LayarHijau.com – Di setiap konser Liu Yuning, ribuan penggemar memenuhi venue (lokasi konser). Lautan light stick (tongkat cahaya) berwarna-warni berkilauan di bawah sorot lampu panggung, sementara sorak-sorai penonton menggema setiap kali sang penyanyi muncul.
Namun, di tengah ribuan penonton itu, ada satu kursi yang selalu dibiarkan kosong.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Kursi tersebut berada di baris 22, nomor 9. Di atasnya diletakkan setangkai mawar putih dan sebuah light stick (tongkat cahaya) resmi yang tidak pernah dinyalakan.
Itu bukan kesalahan panitia ataupun tiket yang belum terjual. Kursi tersebut merupakan janji yang dibuat Liu Yuning setelah seorang penggemarnya meninggal dunia pada 2019. Selama tujuh tahun terakhir, ia terus menepati janji tersebut. Pada 29 Juli 2026, Liu Yuning memberikan penghormatan untuk kedelapan kalinya sejak tradisi itu dimulai pada tahun kepergian sang penggemar.
Liu Yuning dikenal sebagai penyanyi sekaligus aktor asal Tiongkok yang membintangi sejumlah drama populer seperti The Long Ballad, The Legend of Anle, A Journey to Love, The Prisoner of Beauty, dan A Dream within a Dream. Sebelum sukses di dunia akting, ia lebih dulu dikenal sebagai vokalis Modern Brothers yang viral melalui platform Douyin pada 2018 dan kemudian berkembang menjadi salah satu bintang paling bersinar di industri hiburan China.
Di balik perjalanan kariernya yang terus menanjak, ada satu kisah yang selama bertahun-tahun menyentuh hati banyak orang. Seperti diberitakan berbagai media hiburan China, termasuk Sohu Entertainment dan Modern Express, kisah tentang seorang gadis berusia 17 tahun, sebuah kursi kosong, dan janji yang tak pernah diingkari ini menjadi salah satu cerita paling mengharukan mengenai hubungan antara seorang artis dan penggemarnya.
Gadis Nomor 229
Pada 29 Juli 2019, seorang gadis berusia 17 tahun mengembuskan napas terakhirnya.
Menurut informasi yang beredar di komunitas penggemar dan dikutip sejumlah media hiburan China, ia dikenal sebagai anggota bernomor 229 di komunitas penggemar resmi Liu Yuning. Itulah identitas yang paling dikenal publik, sementara nama asli, latar belakang keluarga, maupun foto-foto pribadinya tidak pernah dipublikasikan demi menjaga privasi keluarganya.
Penyebab kematiannya juga hanya disebut secara umum sebagai “karena sakit” (因病离世) tanpa penjelasan lebih rinci. Baik Liu Yuning maupun timnya memilih menghormati privasi sang penggemar beserta keluarganya.
Sebelum meninggal dunia, impian terbesar gadis tersebut adalah menghadiri konser Liu Yuning secara langsung. Ia ingin melihat idolanya tampil di atas panggung, tetapi keinginan itu tidak pernah sempat terwujud.
Janji di Saat Duka
Untuk memahami mengapa janji Liu Yuning begitu berarti, perlu melihat perjalanan kariernya saat itu.
Berdasarkan laporan NetEase Entertainment, Liu Yuning memulai perjalanan musiknya pada 2014. Namun, terobosan sesungguhnya baru datang pada 2018 ketika video-video cover (lagu daur ulang) yang dibawakannya viral dan membawanya menjadi penyanyi arus utama (mainstream).
Saat penggemar nomor 229 meninggal dunia pada Juli 2019, Liu Yuning baru sekitar satu tahun menikmati popularitas tersebut. Ia masih berada dalam fase membangun nama dengan jadwal promosi, rekaman, dan syuting yang semakin padat.
Di tengah kesibukan itu, ia memilih berhenti sejenak untuk berduka.
Kala itu, ia membuat sebuah janji sederhana.
“Setiap konser, aku akan menyimpan kursi untukmu.”
Janji tersebut tidak disampaikan melalui konferensi pers besar ataupun dijadikan materi promosi. Namun, janji itu terus diingat karena benar-benar diwujudkan.
Ritual yang Konsisten dan Menjadi Perhatian Media
Sejak 2019, setiap tanggal 29 Juli, studio resmi Liu Yuning secara rutin mengunggah foto buket mawar putih di akun media sosial mereka.

Unggahan tersebut biasanya disertai kalimat seperti “总有人,会停留” (Akan selalu ada seseorang yang tetap tinggal) atau “最美不过同行过” (Tidak ada yang lebih indah daripada pernah berjalan bersama).
Pada 29 Juli 2026, studio Liu Yuning kembali mengunggah buket mawar putih untuk mengenang penggemar tersebut. Unggahan itu menandai penghormatan kedelapan yang dilakukan sejak 2019. Meski baru tujuh tahun berlalu sejak sang penggemar meninggal dunia, penghormatan pertama dilakukan pada tahun yang sama sehingga tradisi tersebut telah berlangsung delapan kali berturut-turut.
Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut juga beberapa kali menjadi pemberitaan media hiburan China seperti Tencent News, Sohu Entertainment, dan Modern Express. Setiap tanggal 29 Juli, kisah itu kembali ramai diperbincangkan di Weibo ketika studio Liu Yuning mengunggah buket mawar putih sebagai bentuk penghormatan kepada penggemarnya.
Di setiap tur konser Liu Yuning, kursi di baris 22, nomor 9 selalu dikosongkan. Di atasnya diletakkan setangkai mawar putih dan sebuah light stick (tongkat cahaya) resmi.
Mawar putih melambangkan penghormatan, sedangkan light stick yang tidak dinyalakan menjadi simbol bahwa sang penggemar tetap “hadir” menemani perjalanan Liu Yuning, meski secara fisik telah tiada.
Kursi tersebut juga tidak pernah dijual, meski konser-konser Liu Yuning hampir selalu berstatus sold out (tiket habis terjual) dalam waktu singkat.
Hingga kini, kursi di baris 22, nomor 9 tetap dibiarkan kosong di setiap konser Liu Yuning.
Ada pula momen-momen khusus di atas panggung. Saat membawakan lagu “如约” (Sesuai Janji), Liu Yuning beberapa kali tampil mengenakan kemeja putih dan gelang hitam. Banyak penggemar meyakini penampilan tersebut merupakan simbol penghormatan kepada penggemar nomor 229.
Dalam lagu itu terdapat lirik tentang menepati janji, seolah ia menyanyikannya untuk seseorang yang tak lagi bisa hadir secara fisik, tetapi tetap hidup dalam kenangan.
Tujuh Tahun Menepati Janji
Tujuh tahun mungkin terdengar sederhana. Namun, di industri hiburan yang berubah sangat cepat, konsistensi seperti ini bukanlah sesuatu yang mudah dipertahankan.
Sejak 2019 hingga 2026, Liu Yuning tidak pernah melewatkan penghormatan tersebut. Selama rentang tujuh tahun itu, ia telah delapan kali mengenang penggemarnya setiap tanggal 29 Juli.
Setiap kali kisah ini kembali menjadi pembahasan di Weibo, banyak warganet mengaku tersentuh.
“Ini bukan strategi marketing (pemasaran),” tulis salah satu pengguna Weibo. “Ini adalah ketulusan yang jarang kita lihat di industri hiburan.”
Bagi banyak penggemarnya, tindakan Liu Yuning menunjukkan bahwa hubungan antara artis dan penggemar bukan sekadar soal penjualan tiket atau dukungan popularitas. Ia memilih terus mengenang seseorang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Dampaknya juga terasa di komunitas penggemarnya. Setiap tanggal 29 Juli, mereka tidak hanya mengenang gadis nomor 229, tetapi juga saling mengingatkan untuk menjaga dan menghargai satu sama lain.
Janji yang Tak Pernah Layu
Konser berakhir. Penonton pulang satu per satu. Lampu panggung dipadamkan dan lokasi konser mulai sepi.
Namun di baris 22, kursi nomor 9, masih ada setangkai mawar putih yang tertinggal.
Esok hari bunga itu mungkin akan diganti dengan yang baru pada konser berikutnya.
Tetapi satu hal tidak pernah berubah.
Selama tujuh tahun terakhir, kursi di baris 22, nomor 9 tetap dibiarkan kosong. Hingga 2026, Liu Yuning telah delapan kali mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada penggemar nomor 229.
Di dunia yang serba cepat, ketika kenangan bisa tenggelam hanya karena beberapa kali scroll (menggulir) media sosial, Liu Yuning memilih untuk terus mengingat.
Bagi banyak orang, kursi kosong itu bukan sekadar tempat duduk yang sengaja dibiarkan tanpa penghuni. Kursi itu telah menjadi simbol sebuah janji yang terus ditepati, tahun demi tahun.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


