Pada 1983, di pulau nelayan kecil Yeongdo, yang bisa diakses lewat kapal feri dari Busan, tinggal seorang nelayan tua dan istrinya yang mengelola penginapan untuk menghasilkan sedikit uang tambahan. Mereka memiliki tiga putera. Tapi hanya satu putera, Hoonie yang bisa selamat hingga masa dewasa. Hoonie memiliki sumbing bibir dan kaki bengkok. Karena kondisi fisiknya, Hoonie dianggap tidak layak untuk menikah. Saat dia berusia 27, Jepang menjajah Korea dan banyak keluarga menjadi miskin dan tanpa makanan. Karena gaya hidupnya yang sederhana, keluarga Hoonie tidak mengalami perubahan yang berarti. Seorang mak comblang mengatur pernikahan antara Hoonie dengan Yangjin, puteri petani miskin yang kehilangan segalanya karena penjajahan. Hoonie dan Yangjin mengambil alih bisnis penginapan yang diwariskan orang tuanya.
Pada pertengahan 1910-an, Yangjin dan Hoonie memiliki seorang puteri bernama Sunja. Setelah ulang tahunnya yang ke-13, sang ayah meninggal karena tuberkulosis. Dia pun dibesarkan oleh sang ibu. Pada usia 16 tahun, seorang penadah ikan kaya bernama Koh Hansu menaruh perhatian pada gadis itu. Sunja hamil karena Koh Hansu. Tapi pria itu mengungkap jika dia sudah menikah tapi berniat menjadikan Sunja sebagai simpanannya. Merasa malu, Sunja menolak dijadikan simpanan dan mengakhiri hubungan mereka. Sang ibu mengetahui jika puterinya hamil. Tapi Sunja merahasiakan identitas bapak dari anaknya itu. Yangjin membahas masalah ini dengan salah satu tamu penginapan mereka, seorang pendeta Kristen yang menderita tuberkolusis, Baek Isak. Dia yakin jika hidupnya tidak lama lagi karena sakitnya. Maka Baek memutuskan menikahi Sunja dan memberikan nama pada sang anak. Sunja setuju dengan rencana ini, menikahi Isak dan pergi ke Osaka bersamanya. Di sana, mereka tinggal dengan saudara Isak dan istrinya. Di Osaka, Sunja terkejut mengetahui jika warga Korea diperlakukan dengan buruk, sebagian besar dipaksa tinggal di tempat yang kecil dan kumuh dan hanya diperkerjakan untuk perkerjaan kecil.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Beli Novel Pachinko Bahasa Indonesia
Kakak ipar Sunja, Yoseb, bersikeras untuk menafkahi seluruh keluarga dengan gajinya. Tapi Sunja dan kakak iparnya, Kyunghee mengetahui jika Yoseb memiliki hutang yang besar demi membiayai perjalanan Isak dan Sunja ke Jepang. Untuk membayar para penagih hutang, Sunja yang hamil menjual jam tangan pemberian Hansu.
Buku 2 (1939-1962)
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


