Penulis Naskah Ini Ungkap Pendapatnya Tentang Dampak AI untuk Industri Hiburan di China: Penulis yang Biasa Saja Akan Tersingkirkan

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam satu tahun terakhir disebut membawa perubahan besar bagi industri film dan televisi di China. Di saat yang sama, tren drama pendek atau micro drama juga terus mengguncang pasar, membuat persaingan di industri ini semakin ketat.

Anggota Kongres Rakyat Nasional sekaligus penulis naskah ternama, Zhao Dongling, secara terbuka membahas dampak pesatnya perkembangan AI terhadap ekosistem kreator. Menurutnya, kemajuan AI dalam bidang audio-visual dalam setahun terakhir terasa jauh lebih cepat dan lebih “keras” dibanding perubahan yang terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.

Ia mengakui bahwa secara objektif, AI memang menurunkan hambatan teknis dalam proses penciptaan karya film dan televisi. Dengan teknologi yang semakin mudah diakses, semakin banyak orang bisa masuk ke industri ini dan mencoba membuat karya.

- Advertisement -

Namun Zhao menegaskan bahwa AI tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan kreativitas manusia. Menurutnya, ketika hambatan teknis sudah tidak lagi menjadi penghalang, justru kemampuan kreatif manusialah yang semakin menunjukkan nilai uniknya.

Alih-alih merasa terancam, Zhao mengaku justru semakin percaya diri. Dalam pandangannya, kondisi ini membuat penulis naskah yang benar-benar berkualitas menjadi semakin langka. Situasi tersebut, katanya, memaksa setiap kreator untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mereka memiliki sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Ia pun berbicara terus terang soal kemungkinan tersingkirnya sebagian pekerja industri. Menurutnya, jika seorang penulis sejak awal hanya berada di level biasa saja, maka tersingkir di tengah perubahan zaman adalah sesuatu yang wajar.

- Advertisement -

“Kalau boleh bicara terus terang, jika sejak awal Anda memang penulis yang biasa saja, lalu tersingkir, itu juga normal. Itu berarti pekerjaan Anda tidak memiliki nilai yang tidak tergantikan,” tegasnya.

Zhao kemudian mengibaratkan situasi tersebut dengan profesi juru ketik di masa lalu. Dulu, pekerjaan itu pernah dianggap baik dan dibutuhkan. Namun seiring perkembangan teknologi, peran tersebut akhirnya tergantikan. Bagi Zhao, perubahan seperti itu adalah bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari.

Sebagai salah satu penulis naskah yang diakui di China, Zhao Dongling dikenal lewat sejumlah karya yang mendapat perhatian luas. Ia merupakan penulis naskah utama serial Red Sorghum yang diadaptasi dari novel karya Mo Yan dan meraih sambutan positif saat tayang. Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah drama bertema realisme sosial yang memperkuat reputasinya sebagai penulis dengan sudut pandang tajam terhadap masyarakat.

Bagi Zhao, kehadiran AI bukan untuk ditakuti, melainkan menjadi tantangan baru. Ketika batasan teknis semakin menipis, yang benar-benar menentukan adalah kemampuan kreatif, kedalaman pemikiran, dan kepekaan manusia dalam merangkai cerita. Di tengah perubahan besar ini, hanya mereka yang mampu menunjukkan nilai uniknya yang akan tetap bertahan.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments