LayarHijau.com – Drama romantis terbaru Speed and Love (雙軌) yang dibintangi Esther Yu dan He Yu langsung mencuri perhatian sejak penayangan perdananya. Baru tiga hari tayang, drama ini berhasil menduduki peringkat pertama untuk rating dan tingkat popularitas di platform penilaian hiburan China Maoyan, mengungguli Sniper Butterfly yang dibintangi Michelle Chen dan Zhou Keyu, serta The Vendetta of An yang diperankan Cheng Yi.
Capaian tersebut menjadi momentum penting bagi Esther Yu, yang sebelumnya sempat diterpa isu kontroversi terkait keluarganya hingga popularitasnya menurun. Lewat Speed and Love, ia kembali menunjukkan daya tariknya sebagai pemeran utama perempuan dalam drama romantis yang sarat emosi dan ketegangan hubungan.
Peringatan: artikel ini mengandung spoiler.
Pada episode 9 dan 10, cerita mulai memasuki fase yang memicu perbincangan luas. Esther Yu memerankan Jiang Mu, seorang gadis yang sejak kecil selalu memikirkan kakak tirinya, Jin Chao, yang diperankan He Yu. Keinginannya untuk lebih memahami Jin Chao membuat Jiang Mu kerap mencari tahu kehidupannya lewat orang-orang di sekitarnya, bahkan mendatangi bengkel tempat Jin Chao bekerja.
Dalam salah satu adegan kunci, Jin Chao mempertanyakan alasan Jiang Mu terus mencari tahu tentang dirinya. Ketika Jiang Mu menjawab singkat, “Karena itu kamu,” Jin Chao tampak terkejut. Namun, ia segera menegaskan batas di antara mereka, menekankan bahwa mereka bukan saudara kandung dan tidak memiliki hubungan darah, meski pernah tinggal bersama di masa kecil. Sambil berbicara, Jin Chao melangkah mendekat dan menekan Jiang Mu ke dinding, mempertanyakan niatnya dengan nada ambigu yang penuh ketegangan emosional. Jiang Mu pun panik, wajahnya memerah, lalu memilih melarikan diri.
Malam harinya, Jiang Mu mengalami mimpi yang menjadi sorotan penonton. Dalam mimpi tersebut, ia dan Jin Chao berada di kolam renang lantai paling atas sebuah hotel saat senja. Cahaya matahari sore memantul di permukaan air, menciptakan suasana romantis. Jin Chao berdiri bertelanjang dada di dalam kolam, menggendong Jiang Mu dalam pelukan seperti menggendong pengantin, sementara Jiang Mu mengenakan baju renang tanpa tali bergaya manis. Keduanya saling menatap dengan emosi yang dalam, sebelum Jin Chao mengangkat Jiang Mu dan mereka berciuman panas di tengah kolam. Adegan tersebut dipenuhi sentuhan lembut, gesekan hidung, hingga sikap manja Jiang Mu yang bersandar di dada Jin Chao, membuat ketegangan romantis terasa sangat kuat.
Saat terbangun dari tidurnya, Jiang Mu tersenyum sendiri dan bergumam bahwa mimpinya sudah terlalu berlebihan, sambil menyalahkan dirinya karena terlalu memikirkan hal-hal yang “aneh”.
Keberhasilan Speed and Love menyalip Sniper Butterfly dinilai tidak lepas dari kekuatan konsep cerita dan chemistry para pemerannya. Drama ini mengangkat kisah saudara tiri tanpa hubungan darah, di mana sang adik perempuan pergi ke Thailand untuk menemui kakaknya, lalu mendapati pria tersebut terjerumus ke dalam dunia balap bawah tanah, tinju ilegal, dan berbagai bisnis gelap lainnya. Versi drama disebut mengurangi sisi kelam dari novel asli karya Shi Jiuyuan, dan lebih menonjolkan interaksi ambigu serta ketegangan emosional antara dua karakter utamanya.
Meski gaya akting Esther Yu masih memunculkan beragam pendapat di kalangan penonton, tema hubungan saudara tiri yang penuh tarik-ulur tetap memiliki basis penggemar kuat. Ditambah visual Esther Yu dan He Yu yang dinilai serasi, Speed and Love kini sukses menjadi drama romantis yang paling banyak dibicarakan di tengah ketatnya persaingan drama terbaru.










