Filmnya Gagal, Sutradara X-Men: Dark Phoenix Curhat Soal Kesulitannya

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

Film X-Men: Dark Phoenix gagal secara komersial. Film yang seharusnya menjadi puncak dari franchise X-Men itu hanya memperoleh $32,8 juta di box office Amerika Serikat (AS) pada minggu pertama penayangannya.

Walau dipenuhi para bintang dan merupakan salah satu judul paling dikenal dalam dunia X-Men, film itu tidak berhasil menarik perhatian masyarakat dan kritikus film

Penulis naskah sekaligus sutradara film itu, Simon Kinberg buka-bukaan terkait kegagalan film itu dan kesulitan yang dia alami selama syuting. Semua itu dia beberkan dalam podcast The Business yang ada di KCRW.  Dia mengakui ada beberapa hal yang berpengaruh pada proses produksi film itu. Termasuk merger Fox ke dalam Disney. Sekalipun demikian, dia tidak mau memakai hal ini sebagai alasan.

- Advertisement -

“Jelas film itu tidak bisa terhubung dengan para penonton yang tidak melihatnya, jelas itu tidak cukup terhubung dengan para penonton yang melihatnya, jadi kesalahannya ada pada saya,” ujar Simon dilansir dari Collider.com, Jumat (14/6).

Kesulitan pertama yang dihadapi Simon adalah perubahan jadwal tayang. Awalnya film itu dijadwalkan tayang pada November 2019. Lalu diubah menjadi Februari 2019. Sampai akhirnya, jadwal tayang final jatuh pada Juni. Setelah kesuksesan Avengers: Endgame yang fenomenal. “Saya selalu merasa kami memiliki jadwal tayang yang sulit untuk film ini,” jelas Simon.

“Film itu tidak dibuat sebagai sebuah film pahlawan super klasik, tapi lebih ke arah film yang lebih kecil, dramatis dan intim. Awalnya film itu akan dirilis November, lalu diubah ke Februari, dan saya merasa tanggal itu adalah tanggal yang tepat,” lanjutnya.

- Advertisement -

“Dan film itu dirilis lima, enam minggu dari film terbesar atau terbesar kedua dalam sejarah film, yang juga ternyata memiliki genre pahlawan super, berat untuk kami,” tambah Simon. Tapi dia tidak ingin menyalahkan kegagalan film itu pada pemilihan jadwal tayang.

Merger Disney dan Fox juga berpengaruh besar terhadap produksi film. Berita tentang merger itu muncul pada akhir 2017. Saat itu Dark Phoenix memasuki proses paska produksi.

Terjadi pemutusan hubungan kerja besar-besaran di Fox. Ada ribuan orang yang kehilangan pekerjaan. “Jadi sisi marketing dan publisitas Fox terkena sangat parah, dan saya melihat itu karena saya pergi rapat dengan marketing setiap minggu dan ada orang-orang yang tidak ada lagi di sana.  Mereka adalah orang-orang yang bekerja dengan sama selama bertahun-tahun dalam banyak film yang saya buat,” ujar pria itu.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments