Posted in

Review Drama The First Frost: Kisah tentang Cinta yang Sabar dan Menyembuhkan

Bagikan

Sinopsis:

Wen Yi Fan, seorang wartawati, pergi ke sebuah bar yang disebut Overtime untuk bertemu sahabatnya, Zhong Si Qiao. Saat dia berada di bar itu, dia bertemu Sang yan, seorang manajer departemen dan salah satu pemilik Overtime. Dia dulu adalah teman sekelas Yi Fan di SMA, dan sosok yang pernah dia cintai.

Keduanya berinteraksi kembali dan berpura-pura saling tidak mengeneal. Setelah serangkaian masalah, mereka secara tidak sengaja menjadi teman seapartemen. Saat tinggal dan menghabiskan waktu bersama, masa lalu keduanya terungkap lagi. Akan kesalahpahaman bisa diselesaikan dan akankah cinta akan bersemi kembali di antara mereka?

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Review:

The First Frost dibintangi Bai Jingting dan Zhang Ruonan, dan diangkat dari novel yang sangat populer, Nan Hong (Difficult to Coax) karya Zhu Yi. Sebelum drama ini tayang, saya sudah lebih dulu membaca novelnya. Jadi ketika menontonnya, saya datang dengan ekspektasi dan kecenderungan membandingkannya dengan novel.

The First Frost

The First Frost

4.6 ★★★★★ Bagus

Cinta yang Menyembuhkan, dengan Beban Trauma dan Konflik Berlebihan

The First Frost menghadirkan kisah cinta yang romantis, lucu, dan menyentuh tentang kesabaran Sang Yan dalam mencintai Wen Yifan serta perjuangan sang wanita untuk pulih dari trauma masa lalu. Chemistry pemeran utama, kilas balik masa remaja, dan perpaduan romansa dengan humor menjadi daya tarik drama ini. Namun, penggambaran pelecehan seksual yang berlebihan, porsi cerita karakter pendukung yang terlalu berat, serta sejumlah perubahan karakter dan alur yang kurang masuk akal membuat drama ini terasa melelahkan, meski tetap menawarkan kisah cinta yang menghangatkan hati.

Cerita
★★★★★4.5/5
Akting
★★★★★4.7/5
Soundtrack
★★★★★4.8/5

Kekuatan

  • Chemistry pemeran utama yang kuat.
  • Kisah cinta yang romantis dan menyentuh.
  • Perpaduan humor dan kilas balik yang menarik.

Kelemahan

  • Adegan pelecehan seksual yang berlebihan.
  • Konflik karakter pendukung terlalu berat.
  • Perubahan karakter dan alur yang kurang masuk akal.

Drama ini memakai alur dengan dua lini waktu hampir di setiap episodenya. Biasanya, cerita tiap episode dibuka dengan kisah masa remaja Sang Yan dan Wen Yifan, lalu beralih ke masa kini. Penataannya terasa pas dan menumbuhkan rasa penasaran penonton terhadap apa yang terjadi di masa lalu.

The First Frost juga memperkaya hubungan Sang Yan dan Wen Yifan saat SMA yang diperlihatkan lewat kilas balik. Salah satu contohnya adalah percakapan tentang bulan, yang dimanfaatkan Sang Yan untuk mengungkapkan perasaannya secara tidak langsung. Wen Yifan, yang sebenarnya menyadari maksud remaja itu, tampak tidak keberatan walau tidak menerimanya secara gamblang. Ada pula adegan ketika Sang Yan mengunjungi Wen Yifan yang pindah ke kota lain, menolongnya mencari tempat berlatih tari, hingga belajar dan bermain bersama. Detail-detail ini tidak ada di novel, tetapi memperkuat kisah cinta keduanya.

Drama ini juga mampu menerjemahkan ciri khas gaya cerita Zhu Yi yang lucu ke dalam media video dengan baik. Beberapa adegan lucunya terlihat alami dan membekas. Namun, ada adegan lucu ikonik yang sayangnya gagal diterjemahkan, misalnya pertemuan pertama Wen Yifan dan Sang Yan setelah mereka dewasa di kafe milik pria itu. Di novel, adegan ini sangat lucu karena Wen Yifan yang pendiam dan polos justru melakukan blunder. Ia berpura-pura tidak mengenal Sang Yan, tetapi salah berucap hingga terkesan mengira pria itu dan kafenya menyediakan layanan “spesial”.

