Posted in

Ha-young Minta Maaf atas Rekam Jejak Pro-Jepang Buyutnya

Bagikan

LayarHijau.com – Aktris Ha-young menyampaikan permintaan maaf setelah rekam jejak buyutnya, dokter Ahn Sang-ho, kembali menjadi sorotan terkait aktivitasnya pada masa pendudukan Jepang di Korea.

Pada 12 Agustus, Ha-young mengunggah surat tulisan tangan melalui media sosial. Dalam surat tersebut, ia mengaku sangat menyesal karena selama ini pernah menceritakan kisah mengenai buyutnya sebagai kebanggaan keluarga tanpa memahami sejarahnya secara utuh.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

“Dengan menundukkan kepala, saya memohon maaf karena telah memberikan kekecewaan dan luka yang besar terkait berbagai hal mengenai buyut saya,” tulis Ha-young.

Ha-young menjelaskan bahwa selama ini dirinya hanya mengetahui kehidupan Ahn Sang-ho berdasarkan cerita yang disampaikan keluarganya. Ia mengakui bahwa karena tidak memahami sejarah secara menyeluruh, dirinya beberapa kali membicarakan sang buyut dalam berbagai kesempatan seolah-olah kisah tersebut merupakan kebanggaan keluarga.

“Dengan rasa malu, saya mengakui bahwa dalam keadaan tidak mengetahui fakta secara utuh, saya telah beberapa kali membicarakan buyut saya di berbagai kesempatan sebagai sebuah kebanggaan keluarga,” tulisnya.

Setelah kontroversi tersebut muncul, Ha-young mulai mencari berbagai sumber mengenai sejarah keluarganya. Dari proses tersebut, ia mengaku baru mengetahui adanya rekam jejak pro-Jepang Ahn Sang-ho.

“Dalam proses mencari berbagai sumber terkait, saya mengetahui tentang aktivitas pro-Jepang buyut saya,” ungkapnya.

Ha-young menegaskan bahwa ketidaktahuannya tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan atau menganggap ringan sejarah tersebut.

“Saya tidak berpikir bahwa fakta bahwa saya tidak mengetahuinya dapat menjadi alasan untuk mengabaikan atau menganggap ringan sejarah tersebut. Sebagai keturunannya, saya memohon maaf,” tulis Ha-young.

Ia juga meminta maaf atas pernyataan yang sebelumnya disampaikan melalui keluarganya ketika kontroversi pertama kali muncul. Saat itu, Ha-young mengaku belum mengetahui fakta secara akurat, sementara pernyataan permintaan maaf telah disampaikan melalui keluarganya tanpa pemeriksaan yang cukup.

“Saya juga menganggap bahwa membiarkan pernyataan yang keliru disampaikan tanpa pemeriksaan yang cukup merupakan kekurangan saya,” katanya.

Ha-young menyesali bahwa hal tersebut justru menimbulkan kebingungan dan luka yang lebih besar. Ia juga meminta maaf karena membutuhkan waktu untuk menyampaikan sikap secara langsung setelah mempertimbangkan beratnya persoalan tersebut.

Kontroversi Bermula dari Cerita tentang Keluarga

Kontroversi mengenai keluarga Ha-young mencuat setelah ia membicarakan latar belakang keluarganya dalam sejumlah program hiburan.

Dalam salah satu acara, Ha-young mengatakan bahwa keluarganya merupakan keluarga dokter selama empat generasi, termasuk dirinya dan kakak perempuannya. Ia juga menceritakan bahwa buyutnya pernah mempelajari ilmu kedokteran Barat di Jepang, membuka rumah sakit di Hanyang, serta merawat Kaisar Gojong.

Ha-young tidak menyebut nama buyutnya dalam tayangan tersebut. Namun, setelah acara ditayangkan, muncul klaim bahwa sosok yang dimaksud adalah dokter Ahn Sang-ho. Sejumlah catatan sejarah mengenai aktivitas Ahn Sang-ho pada masa pendudukan Jepang kemudian kembali mendapat perhatian.

Ahn Sang-ho dikenal sebagai orang Korea pertama yang memperoleh lisensi dokter di Jepang. Setelah kembali ke Korea, ia membuka rumah sakit bergaya Barat di Hanyang dan kemudian pernah merawat anggota keluarga kerajaan.

Sebelum Korea secara resmi dianeksasi Jepang pada 1910, Ahn Sang-ho tercatat aktif dalam sejumlah organisasi. Ia juga pernah menjabat sebagai wakil ketua organisasi penelitian dokter yang dibentuk untuk menghadapi dokter-dokter Jepang.

Namun, setelah Korea berada di bawah pemerintahan kolonial Jepang, nama Ahn Sang-ho tercatat sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916. Catatan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar munculnya tudingan mengenai aktivitas pro-Jepangnya.

Jejak Ahn Sang-ho juga ditemukan dalam Maeil Shinbo, surat kabar yang menjadi media pemerintah kolonial Jepang di Korea. Ia disebut pernah diperkenalkan sebagai simbol penyatuan Jepang dan Korea setelah menikah dengan seorang perempuan Jepang.

Ahn Sang-ho juga pernah dikaitkan dengan dugaan keterlibatan dalam kematian Kaisar Gojong. Putri bungsu Gojong, Putri Deokhye, disebut pernah mencurigai Ahn Sang-ho terkait kematian ayahnya.

Namun, dugaan bahwa Ahn Sang-ho terlibat dalam pembunuhan atau peracunan Gojong tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti. Tidak terdapat bukti sejarah yang menentukan bahwa Ahn Sang-ho secara langsung memberikan racun kepada Gojong.

Ha-young Berjanji Mempelajari Sejarah

Dalam suratnya, Ha-young mengatakan akan menjadikan kontroversi tersebut sebagai pelajaran dan mempelajari sejarah keluarganya serta sejarah Korea secara lebih mendalam.

“Saya akan menyimpan kejadian ini sebagai pelajaran yang menyakitkan. Saya akan melihat lebih dalam sejarah keluarga dan masa tersebut serta bersikap lebih hati-hati dalam memandang sejarah ke depannya,” tulisnya.

Ia juga berjanji untuk mempelajari sejarah Korea dengan lebih serius dan menunjukkan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan serta semua orang yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keselamatan Korea.

“Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menghormati para pejuang kemerdekaan dan semua orang yang telah berjuang demi kemerdekaan serta kesejahteraan negara kita. Ke depan, saya akan membuktikannya melalui tindakan,” ujarnya.

Ha-young juga mengungkapkan penyesalannya karena kontroversi tersebut muncul ketika dirinya sedang berada di tengah momen yang seharusnya membahagiakan.

“Saya sangat menyesal karena telah menimbulkan masalah akibat kekurangan saya, terlebih pada saat saya sedang menghadapi momen yang seharusnya membahagiakan,” tulisnya.

Ia kemudian kembali meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terluka dan berjanji akan lebih berhati-hati ketika berbicara mengenai sejarah keluarganya maupun sejarah Korea.

Kontroversi Berdampak pada Proyek Drama

Kontroversi tersebut juga mulai berdampak pada aktivitas Ha-young di dunia hiburan.

Netflix membatalkan wawancara Ha-young yang sebelumnya dijadwalkan pada 14 Agustus untuk mempromosikan drama Our Sticky Love. Wawancara tersebut seharusnya menjadi salah satu kegiatan promosi drama yang saat ini dibintangi Ha-young.

Drama tersebut juga tengah mendapat perhatian besar setelah menempati posisi pertama dalam daftar 10 besar serial Netflix di Korea Selatan. Namun, kontroversi yang melibatkan pemeran utamanya membuat kegiatan promosi ikut terdampak.

Dampaknya juga mulai diperhatikan pada proyek Ha-young berikutnya, yakni drama SBS The Long Shot Trial, yang dibintanginya bersama Lee Je-hoon.

SBS menyatakan bahwa produksi The Long Shot Trial telah menyelesaikan sebagian besar proses syuting dan pihak produksi mengetahui persoalan yang sedang berlangsung serta terus memantau perkembangannya. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai perubahan jadwal penayangan drama tersebut.

Dalam suratnya, Ha-young menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berhenti pada permintaan maaf.

Ia berjanji akan mempelajari sejarah dengan lebih serius serta menunjukkan penghormatannya kepada para pejuang kemerdekaan dan orang-orang yang telah berjuang untuk kemerdekaan Korea melalui tindakan nyata.

“Sekali lagi, saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang telah terluka,” tulis Ha-young.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *