Posted in

Penonton Tiongkok Mengaku Ketakutan Saat Menonton Mystic Nine, Tim Produksi Sampai Tegaskan: “Ini Bukan Film Horor”

Bagikan

LayarHijau.com – Drama misteri petualangan terbaru Mystic Nine sukses mencuri perhatian sejak tayang perdana di Tiongkok. Serial berlatar era Republik Tiongkok yang ditulis Nanpai Sanshu, disutradarai Bai Shan, dan dibintangi William Chan itu langsung memicu perbincangan luas karena banyak penonton mengaku ketakutan saat menontonnya.

Saking menyeramkannya, kata kunci “Mystic Nine film horor” bahkan sempat menjadi trending di media sosial Tiongkok. Banyak penonton bercanda bahwa mereka merasa sedang menonton film hantu, padahal drama tersebut mengusung kisah misteri perampokan makam. Ramainya reaksi itu membuat pihak produksi sampai turun tangan memberikan klarifikasi bahwa Mystic Nine benar-benar bukan film horor.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

William Chan kembali memerankan Zhang Qishan atau Zhang Dafoye, komandan pertahanan Changsha yang menjadi salah satu tokoh ikonik dalam semesta Mystic Nine. Mengenakan seragam militer khas era Republik Tiongkok, penampilannya menuai pujian dari para penggemar lama yang menilai karisma dan penampilannya tetap prima meski telah bertahun-tahun sejak terakhir kali memerankan karakter tersebut.

Sementara itu, Joseph Zeng memerankan Wu Laogou, Kepala Kelima dari Sembilan Gerbang. Ia berhasil menampilkan karakter yang cerdas, licik, sekaligus masih memiliki sisi muda yang menonjol. Dalam drama, Wu Laogou selalu ditemani anjing spiritual bernama Sancunding yang menjadi ciri khas karakternya.

Interaksi Zhang Qishan dan Wu Laogou juga menjadi salah satu daya tarik utama cerita. Pada awalnya, keduanya berada di pihak yang berseberangan hingga terlibat konfrontasi sengit di dalam makam kuno, bahkan saling mencekik. Namun seiring terungkapnya misteri yang lebih besar, mereka akhirnya bekerja sama untuk memecahkan berbagai teka-teki yang menghadang. Selain mereka, Chen Yao juga tampil sebagai Huo Xiangu bersama sejumlah tokoh penting lain dari Sembilan Gerbang yang memperlihatkan hubungan rumit antarfaksi.

Kisah Mystic Nine bermula ketika Pasukan 401 di bawah komando Zhang Qishan berbaris rapi di sebuah rumah sakit pada malam hujan. Sesaat kemudian, seluruh pasukan itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Tidak ada bekas perpindahan maupun petunjuk yang dapat menjelaskan lenyapnya mereka.

Untuk menyelidiki kejadian misterius tersebut, Zhang Qishan bersama Wu Laogou mengikuti satu-satunya petunjuk yang tersisa, yakni sebuah makam bawah tanah bernama Geshi Lou. Dari sinilah mereka memasuki dunia penuh misteri yang dipenuhi berbagai jebakan dan kejadian ganjil.

Drama ini menghadirkan sejumlah adegan yang membuat penonton bergidik. Salah satunya ketika para tokoh utama terjebak di lorong tak berujung dengan struktur “bangunan di dalam bangunan, jalan di dalam jalan” yang membuat mereka terus berputar tanpa menemukan jalan keluar. Adegan lain yang paling banyak dibicarakan terjadi saat mereka memasuki panggung opera bawah tanah. Di atas panggung tampak sesosok mayat kering tanpa kepala seolah sedang mementaskan pertunjukan, sementara bayangan-bayangan gelap terlihat duduk diam menyaksikan dari bawah panggung.

Atmosfer yang terus membangun ketegangan itu membuat banyak penonton Tiongkok mengaku merinding. Sebagian mengatakan mereka tetap merasa ngeri meski menontonnya pada siang hari, sementara yang lain bercanda hanya berani melanjutkan episode sambil membaca komentar (danmu) di layar sebagai “pelindung” agar rasa takutnya sedikit berkurang.

Nuansa mencekam tersebut ternyata memang dibangun secara sengaja oleh sutradara Bai Shan. Ia menggunakan dua konsep visual yang berbeda, yakni nuansa hangat untuk kehidupan di permukaan pada era Republik Tiongkok dan palet hijau kebiruan yang dingin untuk dunia bawah tanah. Dipadukan dengan pencahayaan redup, pengambilan gambar dari sudut pandang karakter, serta efek suara yang realistis, pendekatan tersebut berhasil menciptakan atmosfer horor psikologis bergaya Tiongkok yang sangat kuat.

Meski tampil dengan balutan suasana yang menyerupai film horor, misteri di balik Mystic Nine sebenarnya tidak berkaitan dengan hal supranatural. Seiring cerita berkembang, berbagai peristiwa mengarah pada konspirasi pasukan Jepang yang memanfaatkan zat khusus untuk menciptakan makhluk biologis berbahaya. Di saat yang sama, para anggota Sembilan Gerbang juga terlibat dalam pertarungan strategi dan perebutan kekuasaan yang berlangsung di dunia bawah tanah maupun di permukaan.

Berkat alur cerita yang menegangkan, atmosfer horor khas Tiongkok yang dibangun dengan detail, serta misteri yang terus berkembang di setiap episode, Mystic Nine berhasil menjadi salah satu drama berlatar era Republik Tiongkok yang paling banyak diperbincangkan saat ini. Meski berkali-kali ditegaskan bukan film horor, serial ini justru sukses membuat banyak penonton Tiongkok mengaku ketakutan saat mengikutinya.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *