Awalnya, perusahaan produksi Dongyang Huanyu berargumen jika bukti yang disediakan oleh Fan Mou tidaklah cukup untuk membuktikan jika dia pemilik hak cipta untuk karya fotografi itu. Dan foto yang digunakan oleh drama itu hanya mengambil sebuah frame.
Tapi setelah sidang, ketiga perusahaan itu masih diminta oleh the Court of First Instance untuk membayar kompensasi sebesar 60 ribu yuan untuk Fan Mou.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Dongyang Huanyu dan Shanghai Baoyue juga diminta untuk merilis permintaan maaf di the People’s Court News dalam 10 hari, efektif sejak tanggal keputusan pengadilan.
Segera setelah keputusan ini dirilis, para netizen menulis komentar mereka terkait kasus itu. Mereka mengkritik bagaimana drama itu sudah menghasilkan begitu banyak uang tapi enggan membayar ganti rugi.
Mereka bahkan mengkritik produser drama itu, Yu Zheng yang selalu terseret ke dalam masalah hak cipta. “Kenapa Yu Zheng selalu entah memplagiat atau melanggar hak cipta?” tanya seorang netizen.
“Sebagian besar karya Yu Zheng terdapat unsur plagiat dalam berbagai tingkatan,” kata yang lain.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


