LayarHijau.com – Setelah sukses besar lewat The Prisoner of Beauty bersama Song Zuer, Liu Yuning kembali mencuri perhatian lewat drama kostum terbarunya, A Dream Within a Dream. Drama yang dibintanginya bersama Li Yitong ini tayang perdana di iQiyi pada 26 Juni 2025 dan langsung menduduki posisi puncak dalam daftar popularitas drama Tiongkok, mengalahkan Feud yang dibintangi Bai Lu. Alur time-travel yang mengocok perut, sentuhan romansa yang “dipaksakan” oleh mekanisme naskah, serta parodi terhadap beberapa drama populer menjadi kombinasi yang memikat hati penonton.
Dalam A Dream Within a Dream, Li Yitong berperan sebagai Song Xiaoyu, seorang aktris kelas tiga di dunia nyata yang tiba-tiba dipilih menjadi pemeran utama wanita dalam drama fiksi A Dream of Green Lemon. Lawan mainnya adalah sang bintang top Nan Feng (diperankan oleh Liu Yuning), yang terkenal sulit diajak kerja sama dan kurang mendalami seni peran. Karena tak ada aktris yang mau menjadi lawan mainnya, tim produksi akhirnya memilih Song Xiaoyu yang dikenal punya kemampuan akting mumpuni meski tak populer. Namun, Song Xiaoyu sendiri justru menganggap naskahnya sangat bodoh. Saat hendak menutup jendela di rumah, ia terpeleset dan tiba-tiba masuk ke dalam dunia cerita tersebut.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Di dunia fiksi itu, ia menjadi Song Yimeng—tokoh utama wanita yang ditakdirkan menjalin hubungan tragis dengan Nan Heng, karakter dalam cerita yang diperankan oleh Nan Feng. Meski Song Xiaoyu berusaha melawan takdir, ia tidak bisa lepas dari mekanisme naskah yang mengatur segala hal: dari dialog, aksi, hingga momen romansa. Aturan naskah absurd seperti “tokoh utama pria harus menyelamatkan sang wanita di saat genting” dan “harus mencium di momen emosional” memaksa Song Yimeng dan Nan Heng menjalani plot yang di luar kendali mereka. Akibatnya, hanya dalam enam episode awal saja, mereka sudah berciuman tiga kali, memunculkan kehebohan di kalangan penonton.
Ciuman pertama terjadi ketika Song Yimeng tercebur ke dalam sungai dan diselamatkan oleh Nan Heng. Meski Song Yimeng mencoba menjauh dan memutus semua hubungan dengannya untuk menghindari takdir tragis, naskah mengendalikan tubuh mereka hingga mereka berciuman secara paksa di depan kerumunan, lengkap dengan cahaya romantis dan kamera berputar ala drama idol klasik. Ciuman kedua terjadi di bawah air, setelah Song Yimeng kembali jatuh ke sungai dan Nan Heng yang tengah mencoba menjauhi dirinya justru terseret aturan naskah untuk kembali menyelamatkannya. Padahal sebelumnya ia telah berusaha melukai Song Yimeng dengan racun, senjata, hingga jebakan. Namun, setiap kali Song Yimeng dalam bahaya, Nan Heng tak berdaya menolak naskah dan justru terluka saat menyelamatkannya. Ciuman ketiga terjadi ketika Song Yimeng nekat menutup mulut Nan Heng dengan bibirnya agar ia tak mengucapkan sesuatu yang bisa memicu adegan tragis berikutnya.

Tak hanya adegan romansa yang menuai sorotan, drama ini juga disebut menyindir atau meniru elemen dari dua drama populer: Love Like the Galaxy dan One and Only. Salah satu adegan menunjukkan Song Yimeng nyaris tertimpa bangunan yang terbakar sebelum diselamatkan Nan Heng, membuatnya jatuh cinta—mirip dengan adegan Wu Lei dan Zhao Lusi dalam Love Like the Galaxy. Adegan lain menampilkan Song Yimeng melompat dari tembok kota dengan gaun merah, mengingatkan penonton pada adegan ikonik Bai Lu dalam One and Only. Kemiripan ini menimbulkan diskusi hangat, antara yang memuji sebagai parodi cerdas dan yang menuduh drama ini menjiplak.

Elemen komedi lainnya muncul saat Song Yimeng seharusnya menikah dengan jenderal Chu Guihong (diperankan Wang Youshuo). Dalam naskah asli, tokoh itu melarikan diri dari pernikahan, tapi Song Xiaoyu justru ingin menikah agar bisa hidup tenang. Sayangnya, karena keputusannya bertentangan dengan jalur naskah, ia justru mati berkali-kali dalam perjalanan ke tempat pernikahan—dari rambut tersangkut tirai, kepala terbentur pintu, hingga tertimpa kayu di tandu. Total lebih dari lima kali kematian konyol ini sukses membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Tak hanya duo utama yang mencuri perhatian, aktor Taiwan Huang Weide juga mendapat pujian karena transformasi perannya. Ia memerankan Perdana Menteri Gao Changyin, paman dari Nan Heng yang punya pengaruh besar di istana. Penampilannya yang penuh kharisma membuat banyak penonton tak percaya bahwa ia adalah aktor yang sama dengan Prince Yu dalam Nirvana in Fire. Jika saat itu ia tampil elegan namun penuh ambisi, kali ini ia memancarkan wibawa yang dingin dan penuh perhitungan, menunjukkan fleksibilitas akting yang luar biasa.
Secara keseluruhan, A Dream Within a Dream menawarkan konsep segar dalam genre drama kostum. Dengan menyisipkan sindiran terhadap naskah dramatis yang sering ditemui di drama Tiongkok, serta menampilkan romansa yang secara harfiah “terpaksa”, serial ini berhasil memikat penonton dengan keseimbangan antara komedi dan kritik terselubung terhadap genre-nya sendiri. Tak heran jika drama ini langsung melesat sebagai salah satu tontonan paling dibicarakan tahun ini.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


