Terakhir diperbarui pada 17/01/2023 oleh Timotius Ari
LayarHijau.com—Sebuah referensi baru membahas desain remote pada perangkat Android TV dan Google TV yang menunjukkan panel photovoltaic dengan baterai terintergrasi yang bisa ngecas sendiri.
Tapi kita belum bisa memastikan jika remote itu akan dirilis pada perangkat Android TV dan Google TV di masa mendatang. Produsen TV seperti Sony dan Philips mungkin akan terus memakai desain yang unik dan khas untuk remote control. Banyak perangkat Android TV dan Google TV menggunakan desain referensi TW Electronics.
[taxopress_relatedposts id=”1″]Fitur remote baru dari TW Electronics memiliki susunan tombol yang sama dengan remote Google TV standar. Tapi ada tambahan yang unik: sebuah panel photovoltaic di bagian bawah yang memampukan baterai di dalamnya bisa ngecas sendiri.
Panel itu menggunakan sumber energi dari cahaya di dalam ruangan dan mengubahnya menjadi energi listrik yang mentenagai baterai di dalam remote. Teknologi di balik fitur itu disediakan oleh Exeger dan bukanlah hal yang benar-benar baru dalam industri TV. Tapi ini akan menjadi yang pertama digunakan pada perangkat Google TV, tulis 9to5Google.com via Flatpanelshd.com.
Samsung sudah memakai remote yang mirip dengan panel surya di bagian belakang. Samsung berkata jika baterai internal di dalamnya bisa bertahan hingga tujuh tahun. Amazon juga dikabarkan ingin mengintergrasikan teknologi itu dalam remote control FireTV baru.
Dengan panel photovoltaic dalam remote perlu baterai internal yang bisa dicas sendiri. Jadi remote baru itu tidak butuh baterai AAA atau AA yang saat ini masih sering digunakan pada remote TV. Apple TV sendiri sudah memakai remote control yang bisa dicas.