Saat para karakter ini merasakan sakit karena cinta mereka yang alami, mungkin seolah hati mereka ditusuk-tusuk atau dicabut keluar dengan tangan, saya hampir menangis. Tapi tidak sampai menangis. Karena saya beranggapan jika kesedihan ini merupakan fase dalam kehidupan para karakter kita. Sesuatu yang tidak terhindarkan di dalam kehidupan anak remaja. Karena hampir sebagian dari kita pernah mengalami cinta semasa SMA. Cinta itu mungkin berbalas dan mungkin kandas. Dan kita mengalami manisnya cinta atau pahitnya penolakan. Bagian dari hidup kita yang tidak bisa dihindari.
Tapi ending film ini merebut harapan terakhir yang saya miliki dan menyisakan pertanyaan yang tidak terjawab hingga akhir. Ada sebuah kesan di dalam hati, jika ending ini dipilih sutradara Bang Woo-Ri (yang juga menulis naskahnya) hanya sebagai sebuah alasan untuk menusuk hati penonton yang baru saja sembuh dan berharap melihat akhir yang bahagia.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Atau ending yang dipilih hanya untuk meninggalkan sakit hati dan kesedihan dalam hati para penonton supaya mereka tidak bisa lupa film ini hingga waktu yang lama.
Sayangnya, saya tidak bisa menawarkan alternatif untuk ending film ini seandainya tujuan yang ingin dicapai adalah supaya kesan yang mendalam tertoreh dalam hati para penonton. Jika ending dalam film ini dibalik, apakah efek yang dirasakan penonton akan sama kuatnya dengan ending yang sudah ada? Mungkin ya atau mungkin tidak.
Jika kalian ingin sesuatu yang ringan dan menghibur, film untuk mengisi waktu luang, sebaiknya jangan menonton film ini. Tapi kalau kalian ingin melihat visual yang menarik, alur cerita dan akting yang natural dan nuansa nostalgia yang kuat dari masa-masa SMA tanpa takut akan menangis dan larut dalam kesedihan dalam waktu yang cukup lama, maka 20th Century Girl bisa menjadi pilihan yang baik.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


