LayarHijau.com — Drama The Lament of Autumn (玉簟秋) resmi mengudara sejak 12 Oktober 2026 di Hunan TV dan Mango TV. Sejak episode awal, penonton langsung menangkap kaitannya dengan Love in Flames of War (良辰好景知几何), drama populer yang tayang pada 2022. Keduanya berasal dari novel karya Ling Xi, novelis dan penulis naskah asal Changsha, dan sama-sama berlatar Era Republik Tiongkok, masa ketika para panglima perang saling berebut kekuasaan.
Bagi penonton yang bertanya apakah lini waktunya bersambung, jawabannya tidak. Kedua drama berlatar zaman yang sama, tetapi tokoh dan alurnya berdiri sendiri, sehingga bisa ditonton dalam urutan apa pun.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Tiga novel, satu semesta
Ling Xi menulis tiga novel berlatar Era Republik yang dikenal sebagai “trilogi Era Republik”: Qing Cheng Zhi Lian (terbit Mei 2010), Yu Dian Qiu (Agustus 2010), dan Fu Rong Jin (Mei 2011). Ketiganya memadukan kisah cinta dengan intrik keluarga militer. Qing Cheng Zhi Lian kemudian berganti judul menjadi Liang Chen Hao Jing Zhi Ji He, nama yang dipakai drama Love in Flames of War. Novel kedua melahirkan The Lament of Autumn, sedangkan novel ketiga lebih dulu difilmkan pada 2015.
Novel pertama di layar: Love in Flames of War
Drama 43 episode ini mulai tayang 30 April 2022 di Zhejiang TV dan Youku, dengan Zhong Shujia sebagai sutradara. Shawn Dou memerankan Xiao Beichen, putra keluarga jenderal yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lin Hangjing, putri keluarga yang sedang terpuruk, yang diperankan Chen Duling. Hu Jun berperan sebagai ayah Xiao Beichen, Xiao Haishan, dan Yuan Hao sebagai Mu Zizheng, pemuda yang juga menarik hati Lin Hangjing. Zhao Yingzi, Lai Yi, Dong Xuan, dan Wang Jinsong melengkapi jajaran pemeran. Kisah ini bergerak dari masa perang antarpanglima perang hingga pecahnya perang melawan Jepang.
Novel kedua di layar: The Lament of Autumn
Cerita dimulai dari situasi genting. Ye Pingjun, pelajar putri yang bekerja di gedung pertemuan di Hunan barat demi biaya pengobatan ibunya, terseret kasus percobaan pembunuhan terhadap Yu Changxuan, putra kelima keluarga Yu, pada hari pertama bekerja. Ia dituduh keliru, lalu bertaruh bahwa Yu Changxuan punya sepuluh hari untuk menemukan pelaku sebenarnya. Bagi komandan muda yang dijuluki shaoshuai itu, taruhan tersebut menjadi alasan untuk mendekati Ye Pingjun sambil menyembunyikan niat sebenarnya.
Cheng Lei memerankan Yu Changxuan dan Xu Ruohan memerankan Ye Pingjun. Zhang Fengyi dan Xu Fan tampil sebagai bintang tamu, disusul Zhang Yunlong, Wang Likun, Liu Dongqin, Guo Yuxin, Zhou Jieqiong, dan Xu Zhengxi. Drama 40 episode ini disutradarai Ju Jueliang, sutradara Till the End of the Moon. Naskahnya ditulis Ye Yang, yang juga terlibat dalam Love in Flames of War.
Judul Yu Dian Qiu diambil dari baris pembuka puisi Yi Jian Mei karya penyair perempuan Dinasti Song, Li Qingzhao. Yu dian adalah tikar bambu halus yang dipakai tidur di musim panas. Baris itu melukiskan datangnya musim gugur, ketika aroma teratai memudar dan tikar terasa dingin.
Menurut informasi yang beredar di Weibo, drama ini mencatat lebih dari 3 juta reservasi sebelum penayangan perdana dan sekitar 16 juta penayangan di Mango TV pada hari pertama.
Jejak Xiao Beichen di novel kedua
Rujukan antarnovel yang tercatat ada di bab ketujuh Yu Dian Qiu. Yu Qixuan, adik perempuan Yu Changxuan, menegur kakaknya dengan membandingkannya dengan tokoh dari novel pertama: “Xiao Beichen dari keluarga Xiao hanya satu-dua tahun lebih tua dari Kakak Kelima.” Ia menambahkan bahwa Xiao Beichen sudah piawai mengendalikan situasi politik, sedangkan kakaknya belum.
Rujukan serupa kini muncul di versi drama. Nama Xiao Beichen disebut lewat dialog sejak episode awal The Lament of Autumn. Sejumlah laporan menyebut Shawn Dou juga kembali tampil beberapa menit sebagai Xiao Beichen, sehingga kedua shaoshuai itu bertemu di satu layar.
Novel ketiga: Fu Rong Jin
Novel ketiga, Fu Rong Jin (芙蓉锦) — Hibiscus Brocade, berpusat pada He Lan, perempuan asal Hanping, dan dua pria yang menentukan nasibnya: Gao Zhongqi dan Qin Chengyu. Sinopsis novel menggambarkan keduanya sebagai dua sosok yang bertolak belakang, satu membawa kehancuran dan satu lagi perlindungan. Nasib ketiganya berbalik setelah Yushan Villa hancur.
Novel ini difilmkan menjadi drama 40 episode berjudul sama dan tayang pada 2015, dengan Peter Ho sebagai Gao Zhongqi, Yuan Shanshan sebagai He Lan, dan Eric Huang sebagai Qin Chengyu. Dalam penayangan di televisi, drama ini juga dikenal dengan judul Zhan Huo Fen Fei de Nian Dai.
Versi drama bercerita tentang Gao Zhongqi, kepala staf kantor gubernur militer Hanping, yang menyembunyikan identitasnya demi membalas kematian ayahnya. Ia jatuh cinta pada He Lan, pelajar putri yang memberinya sutra bersulam bunga hibiscus buatannya sendiri sebagai tanda cinta, benda yang menjadi asal judulnya. Upaya balas dendam Gao Zhongqi secara tidak sengaja merenggut nyawa orang tua He Lan dan menghancurkan hubungan mereka. Qin Chengyu, putra sulung panglima Qin, adalah pria lembut yang memilih menjadi dosen karena membenci kekuasaan yang dibangun ayahnya lewat pertumpahan darah, dan berulang kali menyelamatkan He Lan.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


