Review KKN di Desa Penari, Sulitnya Angkat Kisah Viral

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Ada beberapa adegan yang bahkan perlu dilihat dua atau tiga kali sebelum kita bisa benar-benar memahaminya. Untung saja saya menonton film ini lewat layanan streaming yang bisa diulang sesuai keinginan. Sulit membayangkan jika ada penonton yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang ceritanya saat harus menonton film itu pertama kalinya di bioskop. Mereka kemungkinan besar akan merasa kebingungan.

Selain itu, ada beberapa penggambaran visual dari cerita SimpleMan dalam film ini yang dirasa kurang memadai. Saya sudah membaca thread ceritanya di Twitter, dan sudah menonton penjelasan SimpleMan di YouTube sekalipun beberapa waktu yang lalu. Jadi ada beberapa bagian cerita yang masih tertanam di dalam memori.

Sekalipun demikian, ada beberapa penggambaran visual yang cukup baik dan mempermudah saya memahami cerita yang dulunya tidak saya pahami saat membaca thread kisahnya di Twitter. Penggambaran visual tersebut meninggalkan kesan mendalam saat kita melihat akting para pemain yang cukup bagus.

- Advertisement -

Sayangnya, ada beberapa detail dan bagian cerita yang dipotong dalam film ini, mungkin karena batasan durasi yang tidak mencukupi. Padahal detail itu penting karena membuat cerita terlihat lebih menakutkan dan meninggalkan kesan yang lebih mendalam di hati para penonton.

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments