iQiyi Rilis Drama AI Pertama yang Pakai Wajah Aktor Asli, Bagian dari Lisensi Aset Digital

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – iQiyi mengumumkan proyek drama baru Bu Xian Yuan Yang Zhi Xian (不羡鸳鸯只羡仙), yang secara harfiah berarti “Don’t Envy Lovebirds, Just Envy Immortals” — terjemahan literal, bukan judul Inggris resmi. Drama ini menarik perhatian karena menggunakan rupa aktor nyata melalui model lisensi aset digital, dengan Shen Yujie dan Chen Heyi sebagai pemeran utama. Proyek tersebut diperkenalkan iQiyi pada 22 September 2026 sebagai drama panjang berbasis AI dengan pemeran manusia.

Hal yang membuat proyek ini berbeda bukan karena drama AI merupakan format yang baru di China. Produksi drama pendek berbasis AI sudah berkembang pesat. Yang menjadi perhatian dalam proyek iQiyi adalah keterlibatan aktor melalui pemberian lisensi atas rupa mereka untuk digunakan dalam bentuk karakter digital. Shen Yujie memerankan Huang Doudou, sedangkan Chen Heyi memerankan Lu Yang. Karena itu, proyek ini lebih tepat dilihat sebagai eksperimen penggunaan aset digital aktor dalam produksi drama panjang, bukan sebagai drama AI pertama secara umum.

Laporan mengenai metode produksinya sendiri masih menunjukkan perbedaan penjelasan. Sejumlah laporan menyebut Shen Yujie dan Chen Heyi memberikan lisensi rupa serta suara mereka, sementara karakter dan adegan kemudian dibuat menggunakan AI. Namun, sutradara Wei Zheng menjelaskan proyek ini sebagai drama berdurasi sekitar 1.000 menit yang menggabungkan penampilan manusia dengan bantuan teknologi AI. Menurutnya, emosi, tatapan, ketegangan, dan perkembangan karakter berasal dari penampilan aktor sungguhan, sedangkan AI digunakan untuk memperluas kemungkinan kamera, adegan, dan visual. Ia juga mengatakan produksi dilakukan dalam jumlah besar di Shanghai dan Hengdian dengan lebih dari 100 kamera untuk merekam penampilan aktor.

- Advertisement -

Dengan penjelasan tersebut, penggunaan istilah “drama AI” dalam proyek ini tidak berarti teknologi menggantikan seluruh unsur akting. Justru salah satu aspek utama yang diperkenalkan adalah bagaimana penampilan aktor dapat menjadi aset digital yang digunakan dalam proses produksi berbantuan AI. Model ini juga berkaitan dengan perkembangan pembahasan mengenai izin penggunaan wajah dan suara aktor dalam industri hiburan berbasis AI.

Shen Yujie sebelumnya tampil dalam drama sejarah-misteri Coroner’s Diary (朝雪录) pada 2025. Drama 38 episode tersebut dibintangi Li Landi, Ao Ruipeng, Yu Cheng’en, dan Shen Yujie, yang memerankan Yue Ning. iQiyi mencatat drama tersebut sebagai adaptasi dari novel The Powerful and Favored Coroner Imperial Concubine karya Bu Yue Qianzhuang.

Sementara itu, Chen Heyi dikenal antara lain melalui Fated Hearts (一笑随歌), drama romansa kolosal yang tayang pada 2025. Drama 38 episode tersebut dibintangi Li Qin, Chen Zheyuan, Xia Meng, dan Chen Heyi. Dalam drama tersebut, Chen Heyi termasuk dalam jajaran pemeran utama.

- Advertisement -

Dari sisi cerita, Bu Xian Yuan Yang Zhi Xian bukan remake dari drama atau film sebelumnya. Drama ini merupakan adaptasi dari novel Who Let Him Cultivate Immortality (谁让他修仙的!) karya Zui Bai de Wuya (最白的乌鸦). Judul bahasa Inggris tersebut merupakan judul terjemahan yang digunakan dalam publikasi berbahasa Inggris, sementara judul aslinya adalah 谁让他修仙的!. Novel tersebut pertama kali terbit pada 2023 dan mengusung genre xianxia, fantasi, aksi, komedi, serta kehidupan sehari-hari.

Cerita novelnya berpusat pada Lu Yang, seorang pemuda yang ingin menempuh jalan kultivasi dan menjadi seorang yang abadi. Dalam perjalanannya menuju Wendao Sect, ia bertemu Meng Jingzhou. Keduanya kemudian melewati proses seleksi untuk menjadi murid sekte tersebut dan menjadi sahabat sekaligus rekan dalam berbagai kejadian yang tidak biasa. Kisahnya menggunakan banyak unsur komedi dan sengaja membalik berbagai pola umum cerita xianxia, sehingga dunia kultivasi dalam novel tidak digambarkan sebagai tempat yang selalu serius dan penuh pertarungan.

Salah satu tokoh penting dalam perjalanan Lu Yang adalah Huang Doudou, yang juga dikenal sebagai Immortal Fairy. Dalam cerita sumber, Huang Doudou merupakan sosok dari zaman kuno yang pernah mencapai tingkat keabadian. Setelah meninggal dan keberadaannya terhapus, ia kembali muncul ketika Lu Yang secara tidak sengaja menyebut nama asli dan gelar keabadiannya. Huang Doudou kemudian tinggal di ruang spiritual Lu Yang dan menjadi salah satu sosok yang memengaruhi perjalanan kultivasinya.

Hubungan antara Lu Yang dan Huang Doudou menjadi salah satu bagian penting dari cerita novel, tetapi kisahnya tidak hanya berfokus pada romansa. Lu Yang juga menjalani perjalanan kultivasi bersama karakter seperti Meng Jingzhou dan Yun Zhi, sambil menghadapi berbagai konflik, aturan aneh dunia kultivasi, serta rahasia yang berkaitan dengan sejarah para makhluk abadi. Pendekatan komedi dan pembalikan klise xianxia menjadi salah satu ciri utama novel tersebut.

Untuk versi dramanya, iQiyi telah mengumumkan Shen Yujie sebagai Huang Doudou dan Chen Heyi sebagai Lu Yang. Proyek ini dijadwalkan masuk ke jajaran produksi iQiyi untuk 2027. Dengan menggabungkan karakter dari novel populer, pemeran nyata, serta teknologi AI dan lisensi aset digital, Bu Xian Yuan Yang Zhi Xian menjadi salah satu proyek yang memperlihatkan bagaimana platform streaming China mulai bereksperimen dengan bentuk produksi drama panjang yang berbeda dari produksi live-action konvensional.

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted