Posted in

Ini Karakter Novel yang Mungkin Menginspirasi Sosok Jun Dai di Drama Where the Mask Ends

Bagikan

LayarHijau.com — Drama Where the Mask Ends (嫁金钗), yang tayang sejak 16 Oktober 2026 di Youku dan Netflix, diangkat dari novel Jia Jin Chai karya Xiaojiaren. Saat membaca novelnya, kami menemukan satu karakter yang tidak ada di drama dan mungkin menjadi sumber inspirasi karakter Jun Dai.

Teori ini belum didukung pernyataan resmi tim drama. Namun, melihat penggambaran karakter tersebut di novel, tim penulis naskah mungkin terinspirasi olehnya untuk menciptakan Jun Dai dan mengeksplorasi kisah pertarungan antara Jun Dai dan Wei Rao.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Drama ini mengisahkan Wei Rao, putri keluarga Wei yang ditukar saat kecil dan dibesarkan keluarga miskin dengan nama A Chou. Posisinya sebagai putri sah keluarga bangsawan diisi Jun Dai, yang sangat mirip dengannya tetapi berkepribadian jauh berbeda. Di awal cerita, Jun Dai dianggap sebagai Wei Rao yang asli, sedangkan A Chou dicap sebagai putri palsu.

Pada episode terbaru, terungkap bahwa Jun Dai adalah sepupu Wei Rao, anak di luar nikah dari Wei Heng’e, bibi Wei Rao dari pihak ayah. Tian Xiwei memerankan dua karakter sekaligus, Jun Dai dan Wei Rao (A Chou). Yan An berperan sebagai Lu Zhuo, tokoh utama pria sekaligus pewaris keluarga Lu.

Di novel, tidak ada kisah pertarungan antara Jun Dai dan Wei Rao seperti di drama. Novel lebih berfokus pada kisah cinta Lu Zhuo dan Wei Rao setelah keduanya menikah untuk menolak bala. Karakter Wei Heng’e dan Jun Dai juga tidak ada di novel.

Sebelum membahas karakter yang mungkin menginspirasi Jun Dai, ada baiknya melihat latar belakang cerita yang kurang dieksplorasi di drama.

Wei Rao adalah cucu Shou An Jun, pemimpin keluarga Zhou. Shou An Jun dikenal memiliki kecantikan luar biasa, yang diwarisi para wanita keluarga Zhou, termasuk Da Zhou, bibi Wei Rao dari pihak ibu, dan Zhou Fu, ibu Wei Rao. Namun, para wanita keluarga Zhou memiliki reputasi buruk di ibu kota.

Semasa muda, Shou An Jun dipilih menjadi pengasuh salah satu pangeran. Karena kecantikannya yang luar biasa, Permaisuri memanfaatkannya untuk mendekati kaisar.

Putra mahkota, anak sulung Permaisuri, kemudian meninggal dalam perebutan kekuasaan. Pangeran yang diasuh Shou An Jun, dan diabaikan oleh Permaisuri, justru diangkat menjadi putra mahkota dan akhirnya naik takhta. Kaisar baru ini merasa asing dengan Permaisuri dan lebih dekat dengan Shou An Jun.

Kedekatan itu terlihat saat sang kaisar memberi Shou An Jun gelar kehormatan dan menganugerahkan rumah mewah di pinggiran ibu kota. Saat itu, Shou An Jun menjadi satu-satunya wanita dari kalangan rakyat jelata yang memperoleh kehormatan tersebut. Anggota keluarga kerajaan dan bangsawan pun harus menghormatinya karena ia didukung kaisar.

Hal ini menimbulkan iri hati Permaisuri, yang kini menjadi Ibu Suri. Shou An Jun dan keluarganya pun menjadi sasaran serangan Ibu Suri, mulai dari gosip dan fitnah untuk mencemarkan reputasi para wanita keluarga Zhou hingga upaya pembunuhan. Kecantikan Shou An Jun semasa muda dan kedekatannya dengan mendiang kaisar juga memunculkan gosip bahwa ia wanita penggoda.

Shou An Jun memiliki tiga anak: Da Zhou, putri sulung; seorang putra; dan Zhou Fu, ibu Wei Rao. Zhou Fu menikah dengan putra kedua keluarga Wei, yang tewas saat menyelidiki kasus korupsi. Putra Shou An Jun, kakak Zhou Fu, juga dikatakan meninggal meski alasannya tidak dijelaskan.

Da Zhou menikah dengan pria yang gemar mabuk dan berjudi serta sering melakukan kekerasan. Dengan dukungan ibunya, ia bercerai dan menikah dengan pengusaha dari keluarga Hou. Zhou Fu, setelah menjanda tiga tahun, menikah dengan kaisar. Hal ini menambah reputasi buruk keluarga Zhou.

Saat itu, norma di kerajaan Daqi menuntut wanita berbakti kepada suami dan keluarga besar suami. Perceraian tidak melanggar hukum, tetapi wanita yang bercerai dipandang rendah. Bila suami meninggal, wanita dituntut menjanda dan mengabdi pada keluarga suami. Para wanita keluarga Zhou melanggar norma ini. Reputasi buruk itu juga menimpa Wei Rao, yang mewarisi kecantikan dan sikap bebas keluarga Zhou.

Putra Shou An Jun yang meninggal itu meninggalkan seorang istri dan dua putri, Zhou Huizhen dan Zhou Huizhu. Mereka tinggal di rumah mewah milik Shou An Jun. Zhou Huizhu lebih muda dari Wei Rao dan dekat dengannya sejak kecil. Zhou Huizhen, yang setahun lebih tua dari Wei Rao, justru kerap memusuhinya.

Bersama sang ibu, Zhou Huizhen diam-diam menyimpan permusuhan itu karena tiga hal: iri pada kecantikan Wei Rao, padahal ia merasa kecantikannya tidak kalah; iri pada kasih sayang dan perhatian Shou An Jun kepada Wei Rao; serta marah karena reputasi buruk Zhou Fu dan Da Zhou dianggap merusak peluangnya mendapat calon suami dari keluarga terpandang.

Menurut teori kami, Zhou Huizhen kemungkinan menjadi inspirasi terciptanya Jun Dai. Di novel, Zhou Huizhen digambarkan mirip dengan Wei Rao, meski kecantikannya tidak setara. Dari para sepupu perempuan Wei Rao, hanya Zhou Huizhen yang disebut mirip dengannya. Inilah alasan utama kami menduga Zhou Huizhen menginspirasi Jun Dai di drama.

Dalam salah satu bagian novel, para keluarga bangsawan sering berkunjung ke pegunungan di pinggiran ibu kota, tempat rumah Shou An Jun berada. Para pemuda dan pemudi bangsawan juga ikut datang.

Zhou Huizhen dan ibunya melihat ini sebagai peluang mencari calon suami bagi Zhou Huizhen. Mereka berpura-pura menikmati pemandangan gunung sambil menunggu kesempatan mendekati pemuda bangsawan yang lewat.

Salah satu sasarannya adalah Lu Zhuo. Ibu Zhou Huizhen berpura-pura pingsan, sementara Zhou Huizhen dan pelayan mereka berpura-pura meminta bantuan. Lu Zhuo awalnya tidak curiga dan berusaha menolong, tetapi kemudian melihat kejanggalan pada kondisi sang ibu. Kecurigaannya bertambah saat ia melihat wajah Zhou Huizhen yang menurutnya sangat mirip dengan Wei Rao.

Sebelumnya, Lu Zhuo beberapa kali bertemu Wei Rao dan berprasangka negatif terhadapnya. Selain karena gosip di ibu kota, ia menilai sikap bebas Wei Rao tidak sesuai norma. Kini ia melihat gadis cantik berwajah mirip berusaha menipunya bersama sang ibu. Lu Zhuo, yang tampak sopan dan murah senyum, pun marah. Ia merasa gosip tentang para wanita keluarga Zhou bukan tanpa dasar.

Pada akhirnya, Zhou Huizhen menikah dengan Han Liao sebagai selir. Di novel, Han Liao adalah pria berusia sekitar 30 tahun, sebaya dengan paman Lu Zhuo. Ia digambarkan mata keranjang, memiliki banyak selir dan banyak anak di luar nikah, tetapi tampan dan berprestasi di militer. Keluarga Han termasuk keluarga militer dengan reputasi hampir setara keluarga Lu.

Shou An Jun, nenek Zhou Huizhen, awalnya menolak lamaran Han Liao karena tahu betul reputasinya. Para keluarga bangsawan lain yang memiliki putri cantik juga menjauhi Han Liao dan menolak lamarannya. Namun, Zhou Huizhen nekat menerima saat Han Liao melamarnya untuk kedua kali.

Keputusan itu semata karena Zhou Huizhen tidak mau kalah dari Wei Rao, yang menikah dengan Lu Zhuo untuk menolak bala. Han Liao awalnya tertarik pada kecantikan Zhou Huizhen, tetapi kemudian menemukan bahwa Wei Rao, sepupu Zhou Huizhen, jauh lebih cantik. Han Liao beberapa kali berusaha mencari cara mendekati Wei Rao dengan memanfaatkan Zhou Huizhen.

Perbedaan besar antara Jun Dai dan Zhou Huizhen: meski sama-sama menyimpan kebencian kepada Wei Rao, Zhou Huizhen tidak sampai berbuat jahat. Kebenciannya lebih didasari iri hati. Di novel, selain bersikap bermusuhan, Zhou Huizhen tidak pernah menyakiti Wei Rao, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Zhou Huizhen juga masih berinteraksi dengan Wei Rao karena ia dan adiknya, Zhou Huizhu, tumbuh besar bersama Wei Rao, sehingga mereka kadang masih berkumpul dan bermain.

Pada akhir novel, Zhou Huizhen bercerai dari Han Liao dan menikah dengan seorang anggota pasukan penjaga kerajaan. Meski kedudukan pria itu tidak sebanding dengan Lu Zhuo, Zhou Huizhen mencintai dan menerimanya. Suami barunya juga mencintai dan merawatnya. Zhou Huizhen pun melepaskan iri hatinya kepada Wei Rao.

Nasib akhir Zhou Huizhen berbeda dengan Jun Dai. Di drama, Jun Dai berusaha membunuh Wei Rao dengan arak beracun, tetapi justru meminum racun yang ia siapkan untuk sepupunya itu.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *