Home » Film » Berita » Trailer Film Live-Action Mulan Dikritik Warganet Cina
mulan
Mulan (movieweb.com).

Trailer Film Live-Action Mulan Dikritik Warganet Cina

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 12/07/2019 oleh Timotius Ari

Film remake live-action Mulan memperoleh banyak perhatian di Cina. Banyak penggemar yang antusias menunggu film itu dan kerap membicarakannya di sosial media. Di Weibo, sosial media mirip Twitter di Cina, muncul berbagai hashtag terkait film itu. Ada miliaran view untuk hashtag-hashtag itu. Tapi beberapa warganet di sana rupanya merasa film itu akan menghina budaya Cina untuk ketidakakuratan sejarah yang terlihat dalam trailer yang baru dirilis belakangan ini.

Kisah Mulan yang asli terjadi selama periode dinasti Selatan dan Utara, yaitu sekitar sekitar abad ke-5 Masehi. Sang karakter utama lahir di Cina sebelah selatan. Tapi dalam video trailer diperlihatkan jika rumah Mulan berbentuk bulat disebut tulou. Padahal bentuk rumah ini adalah bentuk rumah khas wilayah pesisir pantai selatan Cina di Fujian. Selain itu, tulou baru ada pada Dinasti Ming, sekitar seribu tahun kemudian. 

“Disney seharusnya tidak begitu ceroboh dan berpikir karena tulou indah, mereka bisa membuat Mulan tinggal di dalamnya. Dia bukan orang Fuji! Saya kira Mulan harus naik subway untuk bergabung dengan militer?” tulis seorang warganet Cina dilansir oleh MovieWeb, Kamis (11/7). 

Mulan sepertinya akan memiliki beberapa kesalahan dalam penggambaran budaya negara itu. Menurut sudut pandang lain, beberapa orang di Cina percaya jika remake itu dibuat khusus untuk penonton Barat. Seorang warganet bahkan menulis jika Disney tidak peduli dengan budaya Cina.

“Film ini hanya berusaha menarik hati para penonton Barat. Seolah mereka berpikir, oh, elemen ini benar-benar Chinese, benar-benar Oriental, jadi aku akan memasukkannya ke dalam film untuk membuat semua orang merasa ini benar-benar film Cina. Mencampurkan elemen-elemen Oriental yang tidak berkaitan adalah sesuatu yang benar-benar menghina untuk budaya dan penonton non Barat. Ini tidak menunjukkan jika (para produser) benar-benar menghargai elemen-elemen budaya yang berbeda dengan Hollywood, tapi menggunakannya untuk menciptakan sesuatu yang (orang Amerika) anggap nyaman dan menarik,” tulis pengguna lain panjang lebar. 

Respon masyarakat terhadap video trailer Mulan cukup besar. Saat artikel ini ditulis, video itu sudah ditonton lebih dari 21 juta kali di YouTube sejak tayang pada 7 Juli 2019. Jumlah ini terus bertambah. Para penggemar Disney sudah menunggu lama untuk remake ini. 

Mulan sendiri akan tayang di bioskop pada 27 Maret 2020. Dan para penggemar menunggu untuk melihat apakah Mushu akan menjadi bagian dari remake ini atau tidak. Ketidakhadiran karakter itu adalah masalah lain bagi para penggemar. 

Dibaca 22 kali, 1 kunjungan hari ini.
Rekomendasi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top