Ketika Sang Yan mengatakan bahwa kafenya adalah kafe legal yang tidak menyediakan layanan seperti itu, Wen Yifan malah menjawab, “Sayang sekali.” Adegan ini menggambarkan selera humor khas Zhu Yi, yang umumnya membuat karakternya berucap atau bertindak kontras dengan penampilan dan kepribadian mereka. Sayangnya, dialog ini tampaknya tidak diterjemahkan dengan baik dalam subtitle bahasa Inggris dan Indonesia, sehingga efek lucu yang terasa di novel tidak muncul di versi drama.

Meski begitu, beberapa adegan lain berhasil membuat penonton tertawa. Salah satunya saat Wen Yifan terkejut mengetahui bahwa teman apartemen barunya adalah Sang Yan dan berusaha menolak. Dalam negosiasinya, Wen Yifan kembali blunder dan mengatakan bahwa Sang Yan bisa tidur dengannya, padahal maksudnya Sang Yan bisa tidur lebih dulu di kamarnya malam itu.

Dinamika hubungan Sang Yan dan Wen Yifan juga terasa unik dan menyegarkan. Karakter prianya arogan dan narsis, dengan ucapan dan perilaku menyebalkan, sementara karakter wanitanya pendiam dan introvert. Dinamika ini diselingi dialog dan adegan lucu serta lagu pengiring yang sesuai, sehingga penonton ikut merasakan percikan cinta yang indah di antara keduanya.

Kisah ini makin menarik ketika Wen Yifan untuk pertama kalinya menyadari bahwa ia menyukai Sang Yan dan memutuskan mengejar cinta pria itu. Karena sikapnya yang introvert, usahanya terasa minim, tetapi justru melahirkan kelucuan baru.

Seperti di novel, percikan cinta ini dibayangi nuansa kelam dari rahasia yang dialami Wen Yifan. Penonton yang belum membaca novelnya akan bertanya-tanya: apa yang membuat Sang Yan dan Wen Yifan berpisah saat SMA? Apa yang dialami Wen Yifan hingga ia berjalan sambil tidur (sleepwalking)? Saat jawabannya terungkap, kita mulai melihat kisah tragis Wen Yifan dan keteguhan Sang Yan dalam mencintai.

Secara keseluruhan, Bai Jingting, Zhang Ruonan, dan para pemeran lain memberikan akting yang solid. Zhang Ruonan meyakinkan sebagai sosok introvert dan mampu menggambarkan beragam emosi kompleks serta kekuatan dan keteguhan karakternya. Bai Jingting berhasil memperlihatkan kontras sikap Sang Yan yang arogan dan narsis, tetapi rapuh, termasuk caranya mengekspresikan cinta tanpa berlebihan. Namun, dalam beberapa adegan akting mereka terasa kurang kuat. Pada sejumlah adegan komedi, misalnya, ekspresi dan dialog mereka terkadang lemah sehingga adegan yang seharusnya lucu tidak terasa lucu. Meski begitu, kelemahan ini tidak terasa mengganggu.

Selain kisah cinta yang menyentuh, ada hal lain yang meninggalkan kesan mendalam, misalnya pembahasan soal penelantaran yang dilakukan ibu Wen Yifan dan keluarganya. Trauma fisik dan emosional yang dialami Wen Yifan juga dikisahkan dengan sangat menyentuh.

The First Frost secara apik menggambarkan bagaimana Sang Yan, yang ditolak dua kali oleh Wen Yifan, tetap bersabar dan memilih mencintai wanita itu dari jauh. Ketika akhirnya bertemu lagi, ia mengungkapkan cintanya lewat perbuatan-perbuatan kecil yang tidak disadari Wen Yifan.

Ada masa ketika Wen Yifan merasa bahwa masa lalunya membuatnya tidak layak menerima cinta pria itu. Namun pada akhirnya, cinta Sang Yan yang sabar membuat Wen Yifan mampu bangkit dan berjuang memperoleh kebahagiaannya sendiri.

The First Frost bukan drama tanpa kelemahan, dan ada beberapa yang patut dikritisi. Hal yang langsung saya soroti adalah nuansanya yang berbeda dari novel. Nan Hong memang mengisahkan kehidupan Wen Yifan yang tidak sempurna, dengan pembahasan berat soal trauma akibat pelecehan seksual dan penelantaran. Namun, Zhu Yi memutuskan menyeimbangkan pembahasan berat itu dengan unsur komedi yang kental.

Sebaliknya, drama ini lebih menekankan unsur pelecehan seksual dengan cara yang tidak seimbang. Beberapa adegan pelecehan yang dialami Wen Yifan tidak ada di novel dan terkesan berlebihan. Bahkan, seorang netizen Tiongkok di Weibo mengklaim bahwa dalam enam episode awal terdapat sembilan adegan pelecehan. Menurut saya, hal ini kesalahan yang cukup sulit diterima dan tidak realistis.

Selain itu, pengembangan cerita karakter pendukung juga bermasalah. Mereka adalah Zhong Si Qiao (Zhang Miaoyi) dan Su Hao An (Edward Chen), sahabat pasangan utama. Kisah cinta pasangan utama sudah cukup berat dan menyentuh saat memasuki pertengahan cerita. Sayangnya, kita malah disuguhi kisah hidup pasangan kedua yang lebih berat lagi, mulai dari masalah keluarga Zhong Si Qiao sampai kehidupan tragis Su Hao An.

Padahal, di novel proporsi kisah kedua karakter ini tidak sebanyak di versi drama. Saya bahkan sengaja mempercepat beberapa adegan kedua karakter ini karena tidak betah dengan nuansa berat yang ada.

Menurut saya, kisah cinta pasangan utama dan pasangan pendukung sebaiknya divariasikan. Jika kisah Sang Yan dan Wen Yifan secara garis besar sudah berat karena membahas penelantaran dan pelecehan seksual, pasangan pendukung seharusnya menawarkan kisah yang lebih ringan dan menghibur. Formula ini umum dipakai di novel dan drama lain. Dengan begitu, penonton tidak terus-menerus merasakan tekanan berat.

Kemunculan Mu Cheng Yun, anak magang yang jatuh cinta pada Wen Yifan, juga patut disorot. Penggambaran karakter ini berbeda dari versi novel. Kehadirannya di drama terasa mengganggu dan lebih mirip penguntit yang menyebalkan.

Perubahan karakter yang tidak perlu juga terlihat pada antagonis utama, yaitu paman Wen Yifan. Di novel, paman Wen Yifan digambarkan sebagai pengangguran tidak berguna yang gemar mabuk. Ia beberapa kali muncul di kompleks stasiun TV untuk mengganggu dan meneror Wen Yifan. Ia juga pernah datang ke kafe milik Sang Yan bersama teman-temannya, dan hal itu memicu konflik fisik dengan Sang Yan. Ia mungkin berani bertindak terhadap sosok yang dianggapnya lemah seperti Wen Yifan, tetapi tidak berkutik saat berhadapan dengan orang seperti Sang Yan.

Di drama, teror dan gangguan di kompleks stasiun TV serta kafe tetap dipertahankan. Namun, si paman berubah menjadi sosok yang culas. Yang ganjil, ia justru bisa menjadi satpam di stasiun TV tempat Wen Yifan bekerja. Hal ini di luar nalar. Petugas keamanan seperti satpam biasanya harus lulus pelatihan dan sertifikasi khusus dari kepolisian. Mereka juga perlu menjalani sejumlah tes, seperti tes kesehatan dan kejiwaan, serta dinyatakan bebas obat terlarang. Tentu saja mereka harus dinyatakan bersih dari catatan kriminal.

Namun, si paman yang mesum ini bisa menjadi satpam di sebuah media pers, padahal ia pernah terlibat kecelakaan mobil dalam kondisi mabuk dan pernah dilaporkan Wen Yifan atas tuduhan pelecehan seksual dan upaya rudapaksa. Bagaimana ceritanya pria seperti ini bisa lulus sertifikasi kepolisian?

Katakanlah ia memalsukan sertifikasi pelatihan. Apakah stasiun TV tempat Wen Yifan bekerja tidak melakukan background check (pemeriksaan latar belakang) sehingga mereka tidak tahu identitas sang paman dan hubungannya dengan Wen Yifan?

Bagi penonton yang lebih fokus pada unsur asmara dan chemistry pasangan utama, kelemahan-kelemahan ini mungkin tidak penting. Namun menurut saya, beberapa di antaranya cukup fatal.

Secara umum, saya memang menikmati drama ini. Namun kelemahan-kelemahan di atas membuat saya enggan menontonnya ulang karena terasa berat. Meski begitu, jika kalian bisa mengabaikan kelemahan yang saya sebutkan atau menganggapnya tidak penting, The First Frost layak ditonton, terutama bagi kalian yang mencari kisah cinta yang romantis, lucu, dan menyentuh.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *