LayarHijau.com – Drama China Pursuit of Jade (逐玉) yang dibintangi Zhang Linghe dan Tian Xiwei resmi menayangkan episode terakhirnya pada 26 Maret. Meski sempat muncul kabar kebocoran episode akhir, banyak penonton tetap menantikan versi resmi. Di luar ending utama, tim produksi juga menghadirkan epilog spesial di akhir episode ke-40 yang langsung memicu perbincangan luas.
Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler penting dari ending drama.
Epilog tersebut mengangkat versi dunia paralel—bagaimana jika tragedi di Jinzhou tidak pernah terjadi. Dalam versi ini, Xie Zheng dan Fan Changyu telah memiliki ikatan sejak kecil karena kedekatan keluarga mereka. Keduanya tumbuh bersama, saling mengenal sejak dini, hingga akhirnya menjadi pasangan yang begitu selaras saat dewasa, menghadirkan kisah hangat yang mencuri perhatian penonton.
Perubahan besar juga terlihat dalam hubungan keluarga. Xie Zheng tidak lagi berada dalam konflik dengan pamannya, Wei Yan, yang diperankan Yan Yikuan. Sebaliknya, hubungan mereka justru harmonis, bahkan kerap berdiskusi mengenai urusan pemerintahan.
Di sisi lain, kisah Gongsun Yin yang diperankan Li Qing dan Putri Agung yang diperankan Yu Zhongli juga berkembang menjadi hubungan yang indah, menambah nuansa hangat dalam dunia alternatif tersebut.
Namun, bagian yang paling menyentuh perhatian penonton tetaplah kisah Qi Min dan Yu Qianqian yang diperankan Deng Kai dan Snow Kong.
Dalam ending utama, hubungan keduanya sudah lebih dulu meninggalkan kesan mendalam. Yu Qianqian harus menghadapi pilihan sulit ketika menyajikan semangkuk sup beracun kepada Qi Min. Menyadari isi mangkuk tersebut, Qi Min tetap tersenyum dan meminumnya. Di momen terakhir itu, keduanya akhirnya mengungkap perasaan yang selama ini terpendam, sebelum Qi Min mengembuskan napas terakhir dalam pelukan Yu Qianqian.
Alih-alih memberi akhir berbeda, epilog justru mempertegas jarak di antara mereka. Dalam dunia tanpa tragedi, Qi Min tumbuh sebagai sosok yang anggun dan bersahaja. Ia bersahabat dengan Xie Zheng, Fan Changyu, Putri Agung, Gongsun Yin, serta Li Huai’an, dan bersama-sama pergi ke Lin’an.
Di sanalah ia kembali bertemu Yu Qianqian, yang kini menjadi pemilik rumah makan. Pertemuan pertama mereka terasa begitu akrab, seolah pernah terjadi sebelumnya. Qi Min bahkan tak mengerti mengapa matanya berkaca-kaca saat melihatnya.
Namun, perasaan itu tidak bisa dijalani. Saat mencium aroma sup yang disajikan Yu Qianqian, ia justru merasa mual. Ketika ditanya oleh Xie Zheng, Qi Min hanya bisa menjawab bahwa mungkin mereka memiliki keterikatan dari masa lalu yang tak bisa dijelaskan. Ia merasa bahagia setiap kali melihat Yu Qianqian, tetapi tidak mampu mendekat.
Baginya, mungkin inilah yang disebut sebagai dua orang yang saling terhubung, tetapi tidak ditakdirkan untuk berjalan bersama.
Epilog ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Meski menghadirkan dunia tanpa tragedi, kisah Qi Min dan Yu Qianqian tetap berakhir dengan jarak yang tak bisa dilintasi, membuat banyak penonton mengaku lebih tersentuh dibandingkan dengan ending utama.










