harapan sebagian pengamat, studio diperkirakan akan mempertimbangkan apakah biaya penyuntingan ulang dapat memberikan keuntungan yang sepadan melalui perilisan digital. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi apakah pertimbangan tersebut benar-benar menjadi alasan pihak studio.

Mengapa Netflix Juga Belum Menayangkannya?

Sejumlah analis industri menilai negosiasi hak siar domestik dan internasional sering kali saling berkaitan.

Jika distribusi digital di China belum mencapai kepastian, pembicaraan mengenai hak siar internasional juga berpotensi ikut tertunda. Karena itu, belum hadirnya Creation of the Gods II di Netflix dipandang sebagai bagian dari proses negosiasi yang lebih luas, bukan semata-mata keputusan satu platform.

Hingga artikel ini ditulis, Beijing Culture maupun Netflix belum mengumumkan jadwal resmi perilisan Creation of the Gods II: Demon Force di platform streaming.

Karena belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait, seluruh penjelasan di atas merupakan rangkuman analisis berdasarkan laporan media dan pengamatan industri perfilman di China, bukan konfirmasi langsung dari Beijing Culture, Wuershan, maupun platform streaming.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Sources0
Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *