LayarHijau.com – Drama pendek berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah peta persaingan industri drama pendek China. Dalam beberapa bulan terakhir, produksi AI bukan hanya bertambah dalam jumlah, tetapi juga mulai mengambil posisi teratas dalam jumlah penonton di sejumlah platform. Perubahan tersebut kemudian mendapat respons dari pemerintah China melalui kebijakan yang mendorong produksi drama pendek live action berkualitas sekaligus memperketat pengelolaan konten yang dibuat menggunakan AI.
Pertumbuhan Pasar Drama Pendek Semakin Pesat
Skala perubahan ini terlihat jelas dari data Hongguo Short Drama, salah satu platform utama drama pendek di China. Selama musim panas 2026, Hongguo mencatat total 5,94 miliar kunjungan penonton, dengan 235 juta reservasi dan 5,47 miliar paparan merek di seluruh internet. Jumlah kunjungan penonton tersebut meningkat 546 persen dibandingkan musim panas tahun sebelumnya yang mencapai 920 juta.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pasar drama pendek China secara keseluruhan masih berkembang sangat cepat. Namun, peningkatan jumlah penonton tidak terbagi secara merata antara drama pendek live action dan drama pendek AI.
Menurut analisis Sohu Entertainment, drama pendek live action masih memiliki jumlah penonton yang besar, tetapi semakin sulit menghasilkan judul yang mampu menjadi fenomena besar seperti pada tahun sebelumnya.
Pada musim panas 2025, jajaran drama pendek teratas Hongguo mencakup satu judul dengan lebih dari 3 miliar penayangan, satu judul dengan lebih dari 2 miliar, serta empat judul yang melampaui 1 miliar. Tahun ini, hanya satu drama pendek live action yang mencapai lebih dari 2 miliar penayangan dalam satu bulan, yaitu Good Rain Knows Its Season (好雨知时节), yang dibintangi Guo Yuxin dan Wang Haozhen.
Enam drama pendek live action lainnya juga mencapai lebih dari 1 miliar penayangan bulanan, termasuk Gradual Dyeing (渐染), Concealing Beauty in the Capital (娇藏京枝), I Do Homework to the Sound of Mahjong and Make a Comeback Against the Odds (在麻将声中写作业,我逆风翻盘了), My Husband Changed His Heart Before the Wedding, So I, a Spoiled Young Master, Tread the Clouds (婚前夫君变了心,我执纨绔踏青云), Moving Nest (移巢), dan Spring Boudoir Behind the Vermilion Gate (朱门春闺).
Beberapa judul tersebut belum memiliki judul resmi internasional yang dapat dikonfirmasi. Karena itu, judul bahasa Inggris yang digunakan dalam artikel ini merupakan terjemahan literal dari judul China, bukan judul resmi untuk pasar internasional.
Dengan demikian, persoalannya bukan jumlah penonton drama pendek live action menghilang. Yang berubah adalah kemampuan karya live action untuk menghasilkan hit besar.
Sohu Entertainment menggambarkan perubahan tersebut dengan menyebut bahwa “jumlah penonton drama pendek live action tidak berkurang, tetapi kekurangan karya yang memiliki kemampuan menembus pasar dan menjadi fenomena di tingkat teratas.”
Drama Pendek AI Mulai Menguasai Jajaran Teratas
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penonton pada jajaran teratas semakin banyak ditopang drama pendek AI.
Sejumlah judul AI yang disebut dalam laporan tersebut mencatat akumulasi penayangan lebih dari 10 miliar. Di antaranya Sword Sect’s Beloved Junior Sister (咱家剑宗团宠小师妹), Su Yi Enters a Book (苏忆穿书), Record of Ten Thousand Demons (万妖图录传), Who Still Pretends to Be a Rich Second Generation After Rebirth? (都重生了,谁还装富二代啊), Mistaking My Flash-Married Husband for an AI (错把闪婚老公当作AI), dan Back to the Millennium, I Survive by Making a Living from the Sea (重回千禧我靠赶海养活家人).
Judul-judul tersebut belum memiliki judul resmi internasional yang dapat dikonfirmasi. Terjemahan bahasa Inggris yang digunakan merupakan terjemahan literal dari judul aslinya dan bukan judul resmi internasional.

Perubahan tersebut terlihat lebih jelas dalam daftar drama pendek terpopuler Hongguo pada 22 Agustus. Dari 10 judul teratas, hanya satu merupakan drama pendek live action. Sembilan lainnya adalah drama pendek AI, baik dalam bentuk animasi AI maupun produksi dengan karakter digital yang menyerupai manusia.
Data tersebut menjadi salah satu indikator paling jelas bahwa AI mulai mengambil posisi penting dalam perebutan jumlah penonton tertinggi di pasar drama pendek China.
Sohu Entertainment menyebut, “Sebagian besar tambahan jumlah penonton diserap oleh drama pendek AI.” Laporan yang sama menyatakan bahwa performa drama pendek AI selama musim panas 2026 telah “secara luas mengubah distribusi kekuatan” dalam industri.
Teknologi Membuka Ruang Produksi yang Sulit Dilakukan Live Action
Perubahan tersebut tidak terjadi hanya karena AI dapat menghasilkan konten dalam jumlah besar. Perkembangan teknologi juga membuka peluang bagi genre yang sulit diwujudkan melalui produksi live action dengan biaya dan sumber daya yang sama.
Genre seperti fantasi kultivasi, dunia lain, reinkarnasi, serta cerita perang dan perebutan kekuasaan dapat dibuat dengan lebih fleksibel menggunakan teknologi AI.
Perkembangan model AI sepanjang 2026 juga membuat teknologi tersebut semakin mudah digunakan oleh pelaku industri. Menurut analisis Sohu Entertainment, perkembangan model AI dan produk pendukungnya membuat teknologi ini semakin mudah diterapkan secara luas selama musim panas.
Model produksi berseri juga menjadi salah satu faktor penting. Drama AI tidak harus selalu dimulai dari nol ketika sebuah judul berhasil menarik perhatian penonton. Karakter, dunia cerita, gaya visual, dan elemen produksi yang sudah dikembangkan dapat digunakan kembali untuk musim berikutnya.
DataEye yang dikutip The Paper menunjukkan bahwa pola tersebut sudah menjadi bagian besar dari produksi drama AI di Hongguo.
Pada Agustus 2026, sebanyak 311 judul drama animasi 3D masuk dalam daftar drama AI Hongguo, atau sekitar 81 persen dari keseluruhan judul dalam daftar tersebut. Drama AI dengan karakter menyerupai manusia menyumbang 64 judul atau sekitar 16,84 persen.
Tiga judul dengan tingkat popularitas tertinggi dalam daftar tersebut semuanya merupakan drama animasi 3D. Record of Ten Thousand Demons Season 11 (万妖图录传第十一季) mencapai tingkat popularitas tertinggi 124 juta, diikuti Record of Ten Thousand Demons Season 10 (万妖图录传第十季) dengan 117 juta dan Sword Sect’s Beloved Junior Sister Season 3 (咱家剑宗团宠小师妹第三季) dengan 115 juta.
Judul-judul tersebut juga memperlihatkan kuatnya model serialisasi dalam drama AI. Sebanyak 305 judul, atau sekitar 80,2 persen dari daftar tersebut, merupakan bagian dari serial. Secara keseluruhan, karya berseri menyumbang sekitar 81,16 persen dari total tingkat popularitas tertinggi dalam daftar.
Model produksi seperti ini memberikan keuntungan yang sulit ditandingi produksi live action dalam beberapa aspek. Setelah karakter, dunia cerita, aset visual, dan gaya produksi dibuat, musim berikutnya dapat dikembangkan tanpa harus kembali mengatur jadwal aktor, lokasi syuting, kru produksi dalam jumlah besar, serta kebutuhan kostum dan tata artistik dengan skala yang sama.
Produksi AI Sudah Mencapai Skala Massal
Besarnya perubahan tersebut semakin terlihat dari data pemerintah China.
Pada 17 September, Wang Xiaoliang, Kepala Departemen Pengelolaan Program Audio-Visual Online di National Radio and Television Administration, menyampaikan bahwa jumlah pengguna drama pendek di China telah melampaui 800 juta orang. Nilai pasar drama pendek pada 2025 juga telah menembus RMB1 triliun.
Dalam delapan bulan pertama 2026 saja, sebanyak 430.000 drama pendek telah diluncurkan, atau 13 kali jumlah produksi sepanjang 2025.
Yang paling mencolok adalah proporsi drama AI. Menurut data yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut, drama AI menyumbang lebih dari 90 persen dari keseluruhan produksi.
Angka ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar format eksperimental dalam industri drama pendek China. Teknologi tersebut telah digunakan dalam produksi dalam skala yang sangat besar.
Pemerintah China Mulai Memperkuat Aturan AI
Besarnya perkembangan AI kemudian menjadi persoalan tersendiri bagi regulator China. Namun, pemerintah tidak mengambil pendekatan dengan menghentikan produksi drama AI.
Sebaliknya, pemerintah mengakui manfaat teknologi tersebut sekaligus menetapkan batas yang lebih jelas mengenai penggunaannya.
Wang mengatakan bahwa teknologi AI telah “membuka ruang baru untuk menekan biaya, meningkatkan efisiensi, dan menghadirkan bentuk ekspresi baru” dalam drama pendek. Namun, teknologi tersebut juga membawa tantangan baru terkait perlindungan hak dan kualitas konten.
Karena itu, pemerintah meminta drama pendek yang dibuat menggunakan AI diberi penanda konten. Platform juga diwajibkan memperhatikan hak penggunaan wajah dan suara serta melakukan pengawasan sepanjang proses produksi dan distribusi.
“Pada akhirnya, AI adalah alat, sedangkan manusia adalah subjek dalam penciptaan,” kata Wang. “Semakin cepat drama AI berkembang, semakin penting kita menjaga kualitas kontennya.”
Aturan baru tersebut bukan sekadar rencana. Peraturan Pengelolaan Pengembangan Drama Pendek mulai berlaku pada 1 September 2026. Peraturan tersebut secara khusus menyebut bahwa drama pendek yang dibuat atau diproduksi menggunakan teknologi AI harus memberikan penanda yang terlihat jelas pada setiap episode sesuai ketentuan yang berlaku.
Platform juga mendapat tanggung jawab lebih besar. Penyedia layanan harus memiliki mekanisme pemeriksaan konten, memastikan karya yang ditayangkan memenuhi persyaratan, serta melakukan pengawasan terhadap konten dan akun yang menyebarkan drama pendek.
Regulator juga meminta platform mengevaluasi sistem rekomendasi yang digunakan untuk drama pendek dan melarang penggunaan model algoritma yang mendorong pengguna untuk kecanduan atau melakukan konsumsi berlebihan.
Live Action Justru Mendapat Dukungan Lebih Besar
Pada saat yang sama, pemerintah China tidak hanya mengatur AI. Regulator juga secara terbuka memperkuat posisi drama pendek live action sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas industri.
Dalam konferensi pers tersebut, Wang menyatakan, “Drama live action adalah kekuatan utama dalam penciptaan karya berkualitas dan harus mendapat dukungan besar.”
Dukungan tersebut mencakup pelaksanaan lebih lanjut Program Penciptaan dan Distribusi Drama Pendek Berkualitas. Platform juga diarahkan untuk membuka kanal khusus drama live action dan menyediakan dukungan finansial agar karya berkualitas “memiliki pasar dan mendapatkan imbal hasil”.
Dengan demikian, kebijakan pemerintah berjalan melalui dua jalur sekaligus: AI tetap diberi ruang untuk berkembang, tetapi penggunaannya diatur lebih ketat; sementara produksi live action berkualitas mendapatkan dukungan lebih besar.
Sebagian Besar Drama AI yang Ditindak Regulator
Langkah pengawasan tersebut juga sudah menghasilkan tindakan konkret.
Menurut Wang, sepanjang 2026 pemerintah telah menurunkan 68.000 drama pendek yang dianggap melanggar aturan dan meminta platform menangani lebih dari 1.200 akun bermasalah. Lebih dari 90 persen konten yang ditangani dalam operasi tersebut merupakan drama AI.
Angka tersebut memperlihatkan skala persoalan yang muncul bersamaan dengan pertumbuhan produksi AI. Semakin besar jumlah konten yang dibuat menggunakan AI, semakin besar pula kebutuhan regulator untuk mengawasi kualitas, hak atas wajah dan suara, serta kepatuhan terhadap aturan konten.
Namun, data tersebut tidak berarti drama pendek live action telah kehilangan seluruh pasarnya. Hongguo masih memiliki sejumlah drama live action yang mampu mencapai lebih dari 1 miliar hingga 2 miliar penayangan selama musim panas 2026. Masalah yang terlihat dari data tersebut adalah semakin sulitnya karya live action menghasilkan dominasi pada tingkat penonton tertinggi seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Karena itu, perkembangan terbaru lebih tepat dipahami sebagai pergeseran keseimbangan dalam industri drama pendek China.
Drama pendek AI telah berkembang dari format alternatif menjadi salah satu sumber utama produksi dan jumlah penonton, terutama di platform seperti Hongguo. Pada saat yang sama, pemerintah China merespons perkembangan tersebut dengan mempertahankan ruang inovasi AI, memperketat aturan penggunaannya, dan memperkuat dukungan terhadap drama pendek live action berkualitas.
Dengan jumlah produksi yang sudah mencapai ratusan ribu hanya dalam delapan bulan, persaingan antara AI dan live action dalam industri drama pendek China memasuki tahap baru. Persoalannya bukan lagi apakah AI dapat membuat drama pendek, tetapi bagaimana industri dapat mempertahankan kualitas ketika produksi AI dapat dilakukan dalam skala sangat besar, sementara regulator berusaha memastikan pertumbuhan tersebut tetap memperhatikan hak cipta, hak atas wajah dan suara, pelabelan AI, serta tanggung jawab atas isi konten.









