Posted in

Novel Asli Overdo Bukan Kisah Cinta, Melainkan Kritik terhadap Feodalisme Era Republik Tiongkok

Bagikan

LayarHijau.com – Drama Overdo yang dibintangi Zhang Linghe dan Wang Churan akhirnya tayang dan langsung mengguncang media sosial. Adegan princess carry basah kuyup di tengah hujan deras—Zhang Linghe (190 cm) mengangkat Wang Churan (172 cm) dalam cheongsam ungu yang menempel di tubuh—sudah viral bahkan sebelum drama resmi mengudara. Tagar #ZhangLingheWetPrincessCarryLeaked# meraup lebih dari 100 juta penayangan dalam sehari. Banyak netizen menjuluki pasangan ini “Suddenly Descending Ling” dan menyebut adegan tersebut sebagai contoh sempurna sexual tension.

Sekilas, Overdo tampak seperti kisah cinta tragis yang dibalut balas dendam, penyamaran, dan konflik keluarga besar. Murong Qingyi dan Ren Susu digambarkan sebagai dua orang yang saling mencintai, tetapi terus dipisahkan oleh berbagai tragedi.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Namun, gambaran itu berbeda jauh dengan novel asli karya Fei Wo Si Cun berjudul Jika Detik Ini Aku Tak Bertemu Denganmu (如果这一秒,我没遇见你). Novel tersebut bukan sekadar kisah cinta yang menyayat hati, melainkan kritik tajam terhadap sistem feodal pada era Republik Tiongkok yang menghancurkan kehidupan banyak orang, terutama perempuan.

Peringatan spoiler: Artikel ini membahas perbedaan besar antara novel dan adaptasi dramanya.

Garis Besar Cerita Novel: Kisah Tragis yang Menjadi Kritik terhadap Sistem Feodal

Jika hanya menonton dramanya, penonton mungkin mengira hubungan Murong Qingyi dan Ren Susu dibangun dari pertemuan yang romantis lalu berkembang menjadi kisah cinta penuh rintangan. Namun, novel menghadirkan cerita yang jauh lebih kelam.

Murong Qingyi merupakan putra keluarga panglima perang yang sangat berkuasa. Sejak kecil ia tumbuh dengan berbagai hak istimewa sebagai anggota keluarga elite. Kekuasaan dan status sosial itu membuatnya terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkan tanpa pernah mempertanyakan apakah tindakannya benar atau salah.

Sebaliknya, Ren Susu berasal dari kalangan bawah. Ia adalah seorang pemain opera (xi zi), profesi yang pada masa itu dipandang sangat rendah. Banyak orang menganggap para pemain opera tidak lebih dari barang hiburan yang bisa dibeli, diperalat, lalu dibuang begitu saja.

Pertemuan mereka bukanlah kisah cinta yang ditentukan oleh takdir.

Suatu hari Qingyi menyelamatkan Susu dari kuda yang mengamuk. Namun, sejak saat itu ia mulai terobsesi pada gadis tersebut. Qingyi tidak mendekati Susu sebagai seseorang yang ingin mengenalnya, melainkan sebagai pria yang merasa memiliki hak untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Hubungan mereka kemudian berubah menjadi kekerasan seksual. Novel menggambarkan dengan jelas bahwa hubungan pertama mereka terjadi tanpa persetujuan Susu. Dalam situasi ketika seorang perempuan miskin berhadapan dengan pria dari keluarga paling berkuasa di daerahnya, Susu sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menolak.

Peristiwa itulah yang kemudian membuat Susu hamil dan melahirkan seorang bayi lelaki. Saat itu Murong Qingyi telah pergi ke luar negeri dan tidak mengetahui kalau wanita itu hamil. Merasa tidak sanggup membesarkan anak tersebut sendirian, Ren Susu menyerahkan bayi itu ke panti asuhan.

Saat Murong Qingyi kembali dan memaksakan hubungan mereka, Ren Susu terpaksa memberitahunya soal putra mereka. Qingyi menyuruh anak buahnya mencari anak itu ke panti asuhan. Namun, karena suatu kesalahan identitas, anak buahnya memperoleh informasi bahwa putra mereka telah meninggal karena sakit.

Pernikahan mereka bukan lahir dari cinta yang tumbuh perlahan seperti dalam drama. Pernikahan itu terjadi karena rasa bersalah Qingyi yang sangat mendalam atas “kematian” anak pertama mereka, sekaligus menjadi gambaran bagaimana sistem feodal lebih melindungi laki-laki berkuasa daripada perempuan yang menjadi korban.

Setelah menikah, mereka dikaruniai seorang putri. Namun, kehidupan Susu di keluarga Murong tidak berubah menjadi lebih baik.

Ia memang tinggal di rumah megah, mengenakan pakaian mahal, dan memperoleh berbagai kemewahan. Namun, semua itu tidak pernah membuatnya merasa diterima sebagai anggota keluarga. Bagi sebagian besar anggota keluarga Murong, Susu hanyalah perempuan dari kalangan bawah yang dianggap tidak pantas menjadi istri tuan muda mereka.

Para pelayan memperlakukannya dengan rendah. Ia sering mendapat makanan sisa dan menjadi sasaran cibiran karena semua orang tahu Qingyi tidak pernah benar-benar membelanya di depan keluarga besar.

Ironisnya, Qingyi sendiri tidak menyadari penderitaan itu. Menurutnya, memberikan perhiasan, pakaian indah, dan kamar yang nyaman sudah cukup membuktikan cintanya. Ia tidak memahami bahwa yang dibutuhkan Susu bukanlah kemewahan, melainkan rasa dihormati sebagai manusia. Qingyi bahkan melarang Susu bekerja ataupun keluar rumah. Niatnya mungkin ingin melindungi sang istri, tetapi bagi Susu kehidupan itu justru menjadi sangkar emas yang perlahan menghilangkan kebebasan dan harga dirinya.

Berbeda dengan tokoh perempuan dalam banyak cerita balas dendam, Susu di novel tidak pernah berubah menjadi sosok yang kuat dan penuh perhitungan. Ia tidak memiliki identitas baru, tidak membangun organisasi rahasia, dan tidak merencanakan balas dendam kepada siapa pun. Keinginannya sangat sederhana, yaitu memiliki rumah yang hangat, keluarga yang menyayanginya, dan kehidupan yang tenang. Namun, keinginan sesederhana itu pun tidak pernah berhasil ia dapatkan.

Tekanan yang terus-menerus akhirnya mencapai titik puncaknya pada pesta perayaan satu bulan putri mereka. Alih-alih berbahagia, Murong Qingyi melontarkan kalimat yang sangat kejam. Ia tidak hanya meragukan darah daging putri yang baru lahir, tetapi juga secara keji menyiratkan bahwa anak laki-laki pertama mereka yang sudah “meninggal” enam tahun lalu mungkin juga bukan anak kandungnya.

Kalimat yang meragukan anak yang sudah ia tangisi kematiannya itu menghancurkan Susu. Ia menampar Qingyi, lari ke luar, dan sengaja menabrakkan mobil yang mesinnya masih menyala ke sebuah pohon ginkgo.

Susu koma selama lebih dari satu bulan. Saat siuman, permintaan pertamanya adalah menceraikan Qingyi. Di sinilah letak kesalahpahaman terbesar yang memicu dendam panjang: Murong Qingyi tidak tahu bahwa keluarga (terutama Ibu Murong) mengatur skema pura-pura mati. Keluarga Murong mengumumkan kepada publik bahwa Ren Susu telah meninggal dalam kecelakaan tersebut, memberinya identitas baru sebagai “Fang Mulan”, dan mengirimnya ke luar negeri.

Namun, bagi Murong Qingyi, narasi yang ia percayai adalah bahwa Ren Susu sengaja memilih kematian untuk melarikan diri dan meninggalkan dia serta putri bayi mereka sendirian. Keyakinan bahwa istri yang ia cintai (dan yang ia sakiti) secara kejam membuang anak mereka inilah yang membuatnya marah, sakit hati, dan mendendam terhadapnya selama bertahun-tahun.

Akibat tragedi dan keputusan itu, kedua anak mereka tumbuh dalam kehidupan yang benar-benar berbeda dan penuh kesalahpahaman.

Putri mereka tertinggal dan dibesarkan di lingkungan keluarga Murong. Ia tumbuh tanpa mengenal ibunya, di tengah keluarga yang kemungkinan besar terus memandang rendah perempuan yang telah “mengkhianati” mereka.

Sementara itu, anak pertama mereka, yang ternyata tidak pernah meninggal karena kesalahan identitas di panti asuhan, tumbuh sebagai yatim piatu. Saat berusia sekitar 10 tahun, ia diadopsi oleh seorang ibu angkat yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar, dan ia mengambil marga wanita tersebut, menjadi Zhuo Zheng. Ia dibesarkan tanpa sosok ayah maupun ibu kandung. Ketika dewasa (di usia 23 tahun), ia tumbuh menjadi pria yang secara fisik paling mirip dengan Murong Qingyi, namun memandang pria itu sebagai orang asing.

Selama 17 tahun, baik Qingyi maupun Susu sama-sama hidup dengan keyakinan yang keliru bahwa putra pertama mereka telah meninggal. Susu tidak pernah tahu bahwa Zhuo Zheng masih hidup, dan ia menanggung duka kehilangan anak tersebut sepanjang masa pengasingannya.

Tujuh belas tahun kemudian, Murong Qingyi berhasil mengungkap kebenaran tentang kesalahan identitas di panti asuhan dan menemukan Zhuo Zheng yang telah dewasa. Dialah yang membawa kabar ini kepada Susu. Mendengar bahwa putranya masih hidup, Susu merasa seperti sedang bermimpi.

Selama hampir dua dekade, Murong Qingyi hidup dalam belenggu kemarahan dan penyesalan, mengira Susu sengaja bunuh diri untuk meninggalkan dia dan putri mereka, hanya untuk menyadari bahwa ia telah mendendam pada narasi yang salah selama ini.

Ketika keduanya akhirnya bertemu kembali, Susu tidak menunjukkan amarah ataupun kebencian yang meledak-ledak. Ia bersikap tenang. Sangat tenang. Namun, justru ketenangan itulah yang menjadi hukuman terbesar bagi Qingyi. Wanita yang berdiri di hadapannya memang masih hidup, tetapi cinta yang dahulu dimiliki Susu telah lama mati bersama “Ren Susu” yang ia tinggalkan 17 tahun lalu.

Pada akhirnya mereka kembali hidup bersama. Bukan karena semuanya telah dimaafkan, melainkan karena usia, kelelahan, dan keinginan untuk menyatukan kembali keluarga yang sudah hancur. Qingyi menghabiskan sisa hidupnya untuk menebus kesalahan yang tidak akan pernah benar-benar bisa diperbaiki.

Akhir cerita novel bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan penyesalan yang harus dipikul seumur hidup.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *