LayarHijau.com— Xu Kai kembali menyapa pemirsa melalui drama orisinal bergenre misteri thriller bertajuk Eight Hundred (方圆八百米). Berlatar di sebuah kota tambang kecil bernama Fengyang pada akhir 1990-an, drama ini langsung menghadirkan suasana mencekam sejak awal lewat penemuan mayat wanita misterius yang mengguncang ketenangan warga. Xu Kai memerankan Chen Hui, seorang pemuda yang terjerat dalam dilema moral dan jaringan perdagangan obat terlarang, sekaligus menjadi pusat penyelidikan kriminal yang dipimpin oleh ayahnya sendiri.
Aktor yang sebelumnya melejit melalui Story of Yanxi Palace (延禧攻略) dan Moonlit Reunion (子夜归) ini sempat menghadapi sorotan publik setelah terseret isu kehidupan pribadi. Seorang aktris bernama Xu Lisha mengaku pernah menjalin hubungan dengan Xu Kai dan menuding sang aktor berselingkuh dengan rekan satu agensinya, Zhao Qing, saat proses syuting drama The Immortal Ascension (凡人修仙传). Ia juga membagikan kronologi hubungan mereka yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, pihak Xu Kai membantah tuduhan tersebut, sehingga kontroversi ini berkembang menjadi perdebatan publik tanpa kejelasan akhir.
Di tengah persaingan dengan drama lain seperti The Epoch of Miyu (蜜语纪), Veil of Shadows (月鳞绮纪), dan Echoes of a Thousand Moons (八千里路云和月), Eight Hundred berhasil mencuri perhatian dan menembus peringkat keempat dalam daftar popularitas Maoyan. Capaian ini menunjukkan bahwa drama tersebut mampu menarik minat penonton berkat pendekatan cerita yang berbeda dan kualitas produksinya.
Salah satu keunggulan utama Eight Hundred terletak pada ceritanya yang tidak mengikuti pola umum drama kriminal. Jika biasanya tokoh utama digambarkan sebagai sosok pahlawan yang mengungkap kejahatan, Chen Hui justru langsung ditempatkan sebagai tersangka sejak awal. Ketegangan cerita tidak lagi berpusat pada siapa pelaku, melainkan pada bagaimana hubungan ayah dan anak diuji ketika hukum dan ikatan keluarga saling berbenturan. Chen Hongbing, yang diperankan oleh Ding Yongdai, harus menjalankan tugasnya sebagai polisi sekaligus menghadapi kenyataan pahit bahwa putranya sendiri terlibat dalam kasus besar.
Alur cerita yang cepat menjadi nilai tambah lain dari drama ini. Dengan total hanya 20 episode, Eight Hundred langsung masuk ke inti konflik sejak episode pertama. Diceritakan bahwa Chen Hui terjerumus ke dalam dunia gelap demi mengumpulkan biaya transplantasi ginjal bagi kekasihnya, Gao Songge yang diperankan oleh Deng Enxi. “Chen Hui terpaksa mengambil risiko berbahaya dengan menjual obat batuk Peyton yang dilarang demi menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya,” ungkap narasi dalam drama tersebut, menggambarkan tekanan yang mendorongnya semakin dalam ke dalam jaringan kriminal.
Transformasi akting Xu Kai dalam drama ini turut menuai pujian. Setelah sebelumnya kerap dikritik karena ekspresi yang dianggap kurang kuat dalam beberapa drama kostum, kali ini ia dinilai berhasil menampilkan tekanan psikologis yang lebih mendalam. Ekspresi kelelahan, kecemasan, hingga ketakutan saat menghadapi ancaman dari Lu Yuan terasa lebih hidup dan memperlihatkan sisi rapuh karakter Chen Hui.
Di sisi lain, Deng Enxi juga mendapat apresiasi lewat perannya sebagai Gao Songge. Meski digambarkan dalam kondisi sakit, karakternya tetap menunjukkan keteguhan hati yang kuat. Penonton bahkan menyebutnya sebagai “bunga putih kecil yang tetap berdiri tegak di tengah angin kencang,” menggambarkan sosok yang lembut namun tidak mudah runtuh.
Chemistry antara Xu Kai dan Deng Enxi sebagai pasangan kekasih yang terjebak dalam situasi sulit turut memperkuat emosi cerita. Hubungan mereka digambarkan penuh kehangatan sekaligus keputusasaan, seiring keduanya menyadari bahwa setiap pilihan yang diambil justru membawa mereka semakin dekat pada konsekuensi yang berat.
Dengan akting solid dari para pemain dan konflik yang kuat, Eight Hundred tidak hanya menawarkan misteri kriminal, tetapi juga potret tentang pilihan hidup di bawah tekanan ekstrem. Drama ini menghadirkan pertanyaan tentang batas antara kebajikan dan kejahatan, serta sejauh mana seseorang bersedia melangkah demi menyelamatkan orang yang dicintainya.










